Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Terhadap Flaming pada Teman Sebaya di Media Sosial: Analisis Kualitatif Nabil, Muhammad Bahrul; Wibowo, Moersito Wimbo; Dwiputri, Masayu Nandhia
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i3.4517

Abstract

Flaming di media sosial, yaitu perilaku mengirimkan pesan dengan nada kasar atau menyerang yang telah menjadi fenomena yang marak di kalangan pengguna internet, termasuk mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap flaming di media social kepada teman sebayanya, serta dampak yang ditimbulkannya terhadap interaksi online. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan melakukan wawancara mendalam pada mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Gajayana Malang untuk mendapatkan pemahaman mengenai pandangan mereka tentang flaming, alasan di balik terjadinya flaming, serta bagaimana mereka merespons perilaku tersebut terutama pada teman sebayanya. Data dianalisis dengan pendekatan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola persepsi dan pengalaman mahasiswa terkait flaming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya memandang flaming sebagai perilaku negatif yang dapat merusak hubungan interpersonal dan menurunkan kualitas komunikasi online. Beberapa faktor pemicu flaming yang teridentifikasi meliputi perbedaan pendapat yang tajam, anonimitas di media sosial, dan kurangnya kontrol emosional. Penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa sering merasa tertekan atau terganggu oleh flaming, namun sebagian cenderung mengabaikan atau memblokir pelaku flaming sebagai strategi penanganan. Kesimpulan penelitian ini adalah flaming di media sosial merupakan isu serius yang memengaruhi interaksi mahasiswa secara online, dan diperlukan pendekatan yang lebih bijaksana dalam berkomunikasi di dunia maya.
Autocratic Leadership Style in Higher Education Institutions: a Systematic Literature Review Nabil, Muhammad Bahrul; Setiyowati, Ninik; Dwiastuti, Ike
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 2 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i2.25040

Abstract

This article aims to map the practices and consequences of autocratic leadership styles in higher education institutions, situating them within the broader context of contemporary leadership in higher education. A systematic literature review was conducted to analyse 19 articles published between 2012 and 2025 within the context of structured higher education. The review process involved the stages of identification, screening, feasibility assessment and inclusion, with the inclusion criteria being relevance to autocratic leadership and to the context of education, and clarity of methodological reporting and outcome indicators. The results of the synthesis show that autocratic leadership is still a reality in many higher education institutions. This is reflected in lower job satisfaction, decreased creativity and initiative, deteriorating quality of working relationships and an increased tendency to leave the institution. However, research on authoritarian elements can contribute to the development of clear command structures, strict procedural compliance, and accelerated decision-making. However, the normative preferences of the academic community are democratic, transformational and participatory leadership. Furthermore, autocratic leadership is difficult to implement in a way that is transparent, ethically sound, and governed well.Artikel ini mengeksplorasi secara komprehensif manifestasi praktik dan konsekuensi psikologis dari gaya kepemimpinan otokratis di perguruan tinggi, dengan menempatkannya dalam lanskap dinamika perilaku organisasi kontemporer. Menggunakan desain systematic literature review (SLR), penelitian ini mengekstraksi data dari 19 artikel empiris terindeks Scopus (periode 2012–2025) yang lolos uji kelayakan dan kriteria inklusi secara ketat, dari total 65 literatur awal yang dihimpun melalui perangkat Publish or Perish. Hasil sintesis mengindikasikan bahwa kepemimpinan otokratis masih terinternalisasi dalam iklim organisasi akademik, yang secara konsisten berkorelasi dengan deteriorasi kepuasan kerja, inhibisi perilaku inovatif, serta eskalasi turnover intention di kalangan staf. Kendati demikian, temuan juga menyoroti fungsi instrumental dari gaya ini seperti akselerasi pengambilan keputusan dan determinasi kepatuhan prosedural terutama pada konteks situasional yang krisis dan menuntut asertivitas regulatif. Walaupun preferensi normatif sivitas akademika tetap berakar pada pendekatan kepemimpinan demokratis dan transformasional, penelitian ini memberikan novelty (nilai kebaruan) melalui sintesis literatur pasca-pandemi yang krusial bagi formulasi model kepemimpinan hibrida. Keterbatasan utama kajian ini mencakup eksklusi literatur non-bahasa Inggris serta tingginya eksposur studi yang didominasi oleh negara-negara berkembang dengan konstelasi budaya jarak kekuasaan tinggi (high power distance).