Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Buletin Keslingmas

PENGARUH VARIASI WAKTU TINGGAL FITOREMEDIASI TANAMAN KAYU APU (Pistia stratiotes) TERHADAP PENURUNAN KADAR COD LIMBAH CAIR DI HOME INDUSTRI TAHU KELURAHAN KALIKABONG KECAMATAN KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2020 Rizki Novitasari Nurhidayah; Hari Rudijanto Indro Wardono; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.339 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v40i3.6082

Abstract

Limbah cair yang dikeluarkan oleh industri tahu berpotensi menjadi masalah bagi lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi waktu tinggal fitoremediasi menggunakan tanaman kayu apu (Pistia stratiotes) dalam menurunkan kadar COD limbah cair tahu Kalikabong. Jenis penelitian ini adalah pre-experiment dengan metode pre and post design. Hasil uji one-way anova menunjukan nilai p sebesar 0,007 yang berarti nilai p 0,05, artinya terdapat perbedaan nilai efisiensi penggunaan tanaman kayu apu (Pistia stratiotes) dengan variasi waktu tinggal dalam menurunkan kadar COD limbah cair tahu secara signfikan. Simpulan dari penelitian ini bahwa penambahan tanaman kayu apu (Pistia stratiotes) dapat menurunkan COD limbah cair home industri tahu dengan variasi waktu tinggal.
EFISIENSI RANCANG BANGUN ALAT PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN BOD, TSS, MINYAK DAN LEMAK Bayu Adhi Wicaksono; Hari Rudijanto Indro Wardono; Zaeni Budiono; Bayu Chondro Purnomo
Buletin Keslingmas Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.322 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i1.4635

Abstract

Limbah domestik merupakan air buangan yang berasal dari aktivitas rumah tangga seperti memasak, mencuci, mandi, dan kakus. Banyaknya pencemaran badan air yang disebabkan oleh aktivitas tersebut dapat menurunkan kualitas air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran air pada air limbah kantin menggunakkan alat pengolahan limbah cair yang dapat menurunkan kadar BOD, TSS, minyak dan lemak.Eksperimen ini menggunakan alat pengolahan limbah cair bentuk prototype. Pengolahan gabungan secara fisik menggunakan karbon aktif, grease trap dengan micro screen, dan secara biologi menggunakan biofilter (bioball). Pengoperasian alat menggunakan debit 53 ml/ menit (bak pertama menuju bak kedua). Sampel dalam penelitian ini yaitu air limbah kantin. Analisis data menggunakan uji pair t test dengan desain penelitian yaitu pre test – post test.Hasil penelitian rata – rata penurunan kadar BOD, TSS, minyak dan lemak setelah pengolahan yaitu 241,544 mg/ lt, 435,33 mg/ lt, dan 10,43 mg/ lt. Uji pair t test menunjukkan nilai p = 0,016 berarti p 0,05 maka ada perbedaan sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil analisis efisiensi rata – rata kadar BOD, TSS, minyak dan lemak yaitu 89,07%, 89,91%, dan 84,82%.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah pengolahan dengan menggunakan alat pengolahan limbah cair dalam menurunkan kandungan BOD, TSS, minyak dan lemak. Peningkatan efisiensi alat dapat dilakukan dengan penambahan pre treatment dan atau penambahan treatment.
STUDI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAPIOKA DI PABRIK ACI Devi Al Fatoni; Hari Rudijanto Indro Wardono
Buletin Keslingmas Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.824 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i3.5396

Abstract

Tapioka merupakan salah satu sumber bahan makanan yang berasal dari pati singkong. Proses pembuatan tapioka menghasilkan air limbah yang berpotensi menjadi masalah bagi lingkungan sekitar. Oleh karena pada umumnya industri tapioka mengalirkan langsung air limbahnya ke selokan atau sungai, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengolahan air limbah tapioka di Pabrik Aci Wanakusumah. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif observasional, dengan memberikan gambaran tentang pengolahan air limbah tapioka di Pabrik Aci Wanakusumah Kelurahan Timbang Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pabrik Aci Wanakusumah mengalirkan air limbahnya ke sungai Pekacangan, air limbah hanya melewati bak pengendap tanpa pengolahan lebih lanjut seperti IPAL sehingga mencemari air sungai. Hasil pemeriksaan menunjukkan air limbah tapioka pada inlet bak pengendap kadar BOD 1.221 mg/L, debit 0,0075 m3/detik. Pada outlet bak pengendap kadar BOD 1.071 mg/L, debit 0,004 m3/detik. Hasil pemeriksaan kadar BOD badan air sungai Pekacangan sebelum tercampur air limbah tapioka 4,6 mg/L, sedangkan kadar BOD setelah tercampur air limbah tapioka 11 mg/L dengan debit sungai 34,8612 m3/detik. Penelitian menyimpulkan air limbah tapioka yang dihasilkan oleh Pabrik Aci Wanakusumah yang dibuang ke sungai Pekacangan dengan kadar BOD yang melebihi kadar maksimal parameter BOD yang diatur dalam Peaturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012 tentang Baku Mutu Air Limbah.
Efektivitas Penggunaan Larvitrap Berbahan Plastik dan Tempurung Kelapa terhadap Jumlah dan Densitas Larva Nyamuk Aedes sp yang Terperangkap Nur Utomo; Honna Emylisa; Hari Rudijanto Indro Wardono
Buletin Keslingmas Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i3.12119

