Kuni Ustuviana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELAKSANAAN NILAI-NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH AN-NAHDLIYAH DI DESA TEGALSARI KECAMATAN GARUNG KABUPATEN WONOSOBO Kuni Ustuviana; Muhammad Khairy Abdullah Dzaky; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) di Desa Tegalsari, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Sebagai wilayah dengan basis Nahdlatul Ulama (NU) yang kuat, masyarakat Desa Tegalsari menjadikan Aswaja An-Nahdliyah sebagai fondasi dalam menjalankan aktivitas keagamaan, sosial, dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh agama, dan dokumentasi kegiatan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai Aswaja tercermin dalam berbagai amaliyah ubudiyah seperti tahlilan, yasinan, manaqiban, peringatan hari besar Islam, serta dalam sistem pendidikan madrasah dan TPQ. Selain itu, organisasi NU seperti Muslimat NU dan GP Ansor juga turut berperan aktif dalam membina masyarakat. Meskipun menghadapi tantangan modernitas dan pengaruh dakwah transnasional, masyarakat Tegalsari tetap mempertahankan identitas Aswaja melalui pendekatan dakwah yang ramah dan adaptif.
TELAAH ULANG PERKEMBANGAN GERAKAN DAKWAH DARUL ARQAM Yoga Khoirul Anam; Devi Rahmawati; Kuni Ustuviana; Robingun Suyud El Syam
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6696

Abstract

Darul Arqom adalah sebuah gerakan yang didirikan pada tahun 1968 oleh seorang politikus Malaysia. Latar belakangnya adalah keinginan untuk mewujudkan Islam secara komprehensif seperti pada zaman Nabi. Para pengikut gerakan ini berusaha untuk lebih banyak berzikir dan meniru cara makan dan berpakaian pada zaman Nabi. Dalam akidah, Darul Arqom berpegang teguh pada prinsip-prinsip Ahlussunnah Waljamaah. Dalam hal ini, Darul Arqom menafsirkan hakikat Ahlussunnah Waljamaah sebagai ajaran Islam murni sebagaimana telah diterapkan oleh Nabi dan para pengikutnya. Dalam fiqih, ia merujuk pada Imam Syafi'i dan dalam mistisisme, ia merujuk pada Imam Ghazali.
PENDALAMAN MATERI KITAB FIQIH DENGAN METODE BAHTSUL MASAIL PADA SANTRI PONDOK PESANTREN BUSTANUL ARIFIN TEGALSARI, GARUNG, WONOSOBO Fatkhurrohman; Yoga Khoirul Anam; Fita Ulinni’ma; Kuni Ustuviana; Azzah Nur Laily
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Bahtsul Masail dalam pendalaman materi kitab fiqih pada santri Pondok Pesantren Bustanul Arifin Tegalsari, Garung, Wonosobo, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya, serta mengetahui hasil pendalaman materi fiqih yang dicapai santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi pengasuh pondok pesantren, ustadz/ustadzah, dan santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Bahtsul Masail diterapkan secara sistematis melalui tahapan penentuan masalah, pencarian dalil dari kitab fiqih, diskusi dan musyawarah, serta penetapan kesimpulan hukum. Faktor pendukung pelaksanaan metode ini antara lain budaya muthala’ah santri, bimbingan ustadz, dan dukungan pengasuh pesantren. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan santri dan keterbatasan waktu pelaksanaan Metode ini efektif dalam meningkatkan pemahaman santri terhadap materi kitab fiqih, melatih kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan keberanian santri dalam menyampaikan pendapat.