Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SOLUSI QURANI BAGI PENDERITA MENTAL DISORDER DALAM PERSPEKTIF TAFSIR ILMI LPMQ: Study Kasus Lembaga Nakhlah Global Consultant Nara Persada, Guntur; Huda, Ade Naelul; Haq, Ziyadul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8292

Abstract

Mental Disorder, Penanganan Gangguan Jiwa, Al-Qur'an Gangguan kesehatan mental adalah merupakan jenis penyakit kesehatan yang berhubungan dengan anatomi tubuh manusia. Di mana penyakit dan gangguan yang timbul sangat berkaitan erat dengan salah satu unsur terpenting dalam diri manusia yakni kejiwaan, yang juga sering disebut dalam istilah yang umum sebagai penyakit mental dan kejiwaan (Mental Disorder)., tujuan penelitian adalah untuk menganalisa bagaimana penanganan penderita mental disorder lembaga nakhlah global consultant dan juga untuk menganalisa bagaimana analisis penanganan penderita mental disorder lembaga nakhlah global konsultan menggunakan tafsir kemenag LPMQ Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitis yang bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menemukan bahwa penanganan gangguan kejiwaaan yang terinspirasi oleh nilai-nilai Qur’ani dan prinsip prinsip Islami dapat memberikan hasil yang positif dalam proses pemulihan bagi penderita, yaitu dengan terapi memaafkan dan terapi doa, serta usaha-usaha external oleh konselor/terapis memberikan arahan spiritual seperti penerimaan atas taqdir Allah, beristigfar, berwudhu, berdzikir, membaca, menghafal dan mentadaburi Al-Qur’an. Begitupun usha internal oleh penderita untuk berlatih (Riyādhoh) dan bersungguh-sungguh (Mujāhadah) dalam melaksanakan amalan hati seperti ikhlas, sabar, ridha untuk dapat membantu menangani gangguan kejiwaan dan mendapatkan ketentraman Hati., Lembaga Nakhlah Global Consultant dalam menangani penderita gangguan jiwa dengan pendekatan islami ini melakukan dua cara yaitu dengan usaha External bantuan konselor dan terapis dan usaha internal yang dilakukan oleh penderita
Jejaring Sanad Al-Qur`An (Studi Kasus Rumah Tahfiẓ Al-Qur`an di Jakarta) Andayani, Andayani; Haq, Ziyadul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8313

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung di beberapa Rumah tahfiẓ Al-Qur`an di Jakarta yang menjadi data primer. Data sekundernya bersumber dari buku, jurnal, kitab tafsir, serta literatur yang sesuai dengan pembahasan penelitian. Adapun pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan kepustakaan dan lapangan.  Setelah penulis melakukan penelitian, bahwasanya sanad rumah tahfiẓ Al-Qur`an di Jakarta sebagian besar bermuara kepada ulama Timur Tengah, seperti Syaikh Samir al-Kanāsi al-Syāmi, Syaikhah Ahlam Nājī Hizam al-Quh al-Yamaniyah yang berguru kepada Syaikh Rihab Muhammad Mufid dan Syaikh Rihab berguru kepada Syaikh Aiman Rusydi Suwaidi, kemudian ulama timur tengah lainnya seperti Syaikh Shalih Mūsā Jībawi Muhammad as-Sudani, Syaikh Abu Hibban bin Shalih yang berguru kepada Syaikh Misbah bin Ibrahim Muhammad ad-Dasūqī.
I'JAZ AL-QUR'AN DALAM TAFSIR LUGHAWI PERSPEKTIF ALI BIN AHMAD AL-MAHAIMY: (Studi Analisis Tafsir Tabshîru Ar-Rahmân wa Taysîru Al-Mannân) Riyadhi, Wahyu; Huda, Ade Naelul; Haq, Ziyadul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.8520

