Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Interaksi Kelompok terhadap Perubahan Perilaku Kesehatan: Sebuah Tinjauan Literatur Wonlele, Graciella Paula Injilitha; Pandie, Erlian Mariana; Kadek, Triya Tabita; Bahari MS, Andika Putra Perdana; Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan; Nayoan, Christina
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i1.456

Abstract

Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang mengeksplorasi bagaimana interaksi kelompok memengaruhi perubahan perilaku kesehatan. Penelusuran dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk jurnal yang diterbitkan antara tahun 2015–2025, dengan kata kunci “group dynamics”, “health behavior change”, “social support”, dan “health promotion”. Dari 6.270 artikel yang ditelusuri, hanya 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik-deskriptif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kelompok efektif dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan melalui mekanisme dukungan sosial, pembelajaran sosial, peningkatan efikasi diri, serta penguatan norma dan identitas kelompok. Teori-teori seperti Dinamika Kelompok Lewin, Social Cognitive Theory, Health Belief Model, hingga Social Identity Theory mendukung temuan tersebut. Studi yang dianalisis mencakup berbagai populasi mulai dari karyawan, penderita penyakit kronis, ibu hamil, lansia, hingga warga binaan, dan menunjukkan bahwa efektivitas intervensi sangat bergantung pada dinamika internal kelompok, kesesuaian konteks budaya, serta peran fasilitator yang kompeten. Dengan demikian, strategi promosi kesehatan berbasis kelompok merupakan pendekatan yang kuat dan kontekstual untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Pendampingan Aplikasi Mobile JKN pada Pengunjung Klinik Kartini Eltari Wahyuni, Maria Magdalena Dwi; Wonlele, Graciella Paula Injilita; Pandie, Erlian Mariana; Adu, Petronela Adelfin; Mau, Yohana; Sabakodi, Dwi Andika Umbu Gauka; Bahari MS, Andika Putra Perdana; Kamenjeni, Arpiles Makalaus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3299

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemanfaatan fitur-fitur aplikasi Mobile JKN oleh masyarakat, yang umumnya hanya menggunakan layanan antrean daring tanpa memahami fungsi lain seperti pengecekan kepesertaan, perubahan fasilitas kesehatan, dan konsultasi medis online. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengunjung Klinik Kartini Eltari dalam memanfaatkan seluruh fitur aplikasi Mobile JKN secara optimal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan 30 responden yang mengikuti kegiatan pada bulan Oktober 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner pre-test dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 50% menjadi 94%, yang berarti terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 44% setelah intervensi, hal ini mengindikasikan bahwa edukasi dan praktik langsung berpengaruh positif terhadap peningkatan literasi digital kesehatan. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami secara konseptual fungsi aplikasi Mobile JKN, tetapi juga mampu mengoperasikannya secara mandiri dalam mengakses berbagai layanan kesehatan berbasis digital. Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas pelayanan kesehatan dan mendukung transformasi digital di sektor kesehatan.
EVALUATION OF THE INTEGRATED EPIDEMIOLOGICAL SURVEILLANCE SYSTEM FOR DISEASES AT THE ALAK COMMUNITY HEALTH CENTER, KUPANG CITY Landi, Soleman; Wahyuni, Maria Magdalena Dwi; Duli, Maria Alfonsia Deran; Pandie, Erlian Mariana; Setiawan, Thirza Khalilah Putri; Wellem, Tamariska Priscilla Pristin Wellem
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 12 No. 2 (2026): July
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v12i2.8016

Abstract

An integrated epidemiological surveillance system plays a crucial role in supporting early detection and public health response at the primary healthcare level. This study aimed to describe the implementation of the Integrated Epidemiological Surveillance System for diseases at Alak Primary Health Center, Kupang City, in 2025. The study employed a qualitative descriptive approach using in-depth interviews with five purposively selected informants, consisting of three key informants (the epidemiological surveillance program officer and two surveillance staff) and two supporting informants (a health information system officer and a laboratory officer). Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Key findings indicate that the implementation of surveillance was supported by the availability of trained surveillance personnel, adequate operational funding, and the utilization of supporting facilities such as electronic medical records, surveillance applications, and manual reporting forms. The system has integrated indicator-based surveillance and event-based surveillance for communicable diseases, as well as the use of the ASIK application for monitoring non-communicable diseases. Data processing and analysis were conducted routinely based on person, place, and time variables and were utilized in monthly evaluations. Surveillance information was disseminated through weekly bulletins, reports to the District Health Office, and information media at the primary health center. The main challenge identified was the limited availability of supporting equipment, particularly computers, which affected the timeliness of reporting. Strengthening infrastructure and technical capacity is essential to enhance the effectiveness of surveillance in supporting early detection and public health response.