Nova Dwi Riyani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN NILAI-NILAI ASWAJA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Nova Dwi Riyani; Zahid Akhmad Surya; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5136

Abstract

Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) merupakan manhaj pemikiran keagamaan yang bersifat moderat, toleran, seimbang, dan adil, yang telah menjadi pondasi utama bagi praktik keislaman masyarakat Indonesia, khususnya dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Nilai-nilai utama dalam Aswaja, yakni tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil), tidak hanya berfungsi sebagai konsep teoretis dalam diskursus keagamaan, tetapi juga telah menyatu dalam praktik kehidupan masyarakat sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan—sosial, budaya, pendidikan, dan keagamaan—serta bagaimana kontribusinya dalam membentuk karakter individu dan kolektif yang inklusif, damai, dan berkeadaban. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis terhadap dinamika sosial keagamaan di masyarakat, serta kajian literatur dari sumber-sumber klasik dan kontemporer, tulisan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja telah membumi dalam kehidupan masyarakat. Tawassuth mengarahkan sikap moderat dalam menghadapi perbedaan pandangan, tasamuh memperkuat semangat toleransi antarumat beragama dan antarmazhab, tawazun menciptakan keseimbangan antara spiritualitas dan kehidupan duniawi, sedangkan i’tidal menjadi prinsip utama dalam mewujudkan keadilan dalam berbagai bidang kehidupan. Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan meningkatnya penyebaran pahampaham ekstrem yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam moderat, nilai-nilai Aswaja menghadapi tantangan besar. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis seperti penguatan pendidikan karakter berbasis Aswaja, pemanfaatan media digital untuk dakwah yang kontekstual dan humanis, serta revitalisasi tradisi keislaman lokal yang inklusif dan membumi. Dengan demikian, nilai-nilai Aswaja dapat terus menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan mampu merespons perubahan zaman secara bijak dan konstrukti
MTA DAN MODERASI BEAGAMA : STUDI TENTANG RESPON ORMAS TERHADAP KERAGAMAN PEMIKIRAN ISLAM Wawan Saputro; Fita Ulinni'ma; Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah; Nova Dwi Riyani; Robingun Suyud El Syam
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6691

Abstract

Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) merupakan salah satu organisasi keagamaan yang memiliki posisi unik dalam dinamika wacana Islam kontemporer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons MTA terhadap keragaman pemikiran Islam, serta menilai sejauh mana pendekatan dakwah dan penafsirannya berkaitan dengan prinsip moderasi beragama. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan serta analisis terhadap ceramah, publikasi resmi, dan aktivitas dakwah MTA, penelitian ini menemukan bahwa MTA cenderung menggunakan pendekatan skripturalis dan literal dalam memahami teks Al-Qur’an. Pendekatan ini menjadikan MTA tegas dalam mempertahankan kemurnian akidah dan praktik keagamaan, namun sekaligus melahirkan sikap yang kritis terhadap tradisi keagamaan yang dianggap tidak memiliki dasar nash yang kuat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun MTA berupaya menegakkan nilai-nilai Islam secara konsisten, responsnya terhadap keragaman pemikiran Islam masih menunjukkan keterbatasan dalam aspek akomodatif dan dialogis yang menjadi ciri utama moderasi beragama. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang relasi antara model dakwah skripturalis dan perkembangan wacana moderasi beragama di Indonesia.
PENGGUNAAN METODE MURAJA'AH DALAM PENGUASAAN JUZ AMMA PADA SANTRI PEMULA PONDOK PESANTREN AL ISLAH KALILAWANG GARUNG WONOSOBO Fatkhurrohman; Ahmad Rizal Muzakki; Nova Dwi Riyani; Nurul Inayatiningsih; Erisa Nafidlatussifa
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan metode Muroja’ah dalam pembelajaran tahfidz, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapan metode Muroja’ah, serta mengetahui hasil penguasaan hafalan Juz ‘Amma pada santri pemula di Pondok Pesantren Al Islah Kalilawang Garung Wonosobo.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi pengasuh pesantren, ustadz/ustadzah tahfidz, serta santri pemula. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Muroja’ah secara terstruktur dan berkelanjutan mampu meningkatkan kelancaran, ketepatan, dan kestabilan hafalan Juz ‘Amma pada santri pemula. Faktor pendukung keberhasilan metode ini meliputi bimbingan intensif ustadz tahfidz, jadwal Muroja’ah yang teratur, serta lingkungan pesantren yang kondusif, sedangkan faktor penghambatnya adalah kelelahan fisik santri, kejenuhan belajar, dan rendahnya kedisiplinan sebagian santri. Metode Muroja’ah terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan hafalan Juz ‘Amma pada santri pemula, yang ditandai dengan meningkatnya kelancaran bacaan, berkurangnya kesalahan tajwid, kestabilan hafalan, kedisiplinan santri dalam muroja’ah, serta tercapainya target hafalan yang telah ditetapkan.