Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN SAMPAH BERBASIS TEKNOLOGI MENUJU LINGKUNGAN SEHAT DAN PRODUKTIF MELALUI PROGRAM KOSABANGSA DI DESA UWEDIKAN Jufri, Muhammad; Gailea, Rosmaniar; Basry, Wahyuddin; Mubayyin, Afief; Sitti Sabariyah; Rauf, Bakhrani; Darmawan; Rahmansah
Jurnal Abditani Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v8i1.381

Abstract

Desa Uwedikan adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai, merupakan desa pesisir yang mempunyai luas lautan lebih luas dari pada darat. Pada umumnya masyarakat pesisir mempunyai kebiasaan membuang sampah ke laut sehingga sanitasi lingkungan kurang sehat, padahal sampah bisa diolah menjadi produk yang benilai ekonomis berupa pupuk organik. Disamping itu pupuk organik diperlukan petani, karena pupuk kimia sangat langka dan harganya mahal. Dengan demikan pengolahan sampah menjadi pupuk organik mempunyai tujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan yang sehat dan memberdayakan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk kimia yang langka dan mahal. Metode pembuatan pupuk organik yaitu penjelasan teori 25 % dan praktek pengeporasikan mesin pencacah rumput/sampah serta praktek pembuatan pupuk orgnik berbasis EM4. Pembuatan pupuk organik dinyatakan berhasil bila menghasilkan panas setelah ditutup tarpal 8 jam, menghasilkan bau sedap dan warna pupuk hitam kecoklatan. Bila panasnya tinggi tumpukan pupuk dibalik untuk menormalkan kembali suhu panasnya. Pupuk organik ini sudah bisa dipakai bila sudah tidak suhunya tidak panas lagi.
Dissemination of environmentally friendly appropriate technology to increase corn added value in South Bontolangkasa Village, Gowa Regency Rahmansah; Bakhrani A. Rauf; Syafiuddin Parenrengi; Herman
Abdimas Polsaka Vol. 5 No. 1 (2026): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v5i1.196

Abstract

This community service program aimed to increase the added value of maize through the dissemination of environmentally friendly appropriate technology in Bontolangkasa Selatan Village, Bontonompo District, Gowa Regency. Although maize production in the area is relatively high, farmers predominantly sell their harvest in the form of dried kernels, resulting in low economic returns. The main problems identified included limited access to post-harvest technology, low diversification of maize-based products, weak business management, and insufficient human resource capacity. The program was implemented using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach to ensure active community involvement at all stages, including problem identification, planning, implementation, and evaluation. The intervention combined technology transfer, technical training, mentoring, and business management assistance. Environmentally friendly technologies introduced included maize shelling, grinding, and milling machines, accompanied by hands-on training in processing value-added products such as corn chips, popcorn, corn brownies, and roasted maize snacks. The results demonstrated a significant improvement in post-harvest efficiency, with processing time reduced from approximately 16 hours to 2 hours per quintal and production capacity increasing from ±30 kg/hour to ±100 kg/hour. Post-harvest losses decreased by up to 70%, while partner household income increased by approximately 25–30%. In addition, partners developed locally branded and packaged maize-based products and began applying simple financial record-keeping and digital marketing practices. Overall, the program contributed to strengthening local economic resilience by integrating appropriate technology with capacity building and participatory empowerment. This initiative demonstrates a sustainable model for community-based agro-processing development and can be replicated in other maize-producing rural areas