Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proses Nyelabar dalam Tradisi Merariq: Analisis Etnografi Komunikasi pada Masyarakat Sasak Darmurtika, Linda Ayu; Sari, Nila; Embunsari, Nur; Jannah, Uzlifatul; Nasiroh, Nasiroh
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.31790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses Nyelabar dalam tradisi Merariq masyarakat Sasak melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan fokus pada analisis etnografi komunikasi. Literatur yang digunakan berasal dari basis data terindeks Scopus, DOAJ, dan Google Scholar dengan rentang waktu publikasi antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses Nyelabar merupakan praktik komunikasi budaya yang kompleks, yang melibatkan komunikasi verbal dan nonverbal sebagai sarana membangun kesepahaman, menjaga keharmonisan, dan memperkuat identitas kultural antar keluarga calon mempelai. Tokoh-tokoh budaya seperti mediator, keluarga, serta tokoh adat dan agama memainkan peran penting dalam menjaga keutuhan nilai-nilai lokal selama proses berlangsung. Namun demikian, muncul tantangan signifikan akibat perubahan sosial dan perbedaan pola komunikasi antar generasi, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital. Kondisi ini mengindikasikan terjadinya pergeseran dalam pemaknaan dan representasi komunikasi tradisional, yang berpotensi menyebabkan distorsi makna serta penurunan apresiasi terhadap nilai-nilai adat. Temuan ini mengungkap kesenjangan dalam studi-studi sebelumnya, yaitu minimnya kajian mendalam terkait dinamika komunikasi antar generasi dalam konteks Nyelabar. Oleh karena itu, kajian ini merekomendasikan pengembangan riset lanjutan dengan topik "Transformasi Norma Komunikasi Tradisional dalam Proses Nyelabar: Studi Etnografi Komunikasi Antar Generasi di Masyarakat Sasak" guna merumuskan strategi pelestarian komunikasi tradisional yang adaptif terhadap perubahan zaman.
MEMBANGUN KARAKTER DAN KECAKAPAN BERBAHASA MELALUI LITERASI PAGI BERBASIS PIDATO Maharani, Nabilla; Hardi, Rahmat Sulhan; Jannah, Lailatul; Komala, Yulia; Embunsari, Nur; Rupiarti, Riski Mini; Setiawan, Rudi; Syah, Yogi Darman; Mansurudin, Mansurudin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34912

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Tujuan kegiatan literasi pagi berbasis pidato pada siswa tingkat MA adalah untuk meningkatkan kecakapan berbahasa sekaligus membangun karakter siswa melalui pembiasaan berbicara di depan umum. Kegiatan literasi pagi berbasis pidato ini dilakukan di MA NW Keruak yang berada di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara umum, waktu kegiatan dilakukan secara rutin setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai dengan melibatkan seluruh siswa secara bergiliran. Kegiatan literasi pagi berbasis pidato diikuti oleh siswa-siswi dari setiap kelas dengan pendampingan guru sebagai fasilitator. Kegiatan ini didasarkan atas kondisi siswa yang cenderung masih memiliki kepercayaan diri rendah serta keterampilan berbicara yang belum optimal. Guru-guru juga mengalami hambatan dalam menggerakkan siswa untuk aktif dalam kegiatan literasi, khususnya berbicara di depan umum. Padahal, siswa memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa agar terbiasa menyampaikan gagasan secara runtut, percaya diri, dan bertanggung jawab. Hasil evaluasi dari kegiatan ini berupa peningkatan keberanian siswa dalam berbicara, keterampilan menyusun naskah pidato, serta terbentuknya budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kata kunci: Karakter; Kecakapan Bahasa; Literasi Pagi; Pidato. ABSTRACTWrite The purpose of the morning literacy activity based on speeches for high school students is to improve language skills and build character through public speaking practice. This morning literacy activity based on speeches is carried out at MA NW Keruak, located in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. In general, the activity is carried out routinely every morning before classes begin, involving all students in turns. The morning literacy activity based on speeches is attended by students from each class with the assistance of teachers as facilitators. This activity is based on the condition of students who tend to have low self-confidence and suboptimal speaking skills. Teachers also experience obstacles in motivating students to be active in literacy activities, especially speaking in public. In fact, students have enormous potential for development. This activity is expected to encourage students to get used to expressing their ideas coherently, confidently, and responsibly. The evaluation results of this activity show an increase in students' courage in speaking, their speech writing skills, and the formation of a sustainable literacy culture in the school environment. Keywords: Character; Language Profiency; Morning Literacy; Speech.