Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK PRAKTIK PARADIPLOMASI PEMERINTAH SUBNASIONAL BRASIL: KOMITMEN SÃO PAULO DALAM INTEGRASI ENVIRONMENT MUNICIPAL AGENDA Theresia, Tamara Pinka; Egaikmal, Najwa Khabiza; Kenisa, Lulu Haura; Maharani, Azzahra
Jurnal Pena Wimaya Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpw.v5i1.12234

Abstract

Studi paradiplomasi dalam hubungan internasional telah memperlihatkan peran pemerintah subnasional sebagai entitas yang mampu melakukan hubungan luar negeri. Di sisi lain, isu transnasional seperti permasalahan lingkungan telah menjadi sorotan bagi masyarakat internasional. Environment Municipal Agenda adalah salah satu agenda yang secara nyata mengintegrasikan keikutsertaan pemerintah sub nasional dalam menghadapi isu-isu lingkungan. Dalam artikel ini, penulis menjelaskan tentang komitmen pemerintah São Paulo sebagai salah satu kota di Brazil yang ikut serta mengimplementasikan Paris Agreement melalui keaktifannya di dalam jaringan kota (Transnational Municipal Networks). Tulisan ini berusaha untuk menganalisis dampak yang muncul setelah praktik-praktik tersebut dilakukan terhadap progres lingkungan dan terhadap citra Brazil di kancah internasional. Analisis aktivitas-aktivitas luar negeri São Paulo dilakukan dengan melihat paradiplomasi dalam dimensi lingkungan. Adapun, penulisan artikel ini dibuat menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui studi literatur.
Taliban 2.0: Transisi Pendekatan Komunikasi Politik Taliban Dalam Membangun Citra Demokrasi Andini, Savinka Putri; Andarini, Clarissa; Anwari, Fadillah Rafli; Egaikmal, Najwa Khabiza; Hikmawan, Rizky
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i4.828

Abstract

Penarikan pasukan Amerika Serikat pada tahun 2021 menjadi pertanda kembalinya Taliban setelah dua dekade absen dari tampuk kekuasaannya di Afganistan. Akibat rekam jejak Taliban yang banyak bersinggungan dengan demokrasi dan hak asasi manusia, pada akhirnya membuat kelompok ini tidak mendapat legitimasi dari masyarakat lokal dan pengakuan negara lain. Oleh karena itu, kemunculan Taliban yang kemudian dijuluki sebagai rezim “Taliban 2.0” berupaya melakukan perbaikan citra ke arah yang lebih moderat dan peduli dengan demokrasi. Tulisan ini secara spesifik membahas upaya Taliban dalam membangun citra demokrasi melalui proses transisi komunikasi politik yang lebih modern dan berbeda dengan periode sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dan pengumpulan data melalui metode desk research yang menggunakan studi literatur dalam proses analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan dalam Taliban 2.0 hanyalah untuk memanipulasi persepsi, sementara pada kenyataannya Taliban masih belum benar-benar menerapkan sistem pemerintahan yang demokrasi dan terbuka. Perubahan yang dilakukan Taliban dinilai hanya bersifat temporal hingga tujuan politiknya dalam mendapatkan legitimasi dapat tercapai. Peran The United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) dalam hal ini juga diperhitungkan untuk mengawal misi perdamaian dan penegakan hak asasi manusia di Afganistan.