Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUATION OF SMART BRANDING TANJUNGPINANG SMART CITY STRATEGY DEVELOPMENT : EMOTIONAL, FUNCTIONAL, AND SMARTNESS VALUE Gemilang, Reza; Sholeh, Chaereyranba; Firman, Firman; Azizi, Okky Rizki
Journal Analytica Islamica Vol 14, No 1 (2025): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v14i1.25128

Abstract

Tanjungpinang is one of 100 cities designated as Smart City pilot cities by the Government of the Republic of Indonesia. To support this initiative, Tanjungpinang City Government then developed Tanjungpinang Smart City Masterplan, which is directly supervised by the Ministry of Communication and Information. One of the strategies that the Tanjungpinang City Government must develop as part of this masterplan is a Smart Branding strategy that focuses on the image and brand of Tanjungpinang City. This research evaluates the development of Tanjungpinang City's Smart Branding strategy based on three core values: (1) Emotional, (2) Functional, and (3) Smartness according to the Grebosz-Krawczyk (2021) framework. The research is qualitative in nature, using a case study approach conducted in Tanjungpinang City, with data collection through interviews, observations, and literature reviews. After the data was collected, it was analyzed following the processes of reduction, display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the Smart Branding strategy for the city of Tanjungpinang follows three main strategies, namely (1) Smart Tourism & Seaport, (2) Tanjungpinang Investment Lounge, and (3) Smart Landmark, which are collectively outlined into 17 work programs. In terms of emotional value, cultural and thematic tourism activities are conducted to strengthen the city's image; however, the lack of direct community involvement is considered a possible improvement. In terms of functional value, the work programs implemented by the City Government demonstrate consideration and objectives to provide easy access to services for tourists and investors; however, further consideration is needed to accommodate the impact of activities on socio-environmental aspects. The value of intelligence itself can be found in the development of software such as e-Tourism and the OSS portal, as well as Green Building initiatives. In its development, the Tanjungpinang City Government must ensure that the utilization of ICT, interoperability, innovation, and sustainability can be achieved. This study ultimately identified weaknesses, namely a top-down approach and minimal community participation, which could potentially reduce community acceptance of the brand and lead to rejection. Therefore, this study recommends that the Tanjungpinang City Government strengthen community participation mechanisms, realign the use and application of technology with local needs, and ensure the appropriateness of economic, social, and environmental objectives to ensure the strength of Tanjungpinang City's Smart Branding identity.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP LINGKUNGAN YANG RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK (RPPA) DI KELURAHAN SEI JANG KOTA TANJUNGPINANG Intan, Dian Mustika; Ammelia, Euis; Gemilang, Reza
Jurnal Sosial & Abdimas Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/ztpq0f46

Abstract

Kelurahan ramah perempuan dan peduli anak (KRPPA) merupakan kelurahan yang menselaraskan sudut pandang gender dan hak dalam kepemerintahan. Salah satu Kelurahan tersebut adalah Kelurahan Sei Jang yang berada di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Relawan SAPA (Sahabat Perempuan dan Peduli Anak) adalah orang-orang yang memiliki kepedulian dan berperan aktif terkait dengan kesetaraan gender. Walaupun demikian, kesadaran Masyarakat terhadap peran SAPA dan hak Perempuan dan anak masih belum optimal. Kegiatan sosialisasi ini kemudian dilakukan untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan sosialisasi terhadap masyarakat di Kelurahan Sei Jang. Kegiatan dilakukan pada hari Kamis, 24 Oktober 2024 terhadap 30 anggota perwakilan berbagai instansi di Kelurahan Sei Jang. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan terhadap pemahaman akan peran SAPA dan hak perempuan yang ditunjukkan melalui hasil pre tes dan pos tes. Peningkatan dilihat dari berubahnya nilai rata-rata pre tes dan pos tes dari sebelumnya 54,67 ke 82. Oleh karena itu, kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi ini berhasil dalam meningkatkan pemahaman masyarakat.
Literasi Media: Mengenal Modus TPPO dan Pencegahan di SMK 2 Kota Tanjungpinang Poti, Jamhur; Arianto, Bismar; Idiani, intan; Ammelia, Euis; Gemilang, Reza
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7656

Abstract

Dalam era digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan maraknya penyalahgunaan media sosial, literasi media menjadi krusial, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kondisi ini diperparah karena Kepulauan Riau (Kepri) yang telah diidentifikasi sebagai salah satu "pintu masuk-pintu keluar" utama TPPO di Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis siswa SMK terhadap modus TPPO yang memanfaatkan teknologi digital dan sektor pariwisata. Mitra pengabdian dalam kegiatan ini adalah SMK Negeri 2 Kota Tanjungpinang, sebuah sekolah kejuruan yang siswanya berada dalam kelompok usia produktif dan rentan terhadap tawaran kerja palsu di media digital. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan sosialisasi yang bersifat partisipatif dan interaktif, meliputi ceramah, sesi tanya jawab, studi kasus, dan simulasi, dengan menghadirkan narasumber ahli dari Kejaksaan Negeri Bintan dan akademisi. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada siswa dibandingkan Asesmen Awal dan pretest, di mana mayoritas peserta kini mampu mengidentifikasi tanda-tanda penipuan daring dan indikator TPPO, membuktikan efektivitas program dalam membentuk kesadaran kritis yang dibutuhkan di era digital