Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH LOGAM BERAT (Kadmium, Kromium, dan Timbal) TERHADAP PENURUNAN BERAT BASAH KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica Forsk) SEBAGAI BAHAN PENYULUHAN BAGI PETANI SAYUR Deny Apriyani Juhri
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 2, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : Lembaga Penelitian UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v2i2.708

Abstract

KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN DASAR Muhammad Naufal Aziz; Deny Apriyani Juhri; Haliza Faroka; Nabila Fazlintia Putri; Untszaa Unzilla; Suwarsih
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar melalui kajian pustaka terhadap berbagai penelitian relevan tahun 2019–2025. Dengan menggunakan metode kualitatif studi pustaka, hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal berpengaruh positif terhadap peningkatan literasi sains, keterampilan proses, serta pembentukan karakter dan identitas budaya siswa. Kearifan lokal berfungsi sebagai konteks pembelajaran yang konkret dan bermakna, menjembatani konsep sains dengan pengalaman sosial-budaya peserta didik. Model konseptual yang dihasilkan menempatkan kearifan lokal sebagai konteks awal pembelajaran, proses berbasis ethnoscience sebagai penggerak, dan hasil belajar serta karakter siswa sebagai keluaran. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan kompetensi guru dan panduan kurikulum, pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal sejalan dengan arah Kurikulum Merdeka dan berkontribusi terhadap pembentukan Profil Pelajar Pancasila yang berkarakter, bernalar kritis, dan beridentitas budaya Indonesia.
IMPLEMENTASI LINGKUNGAN BELAJAR RAMAH LINGKUNGAN DI SEKOLAH ADIWIYATA UPT SD NEGERI 1 PATOMAN Fifi Aleyda Yahya; Deny Apriyani Juhri; Revina Anessa Putri; Aina Putri Vanessa; Mita Anggraini Putri; Dimas Pratama; Fatimatus Zahro
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi lingkungan belajar ramah lingkungan di sekolah Adiwiyata dengan fokus pada kebijakan, partisipasi warga sekolah, dan pengelolaan sarana prasarana. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data diperoleh melalui angket kepada 22 responden yang terdiri atas guru dan siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat implementasi program berada pada kategori sangat baik, dengan nilai rata-rata 3,65 dan standar deviasi 0,12. Seluruh responden menunjukkan tingkat persetujuan tinggi terhadap indikator kebijakan dan praktik ramah lingkungan. Penerapan program Adiwiyata terbukti berkontribusi terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan, peningkatan partisipasi siswa, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem sekolah. Temuan penelitian ini memperkuat hasil kajian terdahulu dan menunjukkan bahwa lingkungan belajar ramah lingkungan berperan penting dalam mewujudkan pendidikan berkelanjutan di sekolah dasar.
INOVASI GURU: MENGINTEGRASIKAN DEEP LEARNING DENGAN EKSPERIMEN VISUAL DI KELAS Lailatul Fadilah; Deny Apriyani Juhri; Fitria Alfiani; Declara Puspameta Susilo; Dede Jaoharoh; Tegar Saputra; Reni Kartika Putri
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk inovasi guru dalam mengintegrasikan deep learning dengan eksperimen visual di kelas sebagai upaya mewujudkan pembelajaran yang mendalam, adaptif, dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Pringsewu pada bulan September hingga Desember 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi nonpartisipan terhadap guru dan siswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan lima dimensi utama inovasi guru, yaitu: performa guru dalam pembelajaran berbasis deep learning, integrasi visual dalam pembelajaran, inovasi strategi instruksional, penerapan deep learning di kelas, dan pemantauan perilaku guru serta siswa. Integrasi deep learning dengan eksperimen visual terbukti mampu meningkatkan keterlibatan kognitif, memperkuat pemahaman konseptual, dan menciptakan interaksi belajar yang lebih bermakna. Penelitian ini menegaskan bahwa guru berperan sebagai inovator pembelajaran yang mampu menggabungkan kecerdasan buatan dengan kreativitas pedagogis untuk mengembangkan pembelajaran abad ke-21.
