Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Majelis Taklim Melalui Metode Wafa: Strategi Belajar Al-Qur'an Efektif dengan Pendekatan Otak Kanan Raudatussolihah, Baiq; Rasjusti, Nurul Ilmi; Mutmainnah, Mutmainnah; Kholida, Masita Taufiqi; Rais. TM, Ahmad
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 6 No 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v6i1.2448

Abstract

This community service activity aims to empower members of the Majelis Taklim in improving the quality of learning the Qur'an through the Wafa Method. This method combines a right-brain approach that emphasizes imagination, rhythm, and visualization to memorize and understand the Qur'an in a fun, effective and efficient way. The target of this activity is the Majelis Taklim which has so far used conventional methods in learning the Qur'an. Training is provided in the form of interactive workshops and intensive mentoring for one month. The results show an increase in enthusiasm, reading skills, and memorization of the Qur'an of the participants. The right-brain approach has been proven to help participants focus more and enjoy the learning process. Thus, the Wafa Method can be used as a fun, effective and efficient empowerment strategy to improve understanding of the Qur'an in the Majelis Taklim environment.
Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Dapur di SMP Islam Athirah Bone Mutmainnah, Mutmainnah; Nyompa, Sukri; Musyawarah, Rahma; Rasjusti, Nurul Ilmi; Yoga, Aldhila Handiarya
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v5i2.76694

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melatih siswa dalam memanfaatkan limbah dapur untuk diolah menjadi pupuk organik cair (POC) serta menumbuhkan kesadaran lingkungan dan budaya ramah lingkungan di sekolah, kegiatan ini melibatkan siswa siswi SMP Islam Athirah Bone sebagai peserta edukasi pembuatan POC dilaksanakan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat. Edukasi ini mencakup sosialisasi, demonstrasi, panen produk POC, tahap evaluasi dan tindak lanjut. Selama sosialisasi, peserta diberikan pendekatan edukatif partisipatif, dimana siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan POC. Edukasi mengenai pengelolaan limbah sekaligus praktik pemanfaatannya penting diberikan sejak dini agar siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu mempraktikkan prinsip reduce, reuse, recycle (3R). Fokus pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan kepada siswa SMP Islam Athirah Bone mengenai cara membuat POC dari limbah dapur sehingga tercipta budaya ramah lingkungan di sekolah. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa siswa SMP Islam Athirah Bone memahami konsep pengelolaan limbah dapur, memiliki keterampilan membuat pupuk organik cair, terbentuk jiwa peduli lingkungan, serta mampu memanfaatkan POC untuk penghijauan sekolah. Selain itu, kesadaran lingkungan siswa, guru, dan pihak sekolah meningkat dalam mengelola limbah secara berkelanjutan (SDGs).
Edukasi Penggunaan Antibiotik sebagai Upaya Pencegahaan Antimicrobial Resisten (AMR) Ningtyas, Novarina Sulsia Ista’in; Qaiyimah, Dinil; Rasjusti, Nurul Ilmi; Nasrul, Nasrul; Fitroningtyas, Elvika Aulia
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i2.79073

Abstract

Antibiotik merupakan salah satu obat yang umum digunakan untuk membunuh dan mengobati infeksi bakteri. Seiring perkembangan dan intensitas pemakaian antibiotik yang tinggi menimbulakn berbagai masalah, diantaranya terjadi antimicrobial resisten (AMR) atau yang dikenal dengan resistensi antibiotik. Salah satu penyebab terjadinya AMR adalah pemakaian yang irrasional pada upaya pengobatan pasien. Berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh AMR diantaranyanya terapi obat yang tidak dapat menyembuhkan penyakit, waktu pengobatan yang relatif lebih lama, motrtalitas dan morbiditas terhadap pasien. Berdasarkan hal tersebut edukasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terhadap masyarakat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang benar. Tidak membeli antibiotik tanpa resep dokter, Tidak menggunakan antibiotik untuk infeksi selain bakteri, Tidak menyimpan antibiotik untuk persediaan dirumah, Tidak memberi antibiotik sisa kepada orang lain dan Tanyakan pada apoteker informasi obat antibiotic. Dari hasil edukasi ini didapatkan bahwa Sebesar 80,77% responden mengatakan mendapatkan antibiotic secara bebas tanpa resep dokter dan tidak dibawah pengawasan dokter. Sebesar 73,08% penggunaan antibiotic tidak tepat dosis, yakni menghentikan pengobatan jika gejala sudah hilang dan tidak menghabiskan sesuai dengan aturan pakai. Setelah dilakukan edukasi ini diharapkan masyarakat mulai sadar dan berhati-hati dalam penggunaan antibiotic. Kata Kunci: AMR, Antibiotik, Resistensi, Irrasional
ANALISIS SPASIAL KERAWANAN KEKERINGAN MENGGUNAKAN WEIGHTED OVERLAY DI KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN Rasjusti, Nurul Ilmi; Badwi, Nasiah; Ananda, Wangi Suci
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9105

Abstract

ABSTRACT Drought is a hydrometeorological disaster that has a major impact on water availability and agricultural sustainability. This study maps drought vulnerability levels in Gowa Regency using a Geographic Information System–based weighted overlay method with seven parameters, namely rainfall, soil type, slope, elevation, distance from rivers, land use, and vegetation density, which were analyzed through weighting techniques and equal interval classification in ArcGIS 10.3. The results show that the study area is divided into five vulnerability classes: very low (6.10%), low (33.48%), moderate (39.31%), high (17.76%), and very high (3.35%), with spatial patterns varying across districts. Most areas fall within the low to moderate vulnerability categories, while high vulnerability is mainly found in wetland and dryland agricultural zones that experience high pressure on water use. These findings indicate that the weighted overlay–based geospatial approach is effective in depicting the spatial distribution of drought vulnerability and can serve as a basis for water resource management planning, risk mitigation, and strengthening food security in Gowa Regency. ABSTRAK Kekeringan merupakan bencana hidrometeorologi yang berdampak besar terhadap ketersediaan air dan keberlanjutan pertanian. Penelitian ini memetakan tingkat kerawanan kekeringan di Kabupaten Gowa menggunakan metode weighted overlay berbasis Sistem Informasi Geografis dengan tujuh parameter, yaitu curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, ketinggian, jarak dari sungai, penggunaan lahan, dan kerapatan vegetasi yang dianalisis melalui teknik pembobotan dan klasifikasi equal interval pada ArcGIS 10.3. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian terbagi ke dalam lima kelas kerawanan, yaitu sangat rendah (6,10%), rendah (33,48%), sedang (39,31%), tinggi (17,76%), dan sangat tinggi (3,35%) dengan pola spasial yang bervariasi antar kecamatan. Sebagian besar wilayah berada pada kategori rendah hingga sedang, sementara tingkat kerawanan tinggi terutama ditemukan pada kawasan pertanian lahan basah dan lahan kering yang memiliki tekanan penggunaan air yang besar. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan geospasial berbasis weighted overlay efektif untuk menggambarkan distribusi kerawanan kekeringan dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pengelolaan sumber daya air, mitigasi risiko, dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Gowa.