Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa Sekolah Kristen Yusuf Sahrani, Riana; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Basel, Wiwin Charolina Putri; Kirana, Liuciana Handoyo
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2025): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v4i01.106

Abstract

Sexual violence is a serious problem in society, which is also an issue of gender equality, which occurs in the environment including in educational institutions. The lack of sex education and the culture of taboo in society has led to the concept of sexual violence. The negative impact of sexual violence behavior also cannot be ignored because it causes physical, mental, social and material injuries and losses. Related to the increasing cases of sexual violence, especially in educational institutions, the PKM Team of Tarumanagara University conducted psychoeducation as an effort to prevent sexual violence in adolescent students at school. The purpose of psychoeducation is to increase students' awareness of the dangers and ways to prevent sexual violence, as well as to create a safe and comfortable environment at school. The seminar participants were 200 students from Kristen Yusuf Junior and Senior High School. The results of the PKM are that students understand what sexual violence is, what forms it takes, how to prevent, and overcome so as not to become victims or perpetrators of sexual violence. The evaluation of this seminar is that the students hope to apply this in their daily lives. The implication of this seminar is that an intervention, such as sex education psychoeducation, can be made to tackle the problem of sexual violence, especially in the school environment.
Peranan Resiliensi Sebagai Mediator dalam Hubungan Antara Parental Burnout IRT Penuh Waktu dan Kesejahteraan Keluarga Kirana, Liuciana Handoyo; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Sahrani, Riana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.32290.2025

Abstract

ABSTRAK Keluarga dengan latar belakang budaya patrilineal seperti suku Minang, Jawa dan Tionghoa menekankan bahwa tugas ayah adalah mencari nafkah, sedangkan tugas ibu adalah mengurus anak-anak dan rumah tangga. Sebagian besar wanita berpendidikan tinggi rela meninggalkan pekerjaan kantor dan mengambil keputusan menjadi ibu rumah tangga full-time (IRT penuh waktu), kembali kepada kodratnya sebagai seorang ibu. Peran seorang ibu rumah tangga sangat berpengaruh besar dalam menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. Seiring berjalannya waktu, IRT penuh waktu ini mengalami parental burnout karena rutinitas yang baru. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu parental burnout sebagai variabel bebas, kesejahteraan keluarga sebagai variabel terikat. Kedua variabel ini dimediasi oleh resiliensi. Parental burnout adalah sindrom kelelahan yang diakibatkan karena adanya stres kronis berlebihan dalam peran sebagai orang tua. Hal ini disebabkan oleh pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak yang tak kunjung selesai dalam keseharian. Akibatnya IRT penuh waktu akan merasakan kejenuhan, stres, juga sangat kelelahan secara fisik dan psikologis. Resiliensi adalah daya lenting dalam menghadapi kesulitan dan stres. Kesejahteraan keluarga adalah kesejahteraan emosional dan fisik di dalam sebuah keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Tiga instrumen alat ukur yang dipakai dalam penyusunan kuesioner penelitian ini adalah Parental Burnout Assessment (PBA), Subjective Well-Being for Mother (SWB-M) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Kuesioner dibagikan secara personal kepada 347 IRT penuh waktu yang sebelumnya pernah bekerja minimal enam bulan dan masih memiliki anak usia sekolah. Hasil penelitian ini adalah resiliensi terbukti sebagai mediator yang baik dalam membantu IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout mendapatkan subjective well-being. ABSTRACT Families with patrilineal cultural backgrounds such as the Minang, Javanese and Chinese emphasize that the father's duty is to earn a living, while the mother's duty is to take care of the children and the household. Many highly educated women are willing to leave office work and decide to return to their nature as a full-time mother. Mother’s role has a big influence in creating family happiness and prosperity. As time went by, full--time mother experienced parental burnout due to new routines. This research consists of three variables, parental burnout as independent variable and family well-being as dependent variable. These two variables are mediated by resilience. Parental burnout is a fatigue syndrome caused by excessive chronic stress in the role of mother. This is caused by household work and childcare that are never completed in daily life which results in boredom, stress and extreme physical and psychological exhaustion. Resilience is the ability to bounce back in overcoming difficulties and stress. Family well-being is the emotional and physical well-being in a family. This research will use quantitative methods. The three measuring instruments that will be included in the questionnaire of this research are Parental Burnout Assessment (PBA), Subjective Well-being For Mother (SWB-M) and Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Questionnaires will be distributed personally to 347 full-time mothers who previously have worked at least six months and still have school-aged children. This research proves that resilience is a good mediator for full-ftime mom who is experiencing parental burnout to gain subjective well-being.
PERAN RESILIENSI DAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF DALAM MEMPREDIKSI KEBIJAKSANAAN IRT PENUH WAKTU YANG MENGALAMI PARENTAL BURNOUT: Wisdom of Full-Time Housewives Experiencing Parental Burnout: Resilience and Subjective Well-Being of Mothers as Predictors Sahrani, Riana; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Kirana, Liuciana Handoyo
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.3.305

