Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kehidupan Jemaat Mula-Mula sebagai Teladan dalam Kesejahteraan Ekonomi Jemaat Ruat Diana; Elsha Triani Ibi Desi; Lenda Dabora J.F. Sagala
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol 1, No 1 (2023): NCCET: Education for All, 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v1i1.699

Abstract

Artikel ini menulis tentang konsep kesejahteraan ekonomi jemaat yang sering kali menjadi fokus pemimpin gereja dalam mengembangkan pelayanan. Pembahasan dalam artikel ini didasarkan pada analisis terhadap kitab Kisah Para Rasul khususnya menjadikan kehidupan jemaat mula-mula sebagai teladan dalam mencapai kesejahteraan ekonomi jemaat. Adapun metode yang digunakan adalah metode pustaka dari sumber-sumber terkait. Temuan dalam penelitian ini adalah dari kehidupan jemaat mula-mula, teladan dalam mencapai kesejahteraan ekonomi jemaat yang relevan, yaitu memiliki jiwa tolong-menolong, memiliki pengelolaan yang bijaksana, dan melakukan pemberdayaan ekonomi kepada jemaat.
Processed Red Ginger (Zingiber Officinale Var Rubrum) into Instant Ginger as a Healthy Drink Ruat Diana; I Putu Ayub Darmawan
Khaliya Onomiyea: Jurnal Abdimas Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Levinus Rumaseb Sentani, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61471/ko-jan.v1i1.12

Abstract

Processed ginger used to be limited as a spice but has now become a health drink. The purpose of this scientific work is to determine the process of making instant ginger with the basic ingredients of red ginger (Zingiber officinale). The method used is qualitative through library research. Data collection techniques through field observations. Literature research and the practice of making instant ginger. This paper provides research information on the health effects of red ginger immunity. The process of processing red ginger becomes instant in a simple way that can be done in the home industry. This instant ginger drink can help increase immunity for Covid-19 survivors and also maintain body health.
Semboyan Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata Sebagai Akses Relasi Sosial Keagamaan Katarina, K; Diana, Ruat
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 1, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v1i1.4

Abstract

Humans are social creatures that require interaction with one another, in the process of building the interaction of religious books and watchwords very important role as access to social relations. In building relationships, access is needed to achieve social integration. This study aims to describe the Dayak motto as access to social relations, so in this research is descriptive in the form of qualitative, using literature or literature studies. Based on the analysis of researchers, conclusions related to the slogan Adil Ka 'Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka 'Jubata as access to social relations are fair to others, reflect on heavenly life, and surrender to God as the determinant of life. Manusia merupakan makhluk sosial yang memerlukan interaksi satu dengan lainnya, dalam proses membangun interaksi kitab keagamaan dan semboyan sangat berperan sebagai akses relasi sosial. Dalam membangun relasi diperlukan akses untuk mencapai integrasi sosial.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan semboyan suku dayak sebagai akses relasi sosial, sehingga dalam penelitian ini bersifat deskriptif dalam berbentuk kualitatif, dengan menggunakan studi literatur atau studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis peneliti, maka dihasilkan simpulan terkait semboyan Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata sebagai akses relasi sosial adalah adil kepada sesama, bercermin kepada kehidupan surga, serta berserah kepada Tuhan sebagai penentu kehidupan. 
Christian Worker Analogy According to 2 Timothy 2:1-13 and Its Implications for Sunday School Teacher Professionalism Diana, Ruat; Br. Simamora, Elsi Susanti; Br. Perangin-angin, Darni; Okoi, Ibiang O.
Integritas: Jurnal Teologi Vol 5 No 2 (2023): Integritas: Jurnal Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Jaffray Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47628/ijt.v5i2.208

