Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembinaan Remaja Melalui Kegiatan Program Pelayanan Kesehatan Reproduksi Peduli Remaja Widyowati, Agustin; Gusmadewi, Gusmadewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.120

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada dalam masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, di mana mereka mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada fase ini, remaja menghadapi berbagai tantangan, termasuk permasalahan kesehatan yang dapat mempengaruhi perkembangan mereka di masa depan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, banyak remaja yang mengalami masalah kesehatan seperti anemia, gizi tidak seimbang, kesehatan mental, perilaku berisiko, serta akses terbatas terhadap layanan kesehatan yang ramah remaja. Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) telah   dikembangkan sebagai upaya untuk meningkatkan akses remaja terhadap layanan kesehatan yang bersifat inklusif, edukatif, dan responsif terhadap kebutuhan mereka. Namun, dalam implementasinya, masih terdapat berbagai kendala seperti kurangnya sosialisasi program, rendahnya kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan, serta keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memahami kebutuhan remaja. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan akses remaja terhadap layanan kesehatan yang ramah dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Hasil dari Diskusi dengan Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat, Dinas Kesehtan Kota Pariaman dan Kepala Puskesmas Air Santok serta Pemegang Program PKPR  dapat disimpulkan bahwa permasalahan dalam Program PKPR adalah masalah SDM (Tenaga Kesehatan dan Konselor Sebaya) dan Pendaaan untuk Kegiatan PKPR tersebut.  Melalui pendekatan berbasis komunitas, peran sekolah, serta pemanfaatan teknologi, diharapkan remaja dapat lebih mudah mendapatkan informasi, konsultasi, dan layanan kesehatan yang mereka butuhkan
Edukasi Tentang Keteraturan Kunjungan Antenatal Care Suganda, Yohana; Gusmadewi, Gusmadewi; Radhia, Mekar Zenni; Silvia, Elwitri; Zaini, Hanifa; Sari, Endang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59963/2023.v1i1/329/5/juramas

Abstract

Antenatal care aims to see how the fetus grows and develops and aims to improve the welfare of the mother and fetus. WHO's efforts to reduce the number of high-risk pregnancies include routine examinations for all pregnant women, as well as follow-up examinations for mothers with moderate comorbidities and complications, obstetric and neonatal examinations for women with severe comorbidities and complications. Yeoh et al, (2016) stated that as many as 26% of women with high-risk pregnancies never had an Antenatal Care examination or visit. while 80% of pregnant women experience no complications, and carry out regular Antenatal Care visits according to the recommended re-visit schedule. Pregnant women who do not regularly carry out prenatal checks will have a risk of experiencing pregnancy complications such as chorioamnionitis, placental abruption and a 10x greater risk of giving birth to a baby with a low birth weight, a 12x greater risk of fetal death and a 10x greater risk of maternal death
Upaya Dalam Pemberian Edukasi Tentang Penatalaksanaan Breat Care Untuk Mencegah Bendungan ASI Pada Ibu Pasca Salin Septian Arpen, Ratih; Gusmadewi, Gusmadewi
Journal of Humanity Dedication Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Humanity Dedication
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/1109

Abstract

Menurut (WHO) World Health Organization, persentase perempuan menyusui yang mengalami bendungan ASI rata-rata sebanyak 8.242 (87,05%) dari 12.765 yang ibu nifas, pada tahun 2019 yang mengalami bendungan ASI sebanyak 7.198 (66,87%) dari 10.764 ibu nifas pada tahun 2020 terdapat bendungan ASI sebanyak 6.543 (66,34%) dari 9.862 ibu nifas. pada tahun 2021 terungkap data ibu yang mengalami masalah menyusui sekitar 17.230.142 juta jiwa yang terdiri dari puting susu lecet 56,4%, bendungan payudara 36,12% dan mastitis 7,5%. Dari survei awal di lokasi pengabdian yaitu Posyandu Gerry Permai Kelurahan Padang Sarai Kota Padang yaitu salah satu yang dikemukakan adalah ditemukan beberapa permasalahan khusunya masalah ibu nifas, kemudian yaitu masalah kesehatan tentang penatalaksanaan breast care untuk mencegah bendungan asi pada ibu nifas sekitar hanya 6 orang ibu nifas yang mengetahui pengetahuan dan pengalaman ibu dalam menyusui terutama tentang perawatan payudara untuk menghindari pembengkakan payudara/bendungan ASI 14 orang ibu nifas yang ditemui 8 orang adalah ibu hamil  yang belum mengetahui mengalami pembengkakan payudara/bendungan ASI dan putting lecet pada awal menyusui. Tujuan pengabdian masyarakat ini tanggal 14 Januari 2026 adalah untuk mengetahui Perawatan payudara untuk melancarkan peredaran darah sehingga ASI dapat keluar dengan lancar. Selain itu, perawatan payudara juga dapat meningkatka produksi ASI. Metode kegiatan ini melalui Penyuluhan langsung pada Ibu Pasca salin. Hasil kegiatan pengabdiann masyarakat ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan, ibu menyusui dapat mahir dan terampil mempraktekan perawatan payudara dan pijat oksitiosin yang baik dan benar sehingga keberhasilan menyusui ASI Eklusif.