Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluation Growth of Hydroponic Fodder With Different Lighting Treatment to Increase Forage Productivity Respati, Adib Norma; Wulandari, Suci; Kusuma, Satria Budi; Firmansyah, Wahyu; Ramadhan, Firli; Bahariawan, Amal
International Journal of Technology, Food and Agriculture Vol. 2 No. 2 (2025): June
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/tefa.v2i2.5671

Abstract

This study was aimed to determine the effect of lighting and plant type on growth of hydroponic fodder to increase forage productivity. This study used a randomized complete factorial design. The first factor was plant type consisted of maize (Zea mays), mung bean (Vigna radiata L) and rice (Oryza sativa). The second factor was lighting treatment consisted of 12 hours and 24 hours. Each treatment was replicated 6 times. The variables measured were plant growth parameters consisted of plant height, leaves number, width of leave and length of leave. Data was analyzed using Analysis of Variety (ANOVA) and the difference between means was analyzed using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result showed that plant type increase in height, number of leaves, width and length of leave along with the ages plant. Maize showed the highest of plant height and numbers of leaves. Lighting 12 hours showed the best lighting to support plant height, then lighting 24 hours support to width of leaves. The conclusion of the study showed that the best growth results were corn plants with 12-hour lighting treatment.
Evaluasi Green Fodder Terhadap Kandungan Neutral Detergent FibeR (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF) dan Kecernaan Nutrien Secara Invitro Respati, Adib Norma; Wulandari, Suci; Kusuma, Satria Budi; Bahariawan, Amal; Ramadhan, Firli
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.2

Abstract

Keterbatasan hijauan di musim kemarau dan semakin sempitnya lahan untuk menanam hijauan pakan masih menjadi salah satu permasalahan di bidang peternakan. Penggunaan green fodder dapat menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengatasi masalah tersebut, karena dapat dipanen dalam waktu yang singkat dan tidak tergantung pada musim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan NDF, ADF, KcBK dan KcBO dari berbagai macam green fodder. Materi yang digunakan untuk green fodder adalah biji jagung (Zea mays), biji padi (Oryza sativa), dan biji kacang hijau (Vigna radiata L). Metode penelitian ini ada beberapa tahap yaitu penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan, preparasi sampel dan pengujian sampel.  Variabel yang diamati adalah kandungan NDF, ADF, kecernaan invitro bahan kering (KcBK) dan kecernaan invitro bahan organik (KcBO). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 5 ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA), apabila terdapat perbedaan signifikan (P<0,05) maka dianjutkan dengan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis green fodder berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan NDF (jagung 31,38%; padi 39,06%; kacang hijau 31,79%), ADF (jagung 15,38%; padi 25,96%; kacang hijau 31,92%), KcBK (jagung 78,56%; padi 63,05%; kacang hijau 72,40%) dan KcBO (jagung 82,10%; padi 64,76%; kacang hijau 74,56%). Kandungan KcBK dan KcBO meningkat seiring dengan menurunnya kandungan NDF dan ADF green fodder, semakin rendah kandungan NDF dan ADF akan menyebabkan tingginya kecernaan bahan pakan. Kesimpulan penelitian ini adalah jenis tanaman yang terbaik digunakan sebagai green fodder adalah jagung. Jagung memiliki kandungan NDF dan ADF terendah serta nilai KcBK dan KcBO tertinggi dibandingkan dengan padi dan kacang hijau