Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kebijakan Ekonomi Islam Umar Bin Khattab dalam Menghadapi Krisis Telaah Histori dan Implementasi di Era Modern Annisa Nur’aini; Adinda Farhania Ma’rufa; Seli Saelurrohmah Syam; Lina Marlina
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 2 (2025): Mei: Journal of Islamic Economics and Finance
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jureksi.v3i2.2627

Abstract

Umar bin Khattab's Islamic economic policy in facing the crisis based on historical review and its relevance in the modern era. As the second Caliph, Umar bin Khattab implemented economic policies based on sharia principles, such as the establishment of Baitul Mal, management of zakat, kharaj, jizyah, and ushr, and the establishment of hisbah institutions to supervise the market. This policy succeeded in creating economic stability through fair distribution of wealth and a subsidy system for the poor. In addition, Umar carried out administrative reforms by establishing a transparent fiscal system and procuring currency to support the country's economy. In the modern context, Umar's economic principles are relevant to addressing global challenges such as social inequality, poverty, and economic crisis. This study confirms that Umar bin Khattab's Islamic economic thinking can be an alternative model that is humanistic and sustainable for current economic development.
Peran Manajer Keuangan dan Aktualisasi Syariah (Studi Kasus: Peran Manajemen Keuangan Syariah dalam Pengembangan UMKM) Anabilla Alma Widyaningtias; Adinda Farhania Ma’rufa; Rimarsha Desta Anjani; Dimas Ganjar Pinasti; Joni
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 2 No. 5 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v2i5.4532

Abstract

Abstrak Studi ini mengkaji tantangan empiris dalam implementasi prinsip syariah pada manajemen keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep manajemen keuangan syariah, peran strategis manajer keuangan, serta mengeksplorasi pasar uang dan pasar modal syariah sebagi Solusi alternatif bagi lembaga keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen dan tinjauan literatur. Temuan menunjuka bahwa aktualisasi syariah dalam manajemen keuangan memerlukan harmonisasi antara prinsip syariah, efesiensi pasar, dan peran aktif manajer keuangan. Pasar uang syariah dan integrasinya dengan pasar modal syariah terbukti mengingkatkan likuiditas dan stabilitas keuangan. Manajer keuangan berperan krusial dalam mengoptimalkan instrument syariah, sementara pasar uang dan modal syariah menjadi solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan lembaga keuangan konvensional. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi penguatan tata Kelola keuangan syariah dan rekomendasi kebijakan bagi regulator. Studi kasus difokuskan pada peran manajemen keuangan syariah dalam pengembangan UMKM. Solusi yang ditawarkan melibatkan pendekatan syariah, berbeda dari Solusi konvensional, dengan mekankan prinsip keadilan dan risiko yang terdistribusi. Abstract This study examines the empirical challenges in implementation of sharia principles in financial management. This research aims to analyze the concept of Islamic financial management, the strategic role of financial managers, as well as exploring the Islamic money market and capital market as an alternative solution for financial institutions. Solution for financial institutions. This research utilizes a qualitative approach through document analysis and literature review. The findings show that the actualization of sharia in financial management requires harmonization between sharia principles, market efficiency, and the active role of between sharia principles, market efficiency, and the active role of financial managers. Market Islamic money market and its integration with the Islamic capital market are proven to improve liquidity and financial stability. Liquidity and financial stability. Financial managers play a crucial role in optimizing Islamic instruments, while Islamic money and capital markets are an innovative solutions to overcome the limitations of conventional financial institutions. This research provides a practical contribution to the strengthening of Islamic financial governance and policy recommendations for regulators and policy recommendations for regulators. The case study focuses on the role of Islamic management role in the development of MSMEs. The solution offered involves sharia approach, different from conventional solutions, by mechanizing the principles of fairness and distributed risk.  
Farmasi dan Kosmetik Halal: Konsep, Regulasi, Tantangan, dan Kontribusinya terhadap Industri Halal di Indonesia Azmia Siti Munasifah; Syera Saffina; Adinda Farhania Ma’rufa; Lina Marlina
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5914

Abstract

Industri halal memiliki peran strategis sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi global dan nasional, seiring dengan meningkatnya populasi Muslim serta kesadaran konsumen terhadap pentingnya jaminan halal. Sektor farmasi dan kosmetik halal merupakan subsektor penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kepercayaan, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, regulasi, tantangan, dan kontribusi farmasi serta kosmetik halal terhadap perkembangan industri halal di Indonesia dengan menggunakan metode studi pustaka dan kajian konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip halal-thayyib menegaskan produk tidak hanya halal menurut syariat, tetapi juga bersih, aman, dan bermanfaat. Regulasi nasional seperti Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal telah memperkuat kepastian hukum, namun implementasinya menghadapi tantangan berupa ketergantungan tinggi pada bahan baku impor, biaya sertifikasi yang relatif mahal, serta rendahnya kesadaran pelaku usaha dan konsumen terhadap pentingnya sertifikasi halal. Meskipun demikian, subsektor farmasi dan kosmetik halal terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan kepercayaan konsumen, memperluas peluang ekspor, dan memperkuat daya saing industri nasional di pasar domestik maupun internasional. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya penguatan regulasi, peningkatan literasi halal, serta pendampingan UMKM dalam proses sertifikasi agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, melainkan mampu tampil sebagai pusat industri halal global yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.
Peran Polis Asuransi dalam Mewujudkan Tujuan Asuransi dan Perlindungan Kepentingan Para Pihak Pricilia Siska Sintia Muhtari; Lia Wardatul Umah; Dina Ainul Latifah; Adinda Farhania Ma’rufa; Joni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5948

