Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN PENGOLAHAN JAMUR TIRAM MENJADI KRIPIK JAMUR TIRAM DI DESA LEBAH SEMPAGE Lale Fichear Neoningratheof; Mardiah, Al Aina Ul; Aeni, Yuli; Dewi, Cindra; Putri, Nabilah Tsabitah; Fitriani, Fitriani; Ramadhan, Anugrah; Putra, Sonny Manggala; Hamdi, M. Faizin Ilham; Dinata, Lalu Alfito; Alamsyah, Ahmad
Jurnal Wicara Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v3i3.6749

Abstract

Lebah Sempage Village is rich in crops, especially from plantations, agriculture, livestock, and natural beauty. One of the products produced is oyster mushroom chips, which has been cultivated since 2016 by the Women Farmers Group (KWT) by utilizing sawdust waste. However, the number of oyster mushroom processors is decreasing because many choose to sell them directly to collectors. To overcome this, an innovative participatory based training was held with the aim of motivating the community to be more creative in processing crops, especially oyster mushrooms. This training succeseded in changing mindsets, improving skills, and encouraging community independence in managing oyster mushroom products.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH DAUN KOPI MENJADI TEH HERBAL DI DESA LEBAH SEMPAGA, NARMADA, KABUPATEN LOMBOK BARAT Lale, Lale Fichear Neoningratheof; Mardiah , Al Aina Ul; Aeni, Yuli; Putri, Nabilah Tsabitah; Ramadhan, Anugrah; Alamsyah, Ahmad; Hamdi, M. Faizin Ilham; Putra, Sonny Manggala
Jurnal Bakti Nusa Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v6i1.136

Abstract

ABSTRACT Training on processing coffee leaf waste into herbal tea in Lebah Sempaga Village, Narmada, West Lombok Regency, aims to support tourism activities and improve the skills and knowledge of the community in managing abundant coffee leaf waste. So far, coffee leaf waste tends to be wasted, even though the potential for processing it into herbal tea has high economic value and is beneficial for health. This training includes various stages, starting from the collection of coffee leaves, sorting the separation of the stem from the leaves, washing in running water, drying process, roasting process, reducing coffee leaves (crushing), packaging herbal tea making into products. It is hoped that the results of this training can not only increase community income but also contribute to environmentally friendly waste management. In addition, this training emphasizes the importance of environmental sustainability and community awareness of the potential of natural resources around them.
PELATIHAN PENGOLAHAN JAMUR TIRAM MENJADI KRIPIK JAMUR TIRAM DI DESA LEBAH SEMPAGE Lale Fichear Neoningratheof; Mardiah, Al Aina Ul; Aeni, Yuli; Dewi, Cindra; Putri, Nabilah Tsabitah; Fitriani, Fitriani; Ramadhan, Anugrah; Putra, Sonny Manggala; Hamdi, M. Faizin Ilham; Dinata, Lalu Alfito; Alamsyah, Ahmad
Jurnal Wicara Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v3i3.6749

Abstract

Lebah Sempage Village is rich in crops, especially from plantations, agriculture, livestock, and natural beauty. One of the products produced is oyster mushroom chips, which has been cultivated since 2016 by the Women Farmers Group (KWT) by utilizing sawdust waste. However, the number of oyster mushroom processors is decreasing because many choose to sell them directly to collectors. To overcome this, an innovative participatory based training was held with the aim of motivating the community to be more creative in processing crops, especially oyster mushrooms. This training succeseded in changing mindsets, improving skills, and encouraging community independence in managing oyster mushroom products.
Upaya Sekolah Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Untuk Mengatasi Terjadinya Perilaku Bullying di SMP Negeri 13 Mataram Putra, Sonny Manggala; Haslan, Muhammad Mabrur; Hadi, M. Samsul
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/amzm6g33

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya sekolah dalam penguatan pendidikan karakter untuk mengatasi terjadinya perilaku bullying serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat di SMP Negeri 13 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam fenomena upaya penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber, waktu, dan teknik, dengan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan berbagai upaya strategis dalam penguatan pendidikan karakter yang terbukti efektif menekan angka bullying, meliputi program dan kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai landasan kebijakan yang memperkuat tata tertib berbasis nilai; penerapan Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) yang berhasil menciptakan iklim sekolah lebih ramah dan positif; integrasi nilai karakter dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran PPKn yang efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya bullying dan pentingnya toleransi; workshop dan seminar anti-bullying dengan narasumber eksternal seperti kepolisian dan psikolog yang terbukti meningkatkan kesadaran kolektif warga sekolah; program sahabat karakter yang melibatkan siswa sebagai agen perubahan untuk mendeteksi dini potensi konflik; kampanye melalui media kreatif seperti poster dan video di media sosial yang berhasil mengkomunikasikan nilai-nilai anti-bullying secara visual; pelatihan bagi guru dan staf untuk menyamakan persepsi dalam penanganan kasus; serta kegiatan keagamaan (Imtaq) rutin yang memperkuat nilai religius dan empati siswa. Faktor pendukung keberhasilan ini terdiri atas komitmen pimpinan sekolah dan guru, kerja sama warga sekolah, serta dukungan orang tua, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu guru, kurangnya pemahaman sebagian pendidik tentang pendidikan karakter, serta kurangnya perhatian orang tua siswa secara langsung. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan pendidikan karakter berperan penting dalam membentuk perilaku positif siswa dan menekan bullying, dengan implikasi praktis bahwa sekolah perlu secara berkala mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas guru dalam pengintegrasian nilai karakter serta mengoptimalkan program parenting yang melibatkan orang tua secara lebih intensif guna menciptakan sinergi antara pendidikan di sekolah dan di rumah, sehingga keberhasilan upaya ini menuntut kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.