Abstract

Kata mukjizat Al-Qur’an dewasa ini sering kali dikaitkan dengan penemuan-penemuan terbaru oleh para ilmuan yang kemudian diklaim bahwa hal tersebut telah dinyatakan dalam Al-Qur’an sejak lama. Namun demikian, i’jâz ‘ilmy yang akhir-akhir ini sering dibicarakan bukanlah satu-satunya bentuk i’jâz dalam Al-Qur’an. Secara global, ulama membagi i’jâz Al-Qur’an kepada tiga aspek. Salah satunya adalah aspek bahasa atau lughawi. Bahkan, para ulama jauh lebih dahulu mengungkap aspek i’jâz lughowiy ini dibanding dua aspek lainnya, yaitu aspek ‘ilmiy dan tasyrî’iy. Kajian i’jaz lughawi mulai berkembang, namun masih berupa pengantar akan pentingnya ilmu ini, belum menghasilkan produk tafsir lughawi secara lengkap, karya tafsir lengkap bercorak lughawi baru muncul pada ke-8 H. Abu Ja’far bin Az-Zubair (w. 708 H). Selanjutnya, pada abad ke-9 muncul pula Burhanuddin al-Biqa’i (w 809 H) menulis tafsir lengkap tentang kebersinambungan ayat dan surat dengan judul nazhmud-duror fi tanasubil ayati was-suwar. Diantara ulama tafsir yang telah mencurahkan perhatian sangat tinggi dalam tema kajian yang sama adalah Syaikh Ali bin Ahmad al-Mahaimy. Ia merupakan seorang ulama berasal dari India, Kajian I’jaz Al-Qur’an dari sisi lughowiy, nampaknya merupakan tren yang cukup menarik pada abad ke-9 H di masa hidup al-Mahaimy. Dalam penelitian ini penulis akan mengkaji terhadap metodologi Ali bin Ahmad Al-Mahaimy dalam kitab tafsir Tabshîru Ar-Rahmân wa Taysîru Al-Mannân bi ba’dhi mâ yusyîru ilâ I’jâzi Al-Qur’ân. Dengan metode deskriptif-analitis penulis akan memaparkan dan menguraikan dimensi i’jaz Al-Qur’an. Dari hasil penelitian ditemukan, Unsur-unsur i’jaz Al-Qur’an dalam kitab tafsir al-Mahaimy, beliau menggunakan ilmu munasabat yang sangat kental. Dalam menuangkan ilmu munasabat-nya ia berprinsip untuk tidak terlalu berpanjang-panjang hingga jatuh pada takalluf, cacat dan dapat mendatangkan kebosanan pembaca.
NERACA KEHIDUPAN DALAM TAFSIR IQTISHADI: Studi Analisis Neraca Syariah Nugroho, Agung; Haq, Ziyadul; Syukron, Ahmad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9317

Abstract

Keseimbangan merupakan kunci utama dalam mencapai keadilan. Dalam Islam, keadilan adalah puncak ajaran yang hanya bisa dicapai jika keseimbangan dalam kehidupan terwujud. Seseorang yang adil menurut perspektif Islam adalah khalifah yang mampu mengelola bumi sesuai kehendak Allah, dan kelak akan menerima balasan surga atas tanggung jawabnya. Penelitian ini bertujuan merumuskan kembali konsep Keseimbangan Kehidupan, sebagai respons terhadap banyaknya manusia modern yang menjalani hidup secara tidak seimbang, sebagaimana dicontohkan oleh kisah Qarun dalam Al-Qur’an. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti keseimbangan dari sisi objek kekayaan, penelitian ini memfokuskan pada subjek manusianya. Metodologi yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Komponen Neraca Keuangan Syariah diredefinisi berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Syariah, serta tafsir ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Pendekatan ini juga melibatkan disiplin ilmu lain seperti psikologi. Data dikumpulkan melalui studi dokumen dari berbagai sumber, termasuk penelitian terdahulu, kitab tafsir kontemporer, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (PSAK IAI), dan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil penelitian menghasilkan konsep Neraca Kehidupan, yang terdiri dari Modal Awal Kehidupan, Kewajiban Kehidupan, Aset Kehidupan, dan Beban Kehidupan. Penyalahgunaan aset akan meningkatkan beban kehidupan. Kesimpulannya, konsep ini menunjukkan bahwa prinsip akuntansi syariah dapat digunakan untuk menilai dan menggambarkan perilaku manusia dalam kehidupan.
DIMENSI I’JAr Dalam Surah Asy-Syu’ara Nasrullah; Haq, Ziyadul; Ariyadi, Syamsul
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i2.4121

Abstract

This research aims to explore the dimension of i'jaz lughawi (linguistic miracle) in the repetition of Quranic verses through the analysis of Tafsir Al-Munir. The primary focus of this study is on Surah Asy-Syuara, Surah Ar-Rahman, and Surah Al-Mursalat. The research method employed is qualitative analysis with a thematic exegesis approach, where Tafsir Al-Munir serves as the main source for understanding the meaning and implications of verse repetition in these three surahs. The findings indicate that the repetition of verses in the Quran not only functions as a rhetorical device but also serves to emphasize important messages, strengthen the reader's memory, and highlight specific aspects of Islamic teachings. In Surah Asy-Syuara, repetition serves to affirm the steadfastness of the prophets and their communities in facing challenges. Surah Ar-Rahman highlights Allah's mercy through the repetition of the phrase "Fabi ayyi aalaaa'i rabbikumaa tukaththibaan," inviting humans to reflect on and ap preciate His blessings. Meanwhile, in Surah Al-Mursalat, repetition is used to warn and affirm the certainty of the Day of Judgment. This study concludes that the repetition of verses in the Quran possesses aesthetic value and profound meaning, demonstrating the i'jaz lughawi that underscores the superiority and uniqueness of this sacred text. The study also enriches the understanding of how Tafsir Al-Munir highlights the aspects of linguistic miracles in the Quran.