Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN TRANSFORMASI DIGITAL SEKOLAH DASAR DALAM RANGKA MEWUJUDKAN TARGET SDGS PENDIDIKAN BERKUALITASDI SDN LEBAKWANGI BOGOR Marisa; Tepati Hak Kewajiban; Siti Muyaroah; Izzul Fatawi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v6i1.6445

Abstract

This community service program aimed to accelerate the digitalisation of learning at SDN Lebakwangi through strengthening human resource capacity and information and communication technology (ICT) infrastructure. Before program implementation, a needs assessment was conducted involving 18 teachers to identify the school's initial conditions. The findings revealed a relatively high level of digital device ownership, with 16 teachers owning smartphones and 13 owning laptops. However, the integration of ICT into teaching and learning remained limited; 72.2% of teachers reported using technology only occasionally due to internet quota constraints. Approximately 72% of respondents relied on personal mobile data with network quality insufficient for video-based learning, while only 27% had access to the school’s Wi-Fi network. Teachers’ digital literacy competencies varied, with most falling within the moderate to high categories, although several teachers still demonstrated very low levels of digital competence. These findings served as the basis for implementing a differentiated training strategy. The analysis also indicated that technology use was predominantly focused on presentation tools such as Canva, PowerPoint, and YouTube (77%), whereas the utilization of interactive platforms, including learning management systems (LMS) and digital assessment applications, remained low (16%). Furthermore, 88.8% of teachers expressed a preference for hands-on training. Based on these findings, the community service team designed a program tailored to the partner school's needs to support sustainable digital transformation in learning.
Penguatan Literasi Mitigasi Bencana dan Ketahanan Sanitasi melalui Pendekatan Multi-Grade Lintas Generasi di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang Mudayat Mudayat; Andayani Andayani; Tepati Hak Kewajiban; Ichwan Ichwan; Izzul Fatawi; Heri Kurniawan; Elang Krisnadi; Eka Wirajuang Daurrohmah; Ikhsan Ikhsan; Muhammad Daud
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): January-April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v6i1.2082

Abstract

Sekumur Village, Sekerak District, Aceh Tamiang Regency is a highly vulnerable area to flash floods and acute environmental sanitation problems. The hydrometeorological disaster at the end of 2025 destroyed almost all residential infrastructure, leaving approximately 300 households in extreme emergency conditions with minimal access to clean water and basic sanitation facilities. This Community Service Program (PkM) aims to strengthen disaster mitigation literacy and community sanitation resilience through an intergenerational multi-grade approach involving children, adolescents, parents, and the elderly. Methods applied include Participatory Rural Appraisal (PRA)-based participatory education, family hygiene kit distribution, psychosocial intervention through trauma-informed pedagogy, and communal asset governance assistance. The program is implemented over ten months (February–November 2026) through four systematic phases. Expected outcomes include enhanced community knowledge on disaster mitigation and healthy sanitation practices, sustainable formation of clean and safe living behaviors, and the establishment of a replicable intergenerational community education model for other disaster-prone areas
Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Islam Kreatif Kabupaten Cianjur melalui Pelatihan Numerasi Berbasis Kearifan Lokal Cianjur dalam Mendukung Kurikulum Merdeka Nia Jusniani; Hertin Nopianti; Dwi Fitra Arreski; Tepati Hak kewajiban
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.2.2025.615

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai respon terhadap kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran numerasi yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka. Mitra kegiatan adalah Sekolah Dasar Islam Kreatif Kabupaten Cianjur dengan jumlah peserta sebanyak 27 guru. Permasalahan yang dihadapi meliputi rendahnya pemanfaatan sumber belajar digital, minimnya soal numerasi kontekstual yang relevan dengan budaya lokal, serta terbatasnya implementasi pembelajaran numerasi berbasis konteks di kelas. Kegiatan PKM dilaksanakan selama dua bulan (Agustus–September 2024) melalui tiga tahapan utama, yaitu pelatihan akses sumber belajar digital, lokakarya penyusunan soal numerasi berbasis kearifan lokal Cianjur, dan implementasi pembelajaran numerasi kontekstual di kelas. Metode pelaksanaan dirancang secara partisipatif dan berorientasi pada praktik langsung agar sesuai dengan kebutuhan nyata guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam mengakses sumber belajar daring, menyusun soal berbasis konteks lokal, dan menerapkannya dalam pembelajaran. Dampaknya terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa, relevansi materi ajar, serta kepercayaan diri guru dalam berinovasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara kontekstual dan berkelanjutan di tingkat sekolah dasar.
Pemanfaatan Platform Media Berbasis YouTube dalam Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar: Persepsi, Kendala dan Implikasinya terhadap Pemahaman Belajar Reginata Aprillia Suryono; Tepati Hak Kewajiban
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 2 (2026): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/hkeq8388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemanfaatan media berbasis YouTube dalam pembelajaran siswa sekolah dasar, persepsi siswa sekolah dasar terhadap media tersebut, kendala yang dihadapi siswa sekolah dasar dalam menggunakan media tersebut, serta implikasinya terhadap pemahaman belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 14 siswa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform media berbasis YouTube mampu memberikan manfaat dan persepsi yang berbeda karena YouTube mampu menghasilkan visual yang menarik, sehingga memberikan persepsi dan manfaat belajar bagi siswa. Terdapat kendala yang dihadapi dalam menggunakan media berbasis YouTube, yaitu perangkat dan jaringan yang kurang memadai. Hasilnya, penggunaan YouTube disukai untuk menyampaikan materi, tetapi materi yang disampaikan oleh guru juga diminati. Namun, dapat disimpulkan bahwa YouTube merupakan media yang layak dan positif untuk digunakan dalam pembelajaran. This study aims to explain the use of YouTube-based media in elementary school students' learning, their perceptions of the media, the obstacles faced by elementary school students in using the media, and its implications for learning comprehension. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews and documentation. The subjects of this study were 14 elementary school students. The results show that the YouTube-based media platform can provide different benefits and perceptions because YouTube is able to produce attractive visuals, thus providing perceptions and learning benefits for students. There are obstacles faced in using YouTube-based media, namely inadequate devices and networks. As a result, the use of YouTube is preferred for delivering material, but material delivered by teachers is also of interest. However, it can be concluded that YouTube is a suitable and positive medium for use in learning.
Pendampingan Penyusunan Program Pelatihan Digitalisasi Sekolah Berbasis Profil Kompetensi dan Analisis Kebutuhan Suryo Prabowo; Mukti Amini; Nia Jusniani; Susy Puspitasari; Siti Muyaroah; Tepati Hak Kewajiban
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i1.3648

