Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Permainan Kartu Sila sebagai Alternatif Media Pembelajaran Mata Pelajaran PPKn Kelas IV Di SD N Pujiharjo Rendi anggara; Auliya Al Fakhri; Sandra Febri Prabekti
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan media permainan kartu sila sebagai alternatif media pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di kelas IV SD N Pujiharjo. Permainan kartu sila dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan bermain sambil belajar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan kartu sila dapat meningkatkan keterlibatan aktif siswa, memperkuat ingatan terhadap materi, serta menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. "Anak-anak belajar paling baik ketika mereka aktif dan menikmati prosesnya."
PERSEPSI GURU TERHADAP KEBIJAKAN SISTEM ZONASI PADA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU Mutmainah Puspa Dewi; Deny Apriyani Juhri; Putry Nabillah Ramadhani; Angela Putri; Auliya Al Fakhri; Nurul Fauziah
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan strategi pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses dan mutu pendidikan di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru terhadap pelaksanaan kebijakan zonasi, khususnya di SD Negeri 1 Patoman, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyebaran kuesioner, observasi, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap kebijakan zonasi tergolong positif, dengan nilai rata-rata 2,99 pada skala Likert 4 poin. Dimensi dengan skor tertinggi adalah harapan dan masukan (86,75%), sedangkan kualitas pendidikan memperoleh skor terendah (65,00%). Guru menilai bahwa kebijakan zonasi efektif dalam memperluas akses pendidikan, namun belum sepenuhnya mewujudkan pemerataan kualitas antar sekolah. Kendala utama meliputi ketimpangan sarana, distribusi tenaga pendidik, dan resistensi masyarakat. Guru berharap adanya peningkatan kapasitas, transparansi kebijakan, serta kolaborasi antar pihak untuk memperkuat pelaksanaan zonasi yang adil dan berkelanjutan.