Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga keluarga sebagai kelembagaan sosial utama dalam proses pembentukan kepribadian anak. Sebagai agen sosialisasi primer, keluarga memiliki fungsi sentral dalam memberikan pendidikan karakter, nilai moral, dan pola interaksi awal yang berpengaruh langsung terhadap perkembangan emosi, perilaku, dan identitas sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga keluarga, yaitu keluarga M. Septian Falizah, keluarga Kurniadi Ilham, dan keluarga Heru Ade Darlian. Teknik triangulasi dilakukan melalui wawancara dengan dua guru kelas, yaitu Richa Rahma Sari dan Ali Ahmad Fajri, serta tiga anak sebagai informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh, intensitas komunikasi, pendidikan agama, dan keteladanan orang tua merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. Temuan juga mengungkap bahwa keluarga dengan pola komunikasi terbuka dan konsisten mampu membentuk kepribadian anak yang lebih percaya diri, mandiri, dan berkarakter positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran keluarga tidak dapat tergantikan oleh lembaga sosial lainnya karena fungsi afektif, edukatif, dan sosial yang diberikan bersifat intensif dan berlangsung sejak dini.