Abstract

School digitalization programs often encounter implementation challenges due to the absence of an accurate competency map of educators, resulting in capacity-building initiatives that are frequently misaligned with actual needs. This community service project aimed to assist school management in developing a draft of an adaptive technology training program based on empirical data. The program was implemented using a mixed diagnostic approach that combined the administration of an online digital readiness questionnaire with field validation through face-to-face focus group discussions. The activity involved all teaching staff of the partner school, consisting of twelve classroom teachers and one principal as active participants. The quantitative mapping results and qualitative confirmation revealed that, although teachers demonstrated a high level of ownership of personal digital devices, they faced significant challenges related to limited hardware storage capacity and difficulties in tracking revisions of administrative documents managed manually. Based on these identified issues, the project successfully formulated an official blueprint document for a school digitalization training program, which was jointly approved by the school management for future implementation. The primary benefits for the partner institution included the availability of a measurable staff capacity-development roadmap and increased collective awareness among teachers regarding the importance of transitioning toward cloud-based management systems. This community service initiative concludes that actively involving school stakeholders in diagnosing their internal needs can produce digitalization program designs that are more targeted, accurate, and widely accepted. The findings highlight the importance of data-driven planning as a foundation for sustainable school digital transformation.
A Proposed Instrument for Mapping Teacher Digital Competence: Design and Conceptual Framework Tepati Hak Kewajiban
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.5951

Abstract

The digital transformation in education has created an urgent need for reliable instruments to map Teacher Digital Competence (TDC), particularly for in-service K–12 teachers. This urgency is heightened by the demands of 21st-century pedagogy, which emphasizes technological proficiency to support effective, inclusive, and sustainable learning. This study aims to develop the conceptual design and initial structure of a comprehensive, multidimensional TDC mapping instrument. The proposed instrument suite consists of two main components: a quantitative survey and a qualitative semi-structured interview protocol, both constructed around five core dimensions of TDC: Digital Pedagogy and Learning Design, Digital Resource Management and Creation, Digital Assessment and Feedback, Professional Engagement and Collaboration in Digital Environments, and Ethical and Responsible Digital Citizenship in Education. The instrument development employed an extensive literature review approach, synthesizing insights from leading theoretical models, including DigCompEdu, INTEF, COMDID, and other contemporary research. The primary outcome of this research is a systematically structured TDC mapping instrument equipped with measurable and context-relevant indicators. It is designed to support a mixed-method research approach, enabling the collection of both quantitative and qualitative data for deeper analysis. Although the instrument is currently at the conceptual stage, it holds significant potential for application in TDC mapping studies, evaluations of professional development programs, and the formulation of data-driven educational policies. Further empirical validation is recommended prior to broader implementation
PENERAPAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION BERBANTUAN MEDIA MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Nia Jusniani; Erma Monariska; Tepati Hak Kewajiban
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apy2yp52

Abstract

Literasi matematis merupakan kompetensi fundamental yang menentukan kualitas pembelajaran matematika pada jenjang sekolah dasar. Namun, hasil studi internasional seperti PISA 2022 menunjukkan bahwa capaian literasi matematis siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD, yakni pada peringkat 68 dari 81 negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media manipulatif dalam meningkatkan literasi matematis siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pretest-posttest control group design yang melibatkan 64 siswa kelas V SD di Kabupaten Bogor yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa tes literasi matematis berbasis indikator PISA yang mencakup komponen merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan matematis. Hasil analisis menunjukkan peningkatan literasi matematis yang signifikan pada kelompok eksperimen dengan nilai N-Gain sebesar 0,65 (kategori sedang-tinggi) dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0,29. Uji Mann-Whitney menghasilkan nilai p = 0,001 (p < 0,05) yang mengkonfirmasi perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kontekstualisasi masalah matematika melalui situasi nyata dalam RME berbantuan media manipulatif secara efektif mendorong kemampuan berpikir matematis siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media manipulatif dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, khususnya dalam upaya meningkatkan literasi matematis siswa.