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga (IRT) penuh waktu di Indonesia sering mengalami parental burnout akibat rutinitas yang berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu terhadap kebijaksanaan pada IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 347 IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Partisipan terdiri dari IRT penuh waktu yang masih dalam ikatan pernikahan dan memiliki setidaknya satu anak di bawah usia 18 tahun. Instrumen pengukuran yang digunakan meliputi Brief Self-Assessed Wisdom Scale untuk mengukur kebijaksanaan, Connor-Davidson Resilience Scale untuk mengukur resiliensi, dan Subjective Well-Being for Mother untuk mengukur kesejahteraan subjektif ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijaksanaan pada IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu untuk meningkatkan kebijaksanaan pada IRT yang mengalami parental burnout.
RESILIENSI: KUNCI SUKSES FULL-TIME MOM Kirana, Liuciana Handoyo; Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Riana Sahrani
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33643

Abstract

The role of a mother has a big influence in creating family happiness and prosperity. Most highly educated women are willing to leave office jobs and decide to become full-time mothers. However, as time went by, this full-time moms experienced parental burnout because of the new routine. Parental burnout is a fatigue syndrome caused by excessive chronic stress in carrying out one's role. This is caused by household work and childcare that are never completed in everyday life. As a result, full-time moms will feel physically and psychologically bored and exhausted. Resilience is resilience in facing challenges. Full-time moms who have resilience will be able to face parental burnout and achieve family well-being. Family well-being includes emotional and physical well-being within a family. The intervention in the form of a psychoeducational webinar with the theme "RESILIENCE: THE KEY TO FULL-TIME MOM SUCCESS" aims to open insight and provide knowledge to full-time moms who can have resilience in dealing with feelings of parental burnout and become strong mothers. Full-time moms will be equipped with the concept of self-resilience to increase resilience using the online webinar method via zoom media. The results of the difference test between pre-test and post-test scores show a high significant comparison, so it can be concluded that the psychoeducational webinar in Community Service is said to be effective because of the high percentage difference in the knowledge that participants have between before and after attending this webinar. ABSTRAK Peran seorang ibu sangat berpengaruh besar dalam menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. Sebagian besar wanita berpendidikan tinggi rela meninggalkan pekerjaan kantor dan mengambil keputusan menjadi ibu rumah tangga (IRT) penuh waktu. Namun seiring berjalannya waktu, IRT penuh waktu ini mengalami parental burnout karena rutinitas yang baru. Parental burnout adalah sindrom kelelahan yang diakibatkan oleh stres kronis berlebihan dalam menjalankan peran. Hal ini disebabkan oleh pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak yang tak kunjung selesai dalam keseharian. Akibatnya IRT penuh waktu akan merasakan kejenuhan serta kelelahan secara fisik dan psikologis. Resiliensi adalah daya lenting dalam menghadapi tantangan. IRT penuh waktu yang memiliki resiliensi maka akan dapat menghadapi parental burnout dan mencapai kesejahteraan keluarganya. Kesejahteraan keluarga mencakup kesejahteraan emosional dan fisik di dalam sebuah keluarga. Intervensi dalam bentuk webinar psikoedukasi dengan tema “RESILIENSI: KUNCI SUKSES FULL-TIME MOM” bertujuan untuk membuka wawasan dan memberikan bekal pengetahuan kepada IRT penuh waktu dapat memiliki resiliensi dalam menghadapi perasaan parental burnout dan menjadi ibu yang tangguh. IRT penuh waktu akan diperlengkapi dengan konsep resiliensi diri untuk meningkatkan daya lenting dengan metode webinar secara daring melalui media zoom. Hasil uji perbedaan terhadap skor pre-test dan post-test menunjukkan perbandingan yang signifikan tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa webinar psikoedukasi dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dikatakan efektif karena perbedaan presentase yang tinggi tentang pengetahuan yang dimiliki peserta antara sebelum dan setelah mengikuti webinar ini.