Abstract

Ketidakpastian risiko dalam kehidupan mendorong individu dan organisasi untuk mentransfer risiko finansialnya melalui asuransi, yang hubungan hukumnya dimaterialisasi dalam polis asuransi. Namun, ketidakjelasan isi polis dapat berujung pada sengketa klaim dan melemahkan perlindungan hukum, terutama jika perusahaan asuransi mengalami kegagalan. Penelitian kepustakaan (library research) ini bertujuan untuk menganalisis peran polis asuransi sebagai instrumen hukum utama dalam menciptakan keseimbangan dan kepastian perlindungan antara tertanggung dan penanggung. Data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder seperti UU No. 40 Tahun 2014, artikel jurnal, dan buku, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polis asuransi berfungsi ganda: sebagai instrumen operasional untuk transfer risiko dan kepastian finansial, serta sebagai alat keseimbangan yang melindungi hak kedua belah pihak melalui klausul-klausul spesifik seperti syarat pertanggungan, pengecualian, dan prinsip indemnity. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun UU dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kerangka pengawasan, efektivitas perlindungan hukum sangat bergantung pada kejelasan dan keseimbangan isi polis. Implikasinya, diperlukan sosialisasi yang masif kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi asuransi dan pemahaman terhadap isi polis.
Optimalisasi Zakat, Wakaf Produktif, dan Sukuk Negara dalam Mengurangi Ketergantungan Utang Berbasis Bunga di Indonesia Tahun 2024–2026 Lia Wardatul Umah; Nuri Kamilatul Pikriyyah; Justin Azmi Luthfi; Rahma Ayuningtyas Anjani; Adinda Farhania Ma’rufa; Asep Suryanto
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7136

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan Indonesia terhadap utang berbasis bunga dalam pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang berimplikasi pada meningkatnya beban fiskal dan pembayaran bunga setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan strategi optimalisasi zakat, wakaf produktif, dan sukuk negara sebagai alternatif pembiayaan syariah dalam mengurangi ketergantungan terhadap utang berbasis bunga pada periode 2024–2026. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur dan studi kasus berdasarkan data sekunder dari laporan resmi, jurnal ilmiah, serta regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat dan wakaf memiliki potensi sangat besar namun realisasinya belum optimal, sedangkan sukuk negara telah berkembang signifikan sebagai instrumen pembiayaan APBN berbasis syariah. Integrasi ketiga instrumen tersebut secara sinergis, didukung digitalisasi, penguatan kelembagaan, serta regulasi yang terintegrasi, berpotensi memperkuat kemandirian fiskal dan mengurangi beban bunga negara. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan lintas sektor untuk mengoptimalkan keuangan sosial Islam dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Manajemen Likuiditas dalam Menghadapi Risiko Likuiditas pada Bank Syariah Lia Wardatul Umah; Dina Ainul Latifah; Adinda Farhania Ma’rufa; Pricilia Siska Sintia Muhtari; Joni Ahmad Mughni
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7179

Abstract

Manajemen likuiditas merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas operasional dan kesehatan keuangan bank syariah. Likuiditas berkaitan dengan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, terutama ketika nasabah melakukan penarikan dana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manajemen likuiditas pada bank syariah, indikator pengukuran likuiditas, instrumen yang digunakan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur secara sistematis pada basis data elektronik seperti Google Scholar, DOAJ, dan Scopus dengan kriteria inklusi meliputi artikel jurnal terakreditasi, relevansi dengan topik, dan publikasi sepuluh tahun terakhir. Analisis data menggunakan metode content analysis dengan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa likuiditas bank syariah dapat diukur melalui beberapa indikator utama seperti Financing to Deposit Ratio (FDR), Non-Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE). Selain itu, pengelolaan likuiditas bank syariah didukung oleh berbagai instrumen seperti Giro Wajib Minimum (GWM) Syariah, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS), dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Faktor yang mempengaruhi likuiditas terdiri dari faktor internal seperti pembiayaan, efisiensi operasional, dan dana pihak ketiga, serta faktor eksternal seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Hasil studi menunjukkan bahwa keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan sangat menentukan stabilitas likuiditas bank syariah. Oleh karena itu, pengelolaan likuiditas yang efektif diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta mendukung stabilitas sistem keuangan syariah.