Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identifikasi Aset Nelayan Sungsang dan Pola Menghadapi Perubahan Iklim Global Izzudin, Muhammad; Lamato, Ramdan; Ilham, Muhamad Hidayatul
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v5i2.4715

Abstract

Wilayah pesisir memainkan peran penting dalam perekonomian global, tetapi populasi nelayan di daerah seperti Sungsang menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset nelayan di Sungsang dan pola adaptasi mereka terhadap dampak perubahan iklim global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan masih beroperasi dalam skala kecil dengan keterbatasan akses terhadap teknologi modern dan pendidikan yang rendah. Fenomena perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut, perubahan pola cuaca, serta meningkatnya frekuensi badai dan arus laut menjadi ancaman utama yang menghambat produktivitas mereka. Untuk beradaptasi, nelayan menerapkan berbagai strategi, seperti diversifikasi mata pencaharian melalui usaha sampingan (misalnya, perdagangan makanan dan reparasi kapal), penggunaan alat tangkap yang lebih efisien, serta peningkatan keterlibatan dalam koperasi dan komunitas nelayan. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keberlanjutan mata pencaharian nelayan sangat bergantung pada dukungan kebijakan yang memperhatikan akses terhadap modal usaha, infrastruktur perikanan, serta program mitigasi perubahan iklim. Studi ini menekankan perlunya pendekatan berbasis komunitas dalam mengatasi dampak perubahan iklim dan meningkatkan ketahanan nelayan di Sungsang
Perkembangan Gagasan Bebas Riba Sebagai Tantangan Normatif Terhadap Tatanan Finansial Global Lamato, Ramdan; Dimes Akbar Perdana; Muh. Nizar Sohyb
Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jmae.v4i2.1744

Abstract

Artikel ini menganalisis perkembangan gagasan bebas riba (usury-free) sebagai gerakan normatif transnasional yang menantang hegemoni sistem keuangan global berbasis bunga. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menerapkan kerangka siklus hidup norma (norm life cycle) dari Finnemore dan Sikkink untuk memetakan proses difusi ide tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap kemunculan (emergence), wirausahawan norma berhasil membingkai riba sebagai isu keadilan sosial. Proses ini berlanjut ke tahap kaskade (cascade) yang diakselerasi oleh krisis keuangan global serta adopsi negara dan institusi konvensional. Namun, temuan menunjukkan bahwa norma ini belum mencapai internalisasi penuh; tantangan struktural seperti fragmentasi regulasi dan keterbatasan pasar menempatkan norma bebas riba masih sebagai sistem alternatif yang berjalan paralel, bukan pengganti tatanan dominan. Studi ini berkontribusi menggeser diskursus anti-riba dari ranah teknis fikih ke arena ekonomi politik internasional, membuktikan kapasitas aktor non-negara dalam mengontestasi struktur keuangan global.
Inclusive security for women with disabilities in South Sumatra: Intersectionality and community-based advocacy Supli, Nur Aslamiah; Nuaba, I Kadek Andre; Lamato, Ramdan; Fadhlia, Maudy Noor; Setiawan, Roy
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 10 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v10i1.42604

Abstract

Inclusive safety for women with disabilities in South Sumatra is a pressing issue, given the high levels of violence faced by this group. Therefore, this research focuses on protection strategies that can be implemented for women with disabilities residing in marginal areas of South Sumatra. The study aims to explore institutional and participatory dynamics and to identify community initiatives that can enhance their safety and participation in society. The methodology employed is a qualitative approach based on in-depth interviews with community organizations and local government agencies. The research indicates that violence against women with disabilities stems not only from individuals but also from institutional systems that are non-inclusive and non-responsive to their specific needs. The findings reveal that community-based initiatives such as peer support groups and grassroots forums prove effective in creating safe spaces and increasing the participation of women with disabilities. This study emphasizes the importance of institutional reform to create a sustainable protection system, including more inclusive and coordinated public policies. Proposed policy recommendations include engaging disability organizations as strategic partners and implementing inclusion standards in public services, which are expected to strengthen the protection and participation of women with disabilities in a broader context.   Keamanan inklusif bagi perempuan disabilitas di Sumatera Selatan merupakan masalah yang mendesak, mengingat tingginya tingkat kekerasan yang dihadapi oleh kelompok ini. Maka dari itu, penelitian ini fokus pada strategi perlindungan yang dapat diimplementasikan untuk perempuan disabilitas yang tinggal di daerah marginal Sumatera Selatan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengeksplorasi dinamika kelembagaan dan partisipatif serta untuk mengidentifikasi inisiatif komunitas yang dapat meningkatkan keselamatan dan partisipasi mereka dalam masyarakat. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis wawancara mendalam dengan organisasi komunitas dan lembaga pemerintah daerah. Penelitian menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan disabilitas tidak hanya bersumber dari individu, tetapi juga sistem kelembagaan yang tidak inklusif dan tidak responsif terhadap kebutuhan spesifik mereka. Hasil penelitian menemukan bahwa inisiatif berbasis komunitas seperti kelompok dampingan dan forum akar rumput terbukti efektif dalam menciptakan ruang aman dan meningkatkan partisipasi perempuan disabilitas. Penelitian ini menekankan pentingnya reformasi kelembagaan untuk menciptakan sistem perlindungan yang berkelanjutan, termasuk kebijakan publik yang lebih inklusif dan terkoordinasi. Rekomendasi kebijakan yang diusulkan meliputi pelibatan organisasi disabilitas sebagai mitra strategis dan penerapan standar inklusi dalam layanan publik, yang diharapkan dapat memperkuat perlindungan dan partisipasi perempuan disabilitas dalam konteks yang lebih luas.