Bening Anjaswara
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Bahasa Arab Fusha dalam Pelayanan Wisatawan Arab di PT Labbaek Indonesia Bening Anjaswara; Syihabuddin
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i2.5859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika penggunaan bahasa Arab fusha dalam pelayanan wisatawan Arab di PT Labbaek Indonesia serta menggali persepsi dan pengalaman komunikasi para pihak yang terlibat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini menempatkan staf perusahaan dan wisatawan Arab sebagai subjek utama. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipasi, serta analisis dokumen perusahaan. Data dianalisis melalui pendekatan tematik dengan merujuk pada teori bahasa Arab untuk tujuan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Arab fusha secara umum dipandang efektif dalam menjembatani komunikasi lintas negara di kalangan wisatawan Arab, khususnya mereka yang berlatar belakang akademik atau profesional. Namun demikian, keterbatasan muncul ketika berhadapan dengan wisatawan dari latar belakang non-akademik yang lebih terbiasa dengan dialek ʿāmiyyah. Selain itu, kemampuan staf dalam menggunakan fusha secara konsisten dan profesional juga menjadi tantangan tersendiri, mengingat sebagian besar mempelajarinya secara autodidak. Untuk mengatasi hal tersebut, sebagian pemandu mengadopsi pendekatan adaptif dengan menggabungkan fusha dan dialek lokal. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan, integrasi teknologi penerjemah, serta evaluasi layanan secara berkala guna meningkatkan kepuasan wisatawan. Studi ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan kompetensi bahasa dalam sektor pariwisata berbasis kebutuhan spesifik dan beragam wisatawan Arab.
Penggunaan Bahasa Arab Fusha dalam Pelayanan Wisatawan Arab di PT Labbaek Indonesia Bening Anjaswara; Syihabuddin
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i2.5859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika penggunaan bahasa Arab fusha dalam pelayanan wisatawan Arab di PT Labbaek Indonesia serta menggali persepsi dan pengalaman komunikasi para pihak yang terlibat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini menempatkan staf perusahaan dan wisatawan Arab sebagai subjek utama. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipasi, serta analisis dokumen perusahaan. Data dianalisis melalui pendekatan tematik dengan merujuk pada teori bahasa Arab untuk tujuan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Arab fusha secara umum dipandang efektif dalam menjembatani komunikasi lintas negara di kalangan wisatawan Arab, khususnya mereka yang berlatar belakang akademik atau profesional. Namun demikian, keterbatasan muncul ketika berhadapan dengan wisatawan dari latar belakang non-akademik yang lebih terbiasa dengan dialek ʿāmiyyah. Selain itu, kemampuan staf dalam menggunakan fusha secara konsisten dan profesional juga menjadi tantangan tersendiri, mengingat sebagian besar mempelajarinya secara autodidak. Untuk mengatasi hal tersebut, sebagian pemandu mengadopsi pendekatan adaptif dengan menggabungkan fusha dan dialek lokal. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan, integrasi teknologi penerjemah, serta evaluasi layanan secara berkala guna meningkatkan kepuasan wisatawan. Studi ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan kompetensi bahasa dalam sektor pariwisata berbasis kebutuhan spesifik dan beragam wisatawan Arab.
The Impact of Implementing the Independent Curriculum Based on Project-Based Learning on Arabic Reading Skills (Maharoh Qirāah) at State Islamic Junior High School Hairuddin Arsyad; Asep Sopian; Maman Abdurrahman; Bening Anjaswara
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v10i3.5716

Abstract

This study aims to analyze the impact of implementing the Independent Curriculum based on Project-Based Learning (PjBL) on Arabic reading skills (Maharoh Qirāah) in learning at Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bandung. This study employs a qualitative approach, collecting data through observations, interviews with Arabic language teachers, student questionnaires, and documentation of learning activities. The results indicate that the implementation of the Independent Curriculum based on PjBL has a positive impact on Maharoh Qirāah learning. The project-based approach has been proven to enhance students' interest and motivation, placing them in the "very good" category. Additionally, the quality of the learning process has significantly improved, accompanied by an increase in students' learning outcomes and competencies, both of which are rated as "very good". These findings were obtained through an analysis of observation data, interviews, and questionnaire results. The interview data with Arabic language teachers was reinforced by questionnaire responses containing 15 statements covering three main components. The implementation of the Independent Curriculum has also facilitated teachers in designing more engaging and interactive learning materials. Ultimately, this study confirms that the integration of Project-Based Learning within the Independent Curriculum framework is not merely a pedagogical alternative but a strategic approach that substantially strengthens the effectiveness of Arabic reading instruction. By simultaneously enhancing student motivation, learning quality, and academic achievement, this model contributes meaningfully to the development of more adaptive, student-centered, and outcome-oriented Arabic language education. These findings therefore offer both theoretical enrichment and practical direction for educators and curriculum developers seeking to elevate the standard of Maharoh Qirāah learning in Islamic secondary education.