PERSEPSI GURU TERHADAP PENERAPAN DEEP LEARNING DI SEKOLAH DASAR Akbar Almaaruf; Deny Apriyani Juhri; Dyah Ayu; Hengki Pangestu; Linda Nurmalasari; Melani Fathul Inayah
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru sekolah dasar terhadap penerapan pendekatan Deep Learning di UPT SD Negeri 1 Ambarawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap penerapan Deep Learning karena dinilai relevan dengan karakteristik siswa sekolah dasar dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Namun, pemahaman guru terhadap konsep ini masih terbatas pada tataran konseptual dan belum sepenuhnya terimplementasi dalam praktik pembelajaran. Hambatan utama yang dihadapi guru meliputi kurangnya pelatihan, keterbatasan dukungan kelembagaan, serta minimnya sumber daya dan pendampingan berkelanjutan. Meskipun demikian, guru menilai bahwa Deep Learning mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan jika diintegrasikan secara tepat. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berbasis praktik, kolaborasi profesional, serta dukungan kebijakan yang berorientasi pada inovasi pembelajaran agar penerapan Deep Learning dapat berjalan efektif di sekolah dasar.
PERSEPSI GURU TERHADAP KEBIJAKAN SISTEM ZONASI PADA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU Mutmainah Puspa Dewi; Deny Apriyani Juhri; Putry Nabillah Ramadhani; Angela Putri; Auliya Al Fakhri; Nurul Fauziah
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan strategi pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses dan mutu pendidikan di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru terhadap pelaksanaan kebijakan zonasi, khususnya di SD Negeri 1 Patoman, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyebaran kuesioner, observasi, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap kebijakan zonasi tergolong positif, dengan nilai rata-rata 2,99 pada skala Likert 4 poin. Dimensi dengan skor tertinggi adalah harapan dan masukan (86,75%), sedangkan kualitas pendidikan memperoleh skor terendah (65,00%). Guru menilai bahwa kebijakan zonasi efektif dalam memperluas akses pendidikan, namun belum sepenuhnya mewujudkan pemerataan kualitas antar sekolah. Kendala utama meliputi ketimpangan sarana, distribusi tenaga pendidik, dan resistensi masyarakat. Guru berharap adanya peningkatan kapasitas, transparansi kebijakan, serta kolaborasi antar pihak untuk memperkuat pelaksanaan zonasi yang adil dan berkelanjutan.
KAJIAN LITERATUR: KESIAPAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN IPA DENGAN PENDEKATAN FENOMENA ALAM DI SEKOLAH DASAR Shofi Shalsabila; Deny Apriyani Juhri
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers' readiness to implement science learning using the natural phenomena approach in elementary schools is crucial for creating effective and appropriate learning experiences. This method focuses on students' direct experiences with real-life events, making it crucial for teachers to possess the appropriate knowledge, skills, and attitudes. However, some teachers experience various challenges such as a lack of resources, training, and understanding of this approach. This study aims to identify factors influencing teacher readiness and provide suggestions for training and facilitation strategies. The results demonstrate the importance of developing practical skills for teachers so that natural phenomena-based science learning can significantly improve student creativity, motivation, and learning outcomes.
Sosialisasi Makna Belajar dan Pembelajaran pada Guru Sekolah Dasar Muhammadiyah Pringsewu Afri Mardicko; Fatahillah, Fatahillah; Santi Hendayani; Deny Apriyani Juhri
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 03 (2026): ISSUE FEBRUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru Sekolah Dasar Muhammadiyah Pringsewu tentang Student-Centered Learning (SCL), menjawab rendahnya kemampuan merancang pembelajaran bermakna (70-90% guru). Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif, workshop penyusunan RPP berbasis SCL (contoh PBL Matematika), dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman konsep SCL dan evaluasi formatif naik 42% (skor rata-rata 54 ke 77). Seluruh peserta (6 guru) langsung mengimplementasikan PBL dalam IPA/Matematika. Teridentifikasi kebutuhan pendampingan lanjutan untuk evaluasi formatif (30% guru). Kendala utama adalah durasi workshop terbatas sehingga penyusunan RPP belum optimal. Simpulan kegiatan mengonfirmasi pendekatan kolaboratif efektif meningkatkan kompetensi pedagogik. Direkomendasikan meliputi workshop lanjutan durasi panjang, pendampingan rutin sekolah, dan pengembangan modul kolaboratif FKIP UMPRI-SDN. Dampak jangka panjangnya tercipta lingkungan belajar inklusif, motivasi siswa meningkat, dan sinergi teori-praktik di Sekolah Dasar.