Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Human Resources Information System (HRIS) dalam Manajemen Kinerja Karyawan: Studi Literatur Khodir, Abdul; Izzati, Umi Anugerah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28693

Abstract

Manajemen kinerja karyawan merupakan aspek krusial untuk keberhasilan organisasi. Human Resources Information System (HRIS) telah mentransformasi praktik manajemen sumber daya manusia. Studi literatur ini bertujuan mensintesis penelitian terkini mengenai penerapan HRIS dalam manajemen kinerja karyawan, menganalisis manfaat, tantangan, dan faktor keberhasilan implementasinya. Menggunakan metode studi literatur dengan pencarian sistematis pada database Scopus terhadap artikel jurnal yang terbit antara tahun 2021 hingga 2025, sebanyak 14 artikel relevan dianalisis. Hasil menunjukkan HRIS berperan strategis mendukung seluruh siklus manajemen kinerja, mulai dari perencanaan target hingga pengembangan, serta berkontribusi pada peningkatan kinerja karyawan, keterlibatan, dan kreativitas, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan strategis organisasi. Keberhasilan implementasi dipengaruhi kualitas sistem, dukungan manajemen, dan penerimaan pengguna, namun menghadapi tantangan resistensi, biaya, dan keamanan data. Kesimpulannya, HRIS adalah elemen esensial dalam MSDM modern yang mengoptimalkan manajemen kinerja, namun memerlukan pendekatan strategis untuk memaksimalkan potensinya.
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Stres Kerja Pada Karyawan Bagian Produksi PT. X Khodir, Abdul; Nurwidawati, Desi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.57766

Abstract

Persaingan dan tuntutan dari pekerjaan banyak menimbulkan tekanan-tekanan yang muncul dalam diri pekerja. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya kecemasan hingga menimbulkan sesuatu yang merugikan seperti stres kerja. Stres kerja merupakan suatu keadaan dimana karyawan mengalami sebuah tekanan baik fisik maupun psikis yang sudah melebihi batasan tertentu. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi berkembangnya stres kerja adalah kecerdasan emosional. Peran kecerdasan emosional adalah sebagai jembatan pengelolaan stres yang terjadi pada karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kecerdasan emosional dengan stres kerja pada karyawan bagian produksi PT. X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksplanatif. Peneliti ingin mengetahui bagaimana hubungan antar variabel. Data kuantitatif didapatkan melalui pembagian kuesioner. Hasil penelitian ini dilakukan terhadap 292 karyawan bagian produksi PT.X yang kemudian diperoleh hasil penelitian menujukkan angka korelasi yang siknifikan (-0.635). Artinya kecerdasan emosional memiliki hubungan negatif yang tinggi terhadap stres kerja karyawan PT.X. Artinya apabila kecerdasan emosional yang dimiliki karyawan tinggi maka stres kerjanya rendah, sebaliknya apabila kecerdasan emosional yang dimiliki karyawan rendah maka stres kerja tinggi.
Analisis Kepemimpinan Transformasional Pimpinan Pondok Pesantren Modern di Lingkungan Yayasan Tradisional: Penelitian Khodir, Abdul; Anugerah Izzati, Umi; Rafidatuddini, Ishmah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4788

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan transformasional pimpinan pondok pesantren modern yang beroperasi dalam struktur yayasan pesantren tradisional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap tiga informan kunci (kyai yayasan sebagai atasan, guru sebagai bawahan, dan kepala MTs tradisional sebagai rekan sejajar), kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz H mempraktikkan keteladanan ganda spiritual–profesional (idealized influence), mengartikulasikan visi bermakna religius melalui reframing dan komunikasi simbolis (inspirational motivation), mendorong inovasi berbasis rasionalitas efisiensi serta menciptakan iklim aman untuk eksperimen dan advokasi ide baru (intellectual stimulation), serta mengembangkan SDM melalui pendekatan Murabbi, mentoring, dan penempatan tugas berbasis kekuatan individu (individualized consideration). Temuan utama mengidentifikasi translation work sebagai mekanisme kunci efektivitas kepemimpinan, yaitu kemampuan menerjemahkan praktik manajerial modern ke dalam bahasa nilai tradisional sehingga perubahan dipahami sebagai sarana memperkuat tujuan spiritual dan menjaga legitimasi di hadapan struktur organisasi yang konservatif.
The Impact of Perceived Social Support and Emotion Regulation on the Psychological Well-Being of Islamic Boarding School Teachers Khodir, Abdul; Dewi, Damajanti Kusuma; Khoirunnisa, Riza Noviana
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 8 No. 2 (2026): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026081894000

Abstract

This study aims to examine the effect of perceived social support and emotion regulation on the psychological well-being of teachers in an Islamic boarding school (pesantren) context. The study employed a quantitative cross-sectional design involving 264 permanent teachers from an integrated Islamic boarding school foundation in East Java, Indonesia. Data were collected using three standardized instruments: Ryff’s Scales of Psychological Well-Being (42 items), the Multidimensional Scale of Perceived Social Support/MSPSS (12 items), and the Emotion Regulation Questionnaire/ERQ (10 items). Data were analyzed using multiple linear regression after all classical assumptions were met. The results revealed that perceived social support and emotion regulation simultaneously had a positive and significant effect on teachers’ psychological well-being, with an F value of 160.358 and p < 0.001. The coefficient of determination indicated that these two variables explained 64.9% of the variance in psychological well-being (R = 0.806; R² = 0.649). These findings demonstrate that the psychological well-being of pesantren teachers is shaped not only by internal personal resources but also by supportive social environments. Therefore, strengthening social support and providing emotion regulation training are important strategies for promoting teachers’ mental health and sustaining educational quality in pesantren settings.