Abstract

This article is conducting research based on the analogy by the Apostle Paul mentioned in 2 Timothy 2:1-13. In the text, Paul makes an analogy of Christian workers in three analogies. This analogy has something to do with the teacher’s professionalism. Therefore the research being done here is divided into two parts, namely the analogy of Christian workers in 2 Timothy 2:1-13 and the second part the implications for the professionalism of Sunday school teachers. The research approach being used includes exegesis research through utilizing Biblical hermeneutic principles and also through utilizing an analysis of implications. The hermeneutic process of the Bible is carried out by analyzing the context and meaning that is found in the text of 2 Timothy 2:1-13. We have used several relevant sources such as books on Bible commentaries and various research reports both in journals and repositories. The implication analysis was carried out after completing the exegesis of 2 Timothy 2:1-13. We have examined the various phenomena that are related to the professionalism of Sunday school teachers and find their correlation to the results of the exegesis already conducted beforehand. The results of the study show that Christian workers by way of analogy in comparison to soldiers, sportsmen, and farmers. The first is the soldier analogy. The soldier analogy explains that the Christian worker is ready to fight on the battlefield to defend his faith in Christ. The second analogy is the sportsman analogy. The sportsman's analogy explains that Christian workers must prepare himself or herself before the competition. In the analogy of sportsmen, Christian workers must be consistent, enterprising, and ready to finish the matches with an enthusiastic spirit. The third analogy is the farmer's analogy. The farmer's analogy explains that Christian workers must be ready to plant the seed of God's Word in everyone's heart. In the farmer's analogy, Christian workers must also be patient and diligent in caring for the seeds of the world that are planted so that these seeds may produce fruit.
Peran Komunikator Kristen Dalam Strategi Pekabaran Injil Di Era Revolusi Industri 4.0 Diana, Ruat
Integritas: Jurnal Teologi Vol 1 No 1 (2019): Integritas: Jurnal Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Jaffray Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47628/ijt.v1i1.3

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran komunikator dalam strategi penginjilan di era revolusi industri 4.0. Perkembangan teknologi di era revolusi industri telah menimbulkan kegelisahan akan dampak negatifnya, tetapi setiap perkembangan teknologi memberi manfaat yang positif pula. Pembahasan dalam artikel ini menekankan bagaimana peran komunikator dapat melewati disrupsi teknologi yang terjadi di era revolusi industri 4.0. Di era revolusi industri 4.0, para komunikator dapat berperan dalam strategi penginjilan dengan menjadi inovator strategi penginjilan, menjadi kontributor materi, dan menjadi model komunikator yang baik dalam bermedia digital.
Dampak Konsumsi Konten Digital terhadap Kehidupan Rohani Pemuda Kristen Yohanes, Juarita; Diana, Ruat; Andani, Franciska Meri
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 1 (2025): Youth Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i1.1067

Abstract

Konsumsi konten digital telah secara signifikan mengubah lanskap spiritual bagi kaum muda Kristen, menghadirkan tantangan dan peluang untuk pengembangan iman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pola konsumsi konten digital terhadap kehidupan spiritual pemuda Kristen di Indonesia. Dilakukan di beberapa daerah, antara lain Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Jawa Timur, dan Bali, penelitian ini melibatkan pemuda Kristen yang aktif menggunakan media digital, direkrut melalui gereja dan organisasi pemuda. Dengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan melalui kuesioner online yang mengukur jenis, frekuensi, durasi, dan konteks konsumsi konten digital, dengan analisis tematik diterapkan pada tanggapan. Hasilnya mengungkapkan variasi yang cukup besar dalam penggunaan media digital harian, dengan sebagian besar responden mengalokasikan 1-2 jam per hari untuk konten keagamaan, terutama diakses melalui YouTube, Instagram, dan TikTok. Jenis konten yang paling populer termasuk musik Kristen, renungan singkat, dan khotbah online. Konsumsi konten keagamaan digital ditemukan secara positif mempengaruhi pemahaman alkitabiah, aktivitas ibadah, antusiasme penginjilan, dan welas asih terhadap orang lain, meskipun tingkat dampaknya bervariasi sesuai dengan motivasi individu dan intensitas konsumsi. Studi ini menyimpulkan bahwa konten digital, jika dikelola dengan bijak, dapat memperkaya kehidupan spiritual pemuda Kristen, berfungsi sebagai motivator dan sumber pengetahuan. Temuan ini menyoroti pentingnya literasi digital dan pemilihan konten yang disengaja untuk memaksimalkan dampak spiritual yang positif bagi pemuda Kristen.
Strategi Gereja dalam Mengembangkan Komunitas Digital sebagai Sarana Pembinaan Pemuda Putri, Adelia Primadani; Diana, Ruat; Enjelita, Fiona
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 1 (2025): Youth Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i1.1099

