Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa pada materi penjumlahan pada kelas II di UPT SDI Bontoala 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media ular tangga dua dimensi terhadap kemampuan numerasi siswa di UPT SDI Bontoala 1 Kecamatan palangga Kabupaten Gowa, Sulawei Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain Non- equivalent control group desain. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen sebanyak 32 siswa dan kelas control sebanyak 32 siswa. Instrument penelitian ini adalah tes kemampuan numerasi, lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa sebelum menggunakan media ular tangga dua dimensi pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 44,22 berada pada kategori rendah dan setelah menggunakan media ular tangga dua dimensi nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 76,56 berada pada kategori sedang. Sementara itu, pada kelas kontrol nilai rata-rata pretest sebesar 47,81 berada pada kategori rendah dan nilai rata-rata posttest sebesar 67,87 berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil uji independent samples test inferansial di peroleh nilai signifikansi > 0,05. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa data kedua kelas bersifat homogen dengan nilai signifikansi sebesar 0,534 > 0,05. Selanjutnya, hasil uji hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa nilai signifikansi < 0,05, sehingga terdapat pengaruh penggunaan media ular tangga dua dimensi terhadap kemampuan numerasi siswa. Berdasarkan hasil yang di peroleh dapat di ambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media ular tangga dua dimensi terhadap kemampuan numerasi siswa pada mata pelajaran matematika di UPT SDI Bontoala 1.