Najmi, Via Novelia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Discourse Analysis Najmi, Via Novelia; Murhayati, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26898

Abstract

Penelitian discourse analysis merupakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami penggunaan bahasa dalam konteks sosial, budaya, dan ideologi. Dalam studi ini, bahasa dipahami tidak sekadar sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana membentuk dan mereproduksi kekuasaan, identitas, serta nilai-nilai sosial. Penelitian ini mengkaji konsep dasar dan desain metode discourse analysis yang melibatkan interpretasi kritis terhadap teks, wacana, dan konteks sosialnya. Kajian ini menunjukkan bahwa discourse analysis sangat relevan dalam pendidikan, terutama untuk mengungkap relasi kuasa, ideologi, dan pembentukan identitas dalam proses pembelajaran, khususnya dalam pendidikan agama Islam.
Hubungan Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik dengan Tingkat Pemahaman PAI Siswa di MAN 1 Pekanbaru Najmi, Via Novelia; Risnawati, Risnawati; Hamdani, M.fikri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan tingkat pemahaman siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN 1 Pekanbaru. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini berkaitan dengan keberagaman gaya belajar siswa dan pengaruhnya terhadap pemahaman materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada siswa kelas XI dan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dan tingkat pemahaman siswa. Siswa dengan gaya belajar yang sesuai cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap materi pelajaran. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan pembelajaran yang mempertimbangkan gaya belajar siswa dalam upaya meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi Pendidikan Agama Islam.
Reconstructing Islamic Epistemology: A Philosophical Analysis of Amin Abdullah’s Integrative–Interconnected Paradigm Rahmani, Diah Ayu; Najmi, Via Novelia; Dewi, Eva
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/althariqah.2026.vol11(1).27798

Abstract

The separation between religious knowledge and modern sciences remains a major issue in contemporary Islamic thought, as it leads to fragmented and less integrated knowledge development. This condition not only divides sources of knowledge but also weakens the relationship between ethical, rational, and empirical dimensions in the construction of knowledge. In this context, the integration of knowledge becomes essential, particularly in Islamic education. This study aims to examine Amin Abdullah’s integrative-interconnected paradigm as an effort to reconstruct a more holistic Islamic epistemology. This research employs a qualitative approach using textual analysis of Abdullah’s works and relevant literature. The findings reveal that the integrative-interconnected paradigm connects three main domains religious texts (hadarat al-nash), scientific knowledge (hadarat al-'ilm), and philosophical reasoning (hadarat al-falsafah) within a dialogical framework. This approach rejects rigid separation between fields of knowledge as well as uncritical acceptance of modern science, emphasizing the interaction between textual, empirical, and rational dimensions in developing comprehensive knowledge. The novelty of this study lies in positioning the integration of knowledge as a critical and reflective effort rather than merely a pedagogical agenda. However, this research is limited to conceptual analysis, suggesting the need for further studies on its practical implementation in Islamic education, particularly in curriculum development and learning practices