Abstract

Vektor adalah hewan arthropoda yang dapat berperan sebagai penular penyakit. Vektor Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia adalah nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama dan Aedes albopictus sebagai vektor sekunder. Penyebaran penyakit tular vektor terkait erat dengan kepadatan penduduk, mobilitas, pengetahuan, sikap, perilaku, peran masyarakat, kondisi iklim, serta pengelolaan lingkungan yang kurang baik sehingga menyebabkan tingginya habitat perkembangbiakan nyamuk. Penyebaran dapat terjadi karna mutasi virus dan resistensi vektor akibat pengunaan insektisida terus menerus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penggunaan larvitrap berbahan plastik dan tempurung kelapa terhadap jumlah dan densitas larva nyamuk yang terperangkap. Metode yang digunakan yaitu Pre-eksperimental dengan desain One-Shot Case Study. Pengamatan selama 2 siklus akuatik dengan pengecekan larva pada hari ke-5 dan hari ke- 10. Hasil penelitian jumlah larva terperangkap pada larvitrap plastik sebanyak 542 ekor (81%) dan jumlah larva terperangkap pada larvitrap tempurung kelapa 129 ekor (19%). Perhitungan densitas larva didapatkan hasil House Index (HI) 80%, Container Index (CI) 36,6%, Breteu Index (BI) 146% dan Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 20%. Uji statistik menggunakan uji U mann Whitney dengan hasil p = 0,000, dimana 0,000 0,05. Hal ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada efektivitas penggunaan larvitrap berbahan plastik dan tempurung kelapa, dimana larvitap plastik lebih memikat nyamuk untuk bertelur. Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan efektvitas penggunaan larvitrap berbahan plastik dan tempurung kelapa terhadap jumlah dan densitas larva yang didapatkan.
Faktor Determinan Kapasitas Vital Paru Wanita Pekerja Konfeksi Baju Cahyono, Tri; Hari Rudijanto Indro Wardono; Yulianto; Dwi Candra Ningsih
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i3.13396

Abstract

industri kecil sebagian besar rendah pengawasan, memiliki potensi risiko kerja terhadap kapasitas vital paru berasal dari karakteristik pekerja dan kualitas lingkungan. Survei pendahuluan pada konfeksi menemukan pekerja muda, pendidikan rendah, tanpa alat pelindung diri dan sanitasi lingkungan jelek. Tujuan penelitian mengetahui faktor determinan kapasitas paru wanita pekerja konfeksi baju. Jenis penelitian observasional, analitik. Variabel independent karakteristik pekerja dan kualitas udara, variabel dependen kapasitas vital paru. Populasi sampel 18 wanita pekerja konfeksi, metode pengumpulan data wawancara, observasi dan pengukuran. Analisis korelasi regresi sederhana dan ganda. Hasil rata-rata kapasitas vital paru 1.449,56 ml, umur 30,78 tahun (r = 0,346), pendidikan 72,2% SD (r = 0,217), IMT 24,41 (r = 0,044), riwayat penyakit Ispa 88,9% tidak pernah (r = -0,269), pemakaian masker 88,9% tidak pakai (r = -0,134), masa kerja (2,56 tahun (r = -0,221), lama kerja 10,50 jam (r = 0,018), riwayat pekerjaan 50% berdebu (r = -0,188), rata-rata suhu 33,170C (r = 0,378), rata-rata kelembapan 44,97% (r = -0,389), debu di dalam ruang 0,09 mg/m3 (r = -0,391), debu di rumah 0,03 mg/m3 (r = -0,436). Semua variabel independent analisis bivariat korelasi tidak signifikan. Analisis multivariat korelasi regresi ganda r = 0,875, p = 0,002, Y = (-671,14) + 27,29Xumur + 401,18Xpendidikan + (-198,30)Xmasa kerja + (-265,22)Xriwayat pekerjaan + 49,49Xsuhu. Simpulan determinan kapasitas paru; umur, pendidikan, masa kerja, riwayat pekerjaan dan suhu. Perlu pemasangan exhauster guna penyedot debu dan suhu udara keluar ruangan.
Efektivitas Penggunaan Larvitrap Berbahan Plastik dan Tempurung Kelapa terhadap Jumlah dan Densitas Larva Nyamuk Aedes sp yang Terperangkap Utomo, Nur; Emylisa, Honna; Indro Wardono, Hari Rudijanto
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i3.12119

Abstract

Vektor adalah hewan arthropoda yang dapat berperan sebagai penular penyakit. Vektor Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia adalah nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama dan Aedes albopictus sebagai vektor sekunder. Penyebaran penyakit tular vektor terkait erat dengan kepadatan penduduk, mobilitas, pengetahuan, sikap, perilaku, peran masyarakat, kondisi iklim, serta pengelolaan lingkungan yang kurang baik sehingga menyebabkan tingginya habitat perkembangbiakan nyamuk. Penyebaran dapat terjadi karna mutasi virus dan resistensi vektor akibat pengunaan insektisida terus menerus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penggunaan larvitrap berbahan plastik dan tempurung kelapa terhadap jumlah dan densitas larva nyamuk yang terperangkap. Metode yang digunakan yaitu Pre-eksperimental dengan desain One-Shot Case Study. Pengamatan selama 2 siklus akuatik dengan pengecekan larva pada hari ke-5 dan hari ke- 10. Hasil penelitian jumlah larva terperangkap pada larvitrap plastik sebanyak 542 ekor (81%) dan jumlah larva terperangkap pada larvitrap tempurung kelapa 129 ekor (19%). Perhitungan densitas larva didapatkan hasil House Index (HI) 80%, Container Index (CI) 36,6%, Breteu Index (BI) 146% dan Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 20%. Uji statistik menggunakan uji U mann Whitney dengan hasil p = 0,000, dimana 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada efektivitas penggunaan larvitrap berbahan plastik dan tempurung kelapa, dimana larvitap plastik lebih memikat nyamuk untuk bertelur. Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan efektvitas penggunaan larvitrap berbahan plastik dan tempurung kelapa terhadap jumlah dan densitas larva yang didapatkan.