Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal

Cervical Cancer Awareness and Its Association with VIA (Visual Inspection with Acetic Acid) Screening Behaviors Among Women of Reproductive Age: A Cross-Sectional Study at Simpang Limun Primary Health Center Khosasi, Felix; Elbert Elbert; Ginting, Anastasia Grace Milenia; Matondang, Halisa Tiara Ariani; Batubara, Riska Primayanti; Rina Amelia
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 7 No. 2 (2026): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v7i2.21104

Abstract

Background: Cervical cancer is a malignant disease that affects the cervix and ranks as the fourth most common cause of cancer globally, according to the World Health Organization. Women over the age of 15 are at high risk, with the most affected age group being 25–64 years. Early detection through screening, such as viasual examintation tests, plays a crucial role in reducing cervical cancer morbidity and mortality. Objectives: This study aims to determine the relationship between the knowledge of women of childbearing age about cervical cancer and VIA tests, and their behavior (attitudes and actions) regarding VIA examination as a screening method for cervical cancer. Methods: This analytical descriptive study used a cross-sectional design. Data were collected through questionnaires distributed to women of childbearing age who visited the Simpang Limun Primary Health Center. The study population included women of childbearing age in the health center's working area. A total of 100 participants were selected using the one-population hypothesis sampling formula. Data were analyzed using the Chi-square test in SPSS. Results: The findings indicate a significant relationship between knowledge about cervical cancer and VIA tests and the behavior (attitudes and actions) of women of childbearing age towards undergoing VIA examinations. Conclusion: Enhancing knowledge about cervical cancer and  tests can positively influence the behavior of women of childbearing age, leading to increased participation in cervical cancer screening. Keyword: Cervical cancer, Screening, VIA test, Knowledge, Behavior Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyakit ganas yang menyerang leher rahim dan menempati peringkat keempat sebagai penyebab kanker tersering di dunia menurut World Health Organization. Wanita berusia di atas 15 tahun berisiko tinggi, dengan kelompok usia yang paling banyak terkena adalah 25–64 tahun. Deteksi dini melalui skrining, seperti pemeriksaan IVA, berperan penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan wanita usia subur tentang kanker serviks dan tes IVA dengan perilaku (sikap dan tindakan) mereka terhadap pemeriksaan IVA sebagai metode skrining untuk kanker serviks. Metode: Penelitian deskriptif analitik ini menggunakan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada wanita usia subur yang berkunjung ke Puskesmas Simpang Limun. Populasi penelitian mencakup wanita usia subur di wilayah kerja puskesmas tersebut. Sebanyak 100 partisipan dipilih menggunakan rumus one-population hypothesis sampling formula. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan bantuan program SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA dengan perilaku (sikap dan tindakan) wanita usia subur terhadap pemeriksaan IVA. Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan tentang kanker serviks dan tes IVA dapat berpengaruh positif terhadap perilaku wanita usia subur, sehingga meningkatkan partisipasi dalam melakukan skrining kanker serviks. Kata Kunci: Cervical cancer, Screening, VIA test, Pengetahuan, Sikap
Are Your Painkillers Putting Your Kidneys at Risk? A Meta-Analysis of Non-Aspirin NSAIDs and Kidney Cancer Elbert, Elbert; Khosasi, Felix
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 7 No. 2 (2026): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v7i2.21145

Abstract

Background: Kidney cancer cases are rising globally, with over 400,000 new cases reported annually. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), widely used for pain relief, have been linked to an increased risk of kidney cancer, particularly renal cell carcinoma, with long-term use of non-aspirin NSAIDs. This association may be due to chronic kidney damage and prostaglandin-mediated DNA alterations, though the evidence remains inconsistent. Objectives: This meta-analysis reviews recent studies (2014–2024) to reassess the relationship between non-aspirin NSAIDs and kidney cancer Methods: This meta-analysis followed PRISMA 2020 guidelines, reviewing case-control and cohort studies (2014–2024) on non-aspirin NSAIDs and kidney cancer risk from PubMed, Scopus, Web of Science, and Cochrane. Data extraction, bias assessment (ROBINS-E), and quantitative analysis (Review Manager 5.4) were conducted, with significance set at p<0.05 and heterogeneity assessed via I². Results: Out of 190 studies, three met inclusion criteria (two case-control, one cohort). The risk of bias was low in two studies, and there were some concerns in one. Meta-analysis revealed an OR of 2.08 [95% CI: 0.77–5.65], indicating no significant association (p=0.15). High heterogeneity (I²=95%) suggests substantial variability due to differences in study populations, methodologies, or therapies. These findings highlight the need for further research to better understand the relationship between non-aspirin NSAID use and kidney cancer risk and to address the observed inconsistencies. Conclusion: This meta-analysis suggests a potential link between non-aspirin NSAIDs and kidney cancer, though results lacked statistical significance. Future research should address limitations and include larger, more homogeneous datasets for clearer conclusions. Keyword: Cancer risk, Kidney cancer, Non-aspirin NSAIDs, Renal cell carcinoma Latar Belakang : Kasus kanker ginjal meningkat secara global, dengan lebih dari 400.000 kasus baru dilaporkan setiap tahun. Obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAIDs), yang banyak digunakan untuk meredakan nyeri, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker ginjal, khususnya karsinoma sel ginjal, terutama pada penggunaan jangka panjang NSAID non-aspirin. Asosiasi ini mungkin disebabkan oleh kerusakan ginjal kronis dan perubahan DNA yang dimediasi prostaglandin, meskipun buktinya masih tidak konsisten. Namun, bukti yang ada masih tidak konsisten, dan klarifikasi hubungan ini penting secara klinis mengingat penggunaan NSAID non-aspirin yang luas dan sering kali berlangsung dalam jangka panjang. Objectives: Meta-analisis ini meninjau studi-studi terbaru (2014–2024) untuk menilai hubungan antara NSAID non-aspirin dan kanker ginjal. Methods: Meta-analisis ini mengikuti pedoman PRISMA 2020, meninjau studi case-control (2014–2024) mengenai risiko kanker ginjal terkait NSAID non-aspirin dari PubMed, Scopus, Web of Science, dan Cochrane. Ekstraksi data, penilaian bias (ROBINS-E), dan analisis kuantitatif (Review Manager 5.4) dilakukan, dengan batas signifikansi p<0.05 dan heterogenitas dinilai menggunakan I². Results: Dari 190 studi, dua studi memenuhi kriteria inklusi. Risiko bias rendah pada kedua studi. Meta-analisis menunjukkan OR 2.08 [95% CI: 0.77–5.65], yang mengindikasikan tidak ada asosiasi yang signifikan (p=0.15). Heterogenitas yang tinggi ditemukan (I² = 95%), yang kemungkinan mencerminkan perbedaan ukuran sampel yang mencolok antar studi case-control yang disertakan. Temuan ini menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan antara penggunaan NSAID non-aspirin dan risiko kanker ginjal serta untuk mengatasi inkonsistensi yang terlihat. Conclusion: Meta-analisis ini menunjukkan adanya potensi hubungan antara NSAID non-aspirin dan kanker ginjal, meskipun hasilnya tidak mencapai signifikansi statistik. Penelitian selanjutnya sebaiknya berfokus pada populasi yang lebih besar dan lebih homogen, dengan definisi durasi paparan NSAID non-aspirin yang terstandarisasi serta periode laten yang didefinisikan secara jelas antara penggunaan NSAID non-aspirin dan terjadinya kanker ginjal. Kata Kunci : Kanker ginjal, Karsinoma sel ginjal, Non-aspirin NSAIDs, Risiko kanker