Abstract

Penelitian ini mengkaji pendekatan strategis gereja dalam membangun komunitas digital untuk pembinaan pemuda di era digitalisasi. Temuan utama menunjukkan bahwa gereja perlu mengadopsi tiga strategi kunci: pelayanan berbasis kemitraan, berbasis kebutuhan pemuda, dan berbasis teknologi. Pendekatan holistik ini memungkinkan gereja mengembangkan komunitas digital yang tidak hanya menjadi saluran komunikasi tetapi juga ruang pembinaan yang efektif. Konsep Digital Ecclesia menawarkan kerangka teologis dimana gereja tidak hanya menggunakan teknologi sebagai alat, tetapi mengintegrasikannya sebagai bagian dari strategi misi yang komprehensif. Penelitian ini juga mengidentifikasi lima implementasi praktis: pengembangan platform interaktif, pelatihan kepemimpinan digital, konten kontekstual, komunitas inklusif, dan integrasi pelayanan online-offline. Pendekatan ini memungkinkan gereja memenuhi kebutuhan spiritual Generasi Z sekaligus mempertahankan relevansi misinya di era digital.
Tugas Orang Kristen Menghadapi Perubahan Zaman: Refleksi Teologis dari Injil Matius Diana, Ruat; Monika, Thia; Efendi, Jois; Christiawan, Afgrita Fendy
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.47

Abstract

Perubahan dan perkembangan zaman memiliki pengaruh yang bersifat positif maupun negatif bagi pola pikir manusia, termasuk orang Kristen. Artikel ini bertujuan memaparkan tugas orang Kristen dalam menghadapi perubahan zaman berdasarkan refleksi teologis dari Injil Matius. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan hermeneutik Alkitab. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa untuk menghadapi perubahan zaman, orang percaya diperlengkapi dengan pokok-pokok iman dan dilatih untuk melayani. Orang percaya diberi tugas untuk menjadi penjala manusia sehingga dapat menjadikan segala bangsa murid Kristus. Orang percaya dijadikan garam dan terang bagi dunia. Orang percaya yang telah diampuni di dalam Yesus Kristus harus memiliki perspektif bahwa kasih dapat memberikan tujuan hidup yang abadi. Kasih mestinya menjadi bagian paling utama yang harus dipraktekan. Selain itu, orang Kristen perlu hikmat Tuhan dan diikuti dengan keteladanan hidup yang benar. Oleh sebab itu setiap orang percaya harus menyadari identitas dirinya sendiri dalam menyikapi transformasi yang terjadi dalam masyarakat.
KERJASAMA ORANG TUA DAN GURU DALAM PEMBELAJARAN PAUD DI MASA PANDEMI COVID-19 Diana, Ruat; Darmawan, I Putu Ayub; Br Simamora, Elsi Susanti
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral  Vol 2 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.706 KB) | DOI: 10.46408/vxd.v2i1.42

Abstract

The pandemic has impacted education, so efforts have been made to make education run well. Schools attempt to solve this problem in several ways. One of them is building collaboration between teachers and parents. The research aims to find the collaboration of parents and teachers in carrying out learning in early childhood education during the Covid-19 pandemic. The research was conducted at Kana Ungaran Integrated Early Childhood Education, which was also affected by the Covid-19 pandemic. The author collects data through interviews with teachers and parents. The results showed that the collaboration was carried out by building communication using social media, holding limited meetings, and parenting programs. In this collaboration, parents have a part, namely being a mediator by taking lesson materials to school and guiding children in learning from home. The part of the teacher in this collaboration is to regulate the provision of teaching materials and build communication with parents. Meanwhile, the school plays a role in helping solve learning problems through parental assistance and a visit home program.