Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Stress Kerja Dari Penyidik Unit PPA Polres Metro Jakarta Pusat Murtapiah, Pipih; Sari, Amelia Niken Permata; Soetikno, Naomi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.10210

Abstract

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia, khususnya di Jakarta Pusat, menuntut peran aktif Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dalam menangani kasus secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stres kerja yang dihadapi oleh penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat, dan faktor yang menyebabkan stres kerja. Serta penggambaran upaya yang dilakukan untuk menanganinya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap 9 penyidik serta Kepala Unit PPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap penyidik menangani lebih dari 30 kasus per bulan, dengan rentang waktu penanganan kasus antara 1 hingga 3 tahun. Tuntutan pekerjaan yang tinggi ini berpotensi menyebabkan stres kerja yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan psikologis penyidik. Meskipun penyidik telah melakukan upaya untuk mengelola stres, seperti pengelolaan waktu istirahat dan pembagian waktu antara pekerjaan dan keluarga, masih diperlukan peningkatan job resources untuk mendukung kesejahteraan mereka. Penelitian ini merekomendasikan penambahan jumlah penyidik dan pembagian beban kerja yang lebih merata, serta monitoring berkala terhadap kondisi mental dan fisik penyidik untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan. Dengan demikian, diharapkan penyidik dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya dan meningkatkan produktivitas kerja.
PENERAPAN PSIKOLOGI ARSITEKTUR TERHADAP PERILAKU ANAK PADA RUANG BELAJAR SEKOLAH PRESCHOOL Amanda, Velia; Sari, Amelia Niken Permata; Murtapiah, Pipih; Jayanti, Theresia Budi; Harsiti
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/s4mh4h07

Abstract

Dalam perancangan arsitektur selain aspek fungsional, teknikal, dan estetika, perlu memperhatikan aspek psikologi, sehingga dapat membentuk psikologi individu. Preschool merupakan sekolah untuk anak usia 3-6 tahun program ini dirancang untuk anak mempersiapkan pendidikan sejak usia dini. Penerapan psikologi arsitektur yang menciptakan ruangan harmonis, aman, dan nyaman serta menghubungkan karakteristik anak dengan lingkungannya dapat merancang preschool yang baik. Penggunaan prinsip yang memperhatikan interaksi manusia dengan lingkungan, kenyamanan aktivitas, nilai estetika, dan perilaku pengguna, mampu mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Kenyataannya saat ini, kebanyakan Sekolah preschool memiliki sarana dan fasilitas yang sangat terbatas, ruang belajar belum memperhatikan penataan ruangan sesuai karakteristik. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan aspek psikologi arsitektur yang memperhatikan interaksi antara manusia dengan lingkungannya, sehingga desain sekolah preschool dapat menciptakan lingkungan yang harmonis, nyaman, aman, menyenangkan, dan mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Manfaat penelitian diharapkan memperkaya ilmu pengetahuan dan melengkapi kepustakaan yang jarang diteliti dalam bidang arsitektur. Penelitian menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan dengan teknik observasi, survei, dan studi literatur. Analisis data menggunakan deskriptif analitis yang mendeskripsikan teori dan data hasil temuan kemudian dianalisis secara kualitatif sehingga didapatkan karakteristik anak usia dini, karakteristik fasilitas sekolah preschool yang baik dan penataan ruangan sesuai karakteristik. Hasil penelitian menemukan bahwa pendekatan aspek psikologi arsitektur yang diterapkan meliputi pencahayaan yang cukup dan merata di ruangan kelas, serta penataan meja dan kursi yang memudahkan sirkulasi anak beraktivitas. Pendekatan ini membuat lingkungan belajar yang harmonis, nyaman, aman, menyenangkan, dan mendukung perkembangan anak secara optimal. Sedangkan aspek arsitektur yang mendukung kenyamanan dan keamanan ruang belajar sekolah preschool adalah warna, bentuk furniture, material yang digunakan, dan suhu udara.