Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION AS AN INSTRUMENT FOR PREVENTING SEXUAL VIOLENCE IN EDUCATIONAL INSTITUTIONS: A LEGAL AND CHARACTER EDUCATION PERSPECTIVE Ramadhan, Muhammad; Iskandar, Syah; Mahmudi; Muhammad
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.928

Abstract

This study explores the strategic role of Islamic Religious Education (IRE) in preventing sexual violence within educational institutions. Using a qualitative descriptive approach, the research draws upon interviews with educators, students, and school leaders, supported by analysis of relevant legal and religious documents. Findings indicate that IRE contributes significantly to shaping students' moral consciousness, emphasizing values such as self-respect, social boundaries, and mutual care as taught in Islamic ethics. These values are in line with Indonesia’s Law No. 12 of 2022 on the Crime of Sexual Violence (UU TPKS), highlighting IRE's potential as a legal and moral safeguard. The integration of IRE with a child-protection framework, along with teacher training and the development of context-sensitive learning materials, strengthens its preventive capacity. Moreover, effective prevention demands collaboration between schools, families, communities, and government stakeholders to ensure a safe learning environment. The study concludes that optimizing IRE’s preventive role requires a holistic educational model that is responsive to social issues, grounded in Islamic ethical teachings, and embedded in inclusive curriculum policies. This research contributes to the discourse on value-based education and offers actionable insights for educators and policymakers aiming to combat sexual violence through religious pedagogy. Penelitian ini mengeksplorasi peran strategis Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pencegahan kekerasan seksual di lembaga pendidikan. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini didasarkan pada wawancara dengan pendidik, peserta didik, dan pimpinan sekolah, serta analisis dokumen hukum dan keagamaan yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa PAI berkontribusi secara signifikan dalam membentuk kesadaran moral peserta didik, dengan menekankan nilai-nilai seperti penghormatan terhadap diri sendiri, batasan sosial, dan kepedulian terhadap sesama sebagaimana diajarkan dalam etika Islam. Nilai-nilai ini sejalan dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), yang menegaskan potensi PAI sebagai perangkat perlindungan moral dan hukum. Integrasi PAI dengan kerangka perlindungan anak, pelatihan guru, serta pengembangan materi ajar yang kontekstual memperkuat kapasitas preventifnya. Lebih lanjut, pencegahan yang efektif membutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. Studi ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran PAI dalam pencegahan kekerasan seksual memerlukan model pendidikan yang holistik, responsif terhadap isu sosial, berlandaskan pada ajaran etika Islam, dan tertuang dalam kebijakan kurikulum yang inklusif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap diskursus pendidikan berbasis nilai dan menawarkan wawasan aplikatif bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam upaya menanggulangi kekerasan seksual melalui pedagogi keagamaan.
Sinergi Perguruan Tinggi Dalam Pendampingan Dosen Pemula Untuk Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi Muhammad, Muhammad; Zulfikar; Iskandar, Syah; Ayunda, Desy Sary; Haekal, T.M
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 5 No. 1 (2025): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v5i1.540

Abstract

The limited academic writing skills of early-career lecturers remain a major challenge in improving the quality and quantity of scientific publications in Islamic higher education institutions. This community service program aimed to enhance the ability to write Islamic-oriented scientific articles through collaboration between Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) and the State Institute for Islamic Studies (IAIN) Takengon. The program involved 10 early-career lecturers who participated in a three-day offline training followed by two weeks of online mentoring. The method employed included intensive workshops, structured writing practice, and evaluative mentoring by senior lecturers. The results showed significant improvement, with 83% of participants able to produce articles that met the standards of nationally accredited journals. A total of 8 articles were successfully completed and submitted, with 5 articles accepted and published in SINTA 4-5 journals, while 3 others are still under review. This program also facilitated the formation of a cross-campus writing group committed to ongoing academic collaboration. These findings indicate that inter-institutional collaboration combined with a mentoring approach is effective in strengthening the scientific writing capacity of early-career lecturers in Islamic universities. Keywords: Collaboration, Early-Career Lecturers, Academic Writing, Publication, Islamic Higher Education Rendahnya kemampuan menulis ilmiah dosen pemula menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi di perguruan tinggi Islam. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis artikel ilmiah berwawasan Islam melalui kolaborasi antara Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon. Kegiatan diikuti oleh 10 dosen pemula yang mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari secara luring dan dilanjutkan dengan pendampingan daring selama dua minggu. Metode yang digunakan mencakup pelatihan, praktik menulis artikel secara bertahap, serta mentoring evaluatif oleh dosen senior. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 83% peserta mampu menyusun artikel sesuai standar jurnal nasional terakreditasi. Sebanyak 8 artikel berhasil ditulis dan diajukan, dengan 5 artikel telah diterima dan terbit di jurnal SINTA 4-5, sementara 3 artikel lainnya masih dalam proses review. Program ini juga menghasilkan kelompok penulis lintas kampus yang berkomitmen melanjutkan kolaborasi akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antarinstitusi dengan pendekatan mentoring efektif dalam meningkatkan kapasitas penulisan ilmiah dosen pemula di lingkungan perguruan tinggi Islam. Kata kunci: Kolaborasi, Dosen Pemula, Penulisan Ilmiah, Publikasi, Perguruan Tinggi Islam    
Penerapan Teknologi Pemisahan Limbah Padat dan Cair pada Kandang Kambing untuk Mendukung Peternakan Ramah Lingkungan Iskandar, syah; Mahyu Danil; Ivvon Septina Bella
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i2.25191

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha ternak kambing melalui penerapan teknologi pemisahan limbah padat dan cair, penguatan manajemen kelompok, serta strategi pemasaran modern di Gampong Blang Beruru. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi sanitasi kandang yang buruk, pencampuran limbah ternak, dan keterbatasan kapasitas pengelolaan usaha. Program dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi pemisahan limbah, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan dengan partisipasi aktif kelompok ternak setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem kandang panggung dan pemisahan limbah menciptakan lingkungan ternak yang lebih bersih dan sehat, mengurangi pencemaran tanah dan air, serta meningkatkan kesehatan hewan. Limbah yang diolah menjadi pupuk organik memberikan nilai tambah ekonomi, sementara pencatatan keuangan, struktur organisasi yang diperkuat, dan pemasaran digital memperluas akses pasar serta membangun kepercayaan konsumen. Penguatan kelembagaan melalui penyusunan SOP dan modul pelatihan tidak hanya mendukung keberlanjutan program, tetapi juga membuka peluang replikasi di wilayah lain. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna, yang dipadukan dengan pembinaan partisipatif, mampu menciptakan sistem peternakan yang produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.