Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Kohesivitas dalam Membangun Hubungan Kerja yang Harmonis dan Mengurangi Konflik Antar Karyawan Tanelaph, Julio Martin; Sabakodi, Dwi Andika Umbu Gauka; Jehanu, Fidryanto; Neolaka, Jefri Arisamsi; Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan; Nayoan, Christina Rony
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i1.454

Abstract

Kohesivitas dalam kelompok merupakan elemen penting untuk membangun hubungan kerja yang seimbang di dalam sebuah organisasi. Kohesivitas merujuk pada keterikatan dan rasa bersama di antara anggota tim, yang menjadi pondasi untuk menciptakan interaksi kerja yang positif dan efisien. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyelidiki peranan kohesivitas dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan mengurangi terjadinya konflik di antara karyawan dalam organisasi. Dengan menerapkan metode sintesis pada sepuluh artikel penelitian relevan dari tahun 2006 hingga 2024, artikel ini menganalisis hubungan antara kohesivitas kelompok, kepuasan kerja, serta dinamika konflik di tempat kerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kohesivitas yang tinggi dapat memperbaiki komunikasi yang efektif, membangun rasa saling percaya, serta meningkatkan keterlibatan emosional di dalam tim, dan ini secara signifikan berkontribusi pada terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan rendah konflik. Selain itu, kohesivitas juga menunjukkan hubungan positif dengan kepuasan kerja, komitmen terhadap organisasi, serta perilaku inovatif dari karyawan. Temuan ini menekankan pentingnya peran organisasi dalam merancang strategi untuk meningkatkan kohesivitas melalui kepemimpinan yang inklusif, pelatihan komunikasi, dan aktivitas pengembangan tim, dengan tujuan untuk memperkuat kolaborasi dan produktivitas serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.
Pendampingan Aplikasi Mobile JKN pada Pengunjung Klinik Kartini Eltari Wahyuni, Maria Magdalena Dwi; Wonlele, Graciella Paula Injilita; Pandie, Erlian Mariana; Adu, Petronela Adelfin; Mau, Yohana; Sabakodi, Dwi Andika Umbu Gauka; Bahari MS, Andika Putra Perdana; Kamenjeni, Arpiles Makalaus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3299

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemanfaatan fitur-fitur aplikasi Mobile JKN oleh masyarakat, yang umumnya hanya menggunakan layanan antrean daring tanpa memahami fungsi lain seperti pengecekan kepesertaan, perubahan fasilitas kesehatan, dan konsultasi medis online. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengunjung Klinik Kartini Eltari dalam memanfaatkan seluruh fitur aplikasi Mobile JKN secara optimal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan 30 responden yang mengikuti kegiatan pada bulan Oktober 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner pre-test dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 50% menjadi 94%, yang berarti terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 44% setelah intervensi, hal ini mengindikasikan bahwa edukasi dan praktik langsung berpengaruh positif terhadap peningkatan literasi digital kesehatan. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami secara konseptual fungsi aplikasi Mobile JKN, tetapi juga mampu mengoperasikannya secara mandiri dalam mengakses berbagai layanan kesehatan berbasis digital. Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas pelayanan kesehatan dan mendukung transformasi digital di sektor kesehatan.
COMMUNICABLE DISEASE SURVEILLANCE IN POST-FLOOD SETTINGS: LESSONS FROM THE LITERATURE Landi, Soleman; Wahyuni, Maria Magdalena Dwi; Niron, Maissie Ginaninta Charoline; Loe, Wahyunita Euniche Elizabeth; Tabun, Kornelia; Huky, Stella Elsha Putri Rihi; Sabakodi, Dwi Andika Umbu Gauka; Dimu, Rivaldo Deljunior
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 12 No. 2 (2026): July
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v12i2.8041

Abstract

Floods are natural disasters that frequently occur in Indonesia and contribute to an increased risk of communicable diseases due to environmental changes, poor sanitation, and limited access to clean water. This study aims to describe communicable diseases surveillance after floods based on findings from various studies in Indonesia. The method used was a literature review by searching for relevant scientific articles through the Google Scholar and PubMed databases for publications from 2018 to 2025. The articles included were selected based on topic relevance, availability of full text, and relevance to communicable diseases surveillance after flooding. The results of the study show that the most common communicable diseases that emerge after flooding include diarrhea, acute respiratory infections, dermatitis, dengue fever, leptospirosis, malaria, typhoid fever, and measles. The increase in cases of these diseases is related to water source contamination, damage to sanitation facilities, temporary housing density, and the formation of puddles that support the development of disease vectors. This study also shows that vulnerable groups, especially toddlers and the elderly, as well as productive age groups with high levels of environmental exposure, are at greater risk of contracting diseases after flooding. Integrated health surveillance, supported by public education and the implementation of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), plays an important role in the early detection of increased cases, strengthening health responses, and controlling communicable diseases after flooding in affected areas.