Intan Lestari, Yuliana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembelajaran Berbasis Karakter dalam Pendidikan Agama Islam Aprilda Mardatillah, Nur; Nasution, Husaini; Novelia Najmi, Via; Intan Lestari, Yuliana
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 23 No. 1 (2025): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v23i1.18619

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembelajaran berbasis karakter dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam konteks tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, pembelajaran PAI tidak hanya berperan sebagai sarana penyampaian ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis karakter dalam PAI dapat dilakukan melalui strategi keteladanan, pembiasaan, penguatan positif, refleksi, dan pendekatan kontekstual. Selain itu, metode seperti ceramah interaktif, kisah islami, diskusi kelompok, dan proyek sosial dinilai efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter. Model pembelajaran yang digunakan seperti integratif, kontekstual, keteladanan (uswah), reflektif, dan problem-based learning terbukti mampu membentuk kepribadian religius dan sosial siswa. Dengan demikian, implementasi pembelajaran berbasis karakter dalam PAI sangat penting untuk menciptakan peserta didik yang berakhlak mulia, cerdas secara intelektual, serta peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Peran Bimbingan Konseling Dalam Mengelola Kecemasan Siswa Smk Taruna Pekanbaru silvia putri, ganesya; Ahmad Tohar, Ahmaddin; Intan Lestari, Yuliana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25516

Abstract

ABSTRACT The method that counselors use to help people in distress is known as counseling. To help the counselee find answers or positive aspects of the problem he or she is experiencing, the counselor and the counselee are in contact during this process. The guidance and counseling services of counseling professors play an important role, especially in helping students overcome their fears. Counseling teachers try to help students by teaching relaxation, self-reinforcement, and motivation methods. The purpose of this study is to find out how important advice and counseling is in helping students of SMK Taruna Pekanbaru to reduce anxiety. Qualitative methodology was used, with data collected through interviews and observations. This study aims to determine the importance of the role of guidance and counseling in reducing anxiety in students at SMK Taruna Pekanbaru. The method used is a qualitative approach, with data collection techniques through observation and interviews. Respondents in this study amounted to three people, consisting of one counseling teacher and two students. The results showed that counseling services need to be provided so that the anxiety experienced by students does not drag on and can be overcome quickly and appropriately. ABSTRAK Metode yang digunakan konselor untuk membantu orang yang mengalami kesulitan dikenal sebagai konseling. Untuk membantu konseli menemukan jawaban atau aspek positif dari masalah yang dialaminya, konselor dan konseli melakukan kontak selama proses ini. Layanan bimbingan dan konseling dari profesor konseling memainkan peran penting, terutama dalam membantu siswa mengatasi rasa takut mereka. Guru BK berusaha membantu siswa dengan mengajarkan metode relaksasi, penguatan diri, dan motivasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa penting nasihat dan konseling dalam membantu siswa SMK Taruna Pekanbaru untuk mengurangi rasa cemas. Metodologi kualitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya peran bimbingan dan konseling dalam mengurangi kecemasan pada siswa di SMK Taruna Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Responden dalam penelitian ini berjumlah tiga orang, terdiri dari satu orang guru BK dan dua orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling perlu diberikan agar kecemasan yang dialami siswa tidak berlarut-larut dan dapat diatasi secara cepat dan tepat.
Tazkiyatun Nafs dan Tantangan Digital: Integrasi Psikologi Islam dalam Menjaga Kesehatan Mental Aulia, Dinda; Bestari, Nurhillal; Intan Lestari, Yuliana
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2126

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap kesehatan mental, ditandai dengan meningkatnya kecemasan, kelelahan emosional, gangguan regulasi diri, dan krisis makna hidup. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan mental yang bersifat teknis-psikologis semata belum sepenuhnya memadai untuk menjawab kompleksitas tantangan psikologis era digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep tazkiyatun nafs dalam kerangka Psikologi Islam serta relevansinya dalam menjaga kesehatan mental di tengah dominasi teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer yang membahas psikologi Islam, kesehatan mental, spiritualitas, serta dinamika psikologis di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs merupakan proses penyucian dan pengembangan jiwa yang berfungsi sebagai mekanisme regulasi diri spiritual, mencakup pengendalian emosi, pengelolaan dorongan nafsu, dan pencapaian ketenangan jiwa (ithmi’nan al-nafs). Dalam konteks digital, tazkiyatun nafs berperan sebagai faktor protektif yang memoderasi dampak negatif paparan teknologi terhadap kesehatan mental. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi tazkiyatun nafs dalam pendekatan kesehatan mental menawarkan kerangka preventif dan transformatif yang relevan untuk menghadapi tantangan psikologis era digital.