Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Model Karuni Efektiv Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Kehamilan, PHBS, Dan Gizi Untuk Mencegah Stunting Benny Karuniawati; Nur Cahya Rachmawati; Lulung Lanova Hersipa; Mizan Prihastuti; Lutfi Annarahayu
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v16i1.455

Abstract

Latar belakang: Masa remaja adalah fase rentan, terutama bagi remaja putri, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti media sosial, urbanisasi, dan pola makan tidak sehat. Kurangnya gizi dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan risiko kehamilan dini, yang berkontribusi pada stunting. Di Yogyakarta, prevalensi stunting masih tinggi, terutama di Gunungkidul, dengan faktor penyebab seperti Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia pada remaja putri. Untuk mengatasi masalah ini, Model Komunitas Anak Remaja Usia Dini (KARUNI) dikembangkan sebagai platform edukasi interaktif berbasis digital yang memberikan informasi mengenai kesehatan reproduksi, PHBS, dan gizi. Melalui pendekatan digital yang menarik, remaja dapat mengakses materi edukasi secara lebih efektif. Tujuan: mengevaluasi efektivitas Model KARUNI dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang kehamilan, PHBS, dan gizi sebagai upaya pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Model KARUNI melalui metode quasi eksperimen dengan 72 responden. Intervensi dilakukan selama 3 minggu dimana kelompok intrevensi diberikan akses aplikasi KARUNI. Hasil: Hasil uji analisis bivariat dengan Mann Whitney diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001. Kesimpulan: Model KARUNI terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kehamilan remaja, PHBS, dan gizi sebagai upaya pencegahan stunting
REBOZO TECHNIQUE SHORTENS FIRST STAGE OF LABOR Erma Nur Fauziandari; Amri Wulandari; Saumi Fijriyah; Lutfi Annarahayu
Journal for Quality in Women's Health Vol. 8 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v8i2.283

Abstract

The maternal mortality rate that occurs in maternal mothers in Indonesia reaches 189 per 100 thousand live births. 80% percent of maternal deaths are caused by direct factors, one of which is stuck Labor. One of the efforts to reduce the incidence of Labor jams is to shorten or speed up the length of labor. Efforts to speed up the duration of delivery in the first period is by managing the rebozo technique.  Type of experimental research  with case control design and sampling technique  purposive sampling. The samples of 18 maternity mothers was divided into 2 groups, 9  in rebozo technique  and 9  in control group. The results of the study, the analysis with an independent t test, obtained ρ value 0.018 < sig 0.005. From these results, it can be concluded that the rebozo technique is effective in shortening the length of delivery time during First Stage Labor.
Peran Aplikasi Kegawatdaruratan Maternal Neonatal (SIGNAL) terhadap Kesadaran Ibu Hamil Mengenai Tanda Bahaya Kehamilan nur khasanah, ismi; Saumi Fijriyah; Lutfi Annarahayu; Nur Cahya Rachmawati; Sumarti Endah Purnamaningsih Maria Margaretha
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.135

Abstract

Kurangnya kesadaran ibu hamil terhadap tanda bahaya kehamilan menjadi salah satu penyebab keterlambatan penanganan komplikasi obstetri. Inovasi digital seperti Aplikasi Kegawatdaruratan Maternal Neonatal (SIGNAL) hadir sebagai solusi edukatif berbasis teknologi untuk meningkatkan pengetahuan ibu secara mandiri. Menjelaskan pengalaman ibu hamil dalam menggunakan aplikasi SIGNAL dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap kesadaran akan tanda bahaya kehamilan. Desain penelitian kualitatif fenomenologi. Delapan ibu hamil trimester 2–3 dipilih melalui purposive sampling. Wawancara mendalam digunakan untuk pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan metode Miles dan Huberman. Empat tema utama muncul: (1) kemudahan penggunaan aplikasi, (2) informasi edukatif yang lengkap, (3) peningkatan kewaspadaan terhadap tanda bahaya, dan (4) peningkatan rasa aman dan percaya diri. Aplikasi SIGNAL dinilai sangat membantu dalam memahami dan mengenali gejala bahaya kehamilan. Aplikasi SIGNAL merupakan media edukasi digital yang efektif dalam mendukung kesadaran ibu hamil terhadap kegawatdaruratan obstetri dan neonatal. Pengintegrasian dalam layanan antenatal berbasis komunitas sangat dianjurkan.
Efektivitas Aplikasi SIGNAL Nakes dalam Meningkatkan Pengetahuan Kader Kesehatan di Kabupaten Bantul rachmawati, nur; Ismi Nur Khasanah; Saumi Fijriyah; Sumarti Endah Purnamaningsih Maria Margaretha; Lutfi Annarahayu
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.141

Abstract

Kader kesehatan sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan memiliki peranan penting dalam upaya promotif dan preventif, namun masih ditemukan keterbatasan dalam pengetahuan mereka terkait tanda bahaya kehamilan, persalinan, nifas, dan neonatus. Aplikasi SIGNAL Nakes dikembangkan sebagai inovasi edukasi digital untuk mendukung peningkatan kapasitas kader dalam mendeteksi kegawatdaruratan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 70 kader aktif pengguna aplikasi SIGNAL Nakes di Kabupaten Bantul menjadi responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner pilihan ganda terkait kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Intervensi dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan penggunaan aplikasi oleh spesialis obgin, kemudian dilakukan posttest tiga bulan setelah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat  peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari pretest (rata-rata 58.4) menjadi posttest (rata-rata 82 .7) dengan nilai p ? 0.000. Usia dan tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan (masing-masing p = 0.043 dan p = 0.012), sedangkan lama menjadi kader tidak berpengaruh signifikan (p = 0.341). Kader yang lebih muda dan berpendidikan lebih tinggi menunjukkan peningkatan pengetahuan lebih tinggi. Kesimpulan penelitian  bahwa Aplikasi SIGNAL Nakes terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
Optimalisasi Peran Orang Tua dalam Mendukung Gizi Seimbang dan Perilaku Hidup Bersih Sehat pada Remaja untuk Mencegah Stunting di Patuk, Gunungkidul Karuniawati, Benny; Nur Cahya Rachmawati; Lulung Lanova Hersipa; Mizan Prihastuti; Lutfi Annarahayu
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Philanthropy, January 2026
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jop.v4i1.277

Abstract

Background: Stunting is a condition of stunted growth due to chronic malnutrition and repeated infections, impacting a child's physical and cognitive development. Prevention can begin in adolescence, particularly in young women who are prospective mothers. The role of parents in providing balanced nutrition and PHBS is crucial to reducing stunting rates. In Yogyakarta Special Region, the stunting prevalence is 18%, with Gunungkidul being the highest at 22.2%. Objective: To increase parental understanding and involvement in supporting healthy eating patterns and PHBS to prevent stunting in adolescents. Methods: This community service activity lasted four weeks with 35 parents of students from Patuk 1 Junior High School as participants. The program included socialization and education on balanced nutrition and PHBS, training in developing healthy menus, interactive discussions, and monitoring and evaluation of changes in family eating and hygiene patterns to prevent stunting. Results: This program increased parental understanding of balanced nutrition and PHBS, as evidenced by a 35% increase in understanding scores. Parents began adopting healthy eating patterns with more protein and vegetables. Adolescent awareness also increased, as evidenced by better personal hygiene practices and consumption of nutritious foods. Conclusion: Optimizing the role of parents in supporting balanced nutrition and PHBS has proven to be an effective step in preventing stunting in adolescents.
Pelatihan Penggunaan Lembar Balik Digital (LEBAD) Kesehatan Reproduksi Remaja Disabilitas Kepada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Se-Kabupaten Bantul Trisnaningsih, Rahma; Lutfi Annarahayu; Saumi Fijriyah; Ismi Nur Khasanah; Mizan Prihastuti; Siti Mahmudah
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.208

Abstract

Remaja disabilitas merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap pelecehan seksual dan kekurangan informasi kesehatan reproduksi yang mudah diakses, guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) memegang peran kunci sebagai educator, namun seringkali terkendala kurangnya media untuk menyampaikan materi kesehatan reproduksi, pelatihan ini bertujuan memberdayakan guru SLB dalