Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Comorbid Diabetes Mellitus and Hypertension Are Associated with Istithaah Status in Hajj Pilgrims Boy, Elman; Khoiriyah, Nadia; Aulia, Muhammad Budi; Ginting, Azzura Sufina; Saragih, Muhammad Raka Zaelani; Khairunisa, Sukma
Biomedika Vol 17, No 1 (2025): Biomedika Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v17i1.6509

Abstract

Hajj pilgrim health istithaah is empowering the congregation's health through quantifiable physical and mental assessments so that the congregation can carry out their worship by Islamic religious guidance. Indonesian Hajj pilgrims are generally elderly and have a high risk of health problems. Common health problems like hypertension and diabetes mellitus. This study objective to analyze the impact of comorbid diabetes mellitus and hypertension on the health status of Hajj pilgrims. Cross-sectional observational analysis was employed in this study. The subjects used simple random sampling and the number of respondents was 289. Data analysis used statistical analysis tests using SPSS. Univariate and bivariate analyses are used in the data analysis. The results of the bivariate analysis between comorbid diabetes mellitus and istithaah status using Chi-Square test showed that p=0.04 (p<0.05) and Spearman Correlation test showed that p=0.01 (p<0.05). The results of the bivariate analysis between comorbid hypertension and istithaah status using Chi-Square test showed that p=0.01 (p<0.05) and Spearman Correlation test showed that p=0.01 (p<0.05). There is a significant relationship between comorbidities of diabetes mellitus and hypertension with istithaah status among prospective Hajj pilgrims embarking in Medan City, North Sumatra Province in 2024
Indeks Entomologi dan Hubungan Keberadaan Larva Aedes dengan Kejadian Demam Berdarah di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Sarirah, Munauwarus; Khoiriyah, Nadia
Health and Medical Journal Vol 6, No 1 (2024): HEME January 2024
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v6i1.1450

Abstract

Latar Belakang: Kecamatan Tanjung Morawa merupakan daerah dengan kasus demam berdarah (DBD) tertinggi di Kabupaten Deli Serdang, yang juga merupakan kabupaten penyumbang angka kejadian DBD tertinggi di Provinsi Sumatera Utara. Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan kasus DBD adalah peningkatan kepadatan larva Aedes sebagai vektor DBD. Indeks entomologi merupakan indikator yang digunakan untuk memantau kepadatan larva Aedes di pemukiman. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko penularan DBD berdasarkan indeks entomologi dan hubungan antara keberadaan larva Aedes dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 100 rumah penduduk di Kecamatan Tanjung Morawa. Analisis deskriptif digunakan untuk menentukan tingkat risiko terjadinya kasus DBD. Uji korelasi kontingensi digunakan untuk mengetahui hubungan antara keberadaan larva dengan kejadian DBD. Hasil: Dari 100 rumah dijumpai 44 rumah merupakan rumah penderita DBD. Nilai House Index (HI), Breteau Index (BI), Container Index (CI) dan Angka Bebas Jentik (ABJ) masing-masing adalah 75%, 235%, 48,1%, dan 25%. Hasil uji kontingensi didapat nilai p=0,001. Kesimpulan: Wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa berisiko tinggi untuk terjadinya penularan DBD dan ada hubungan antara keberadaan larva Aedes dengan kejadian DBD di wilayah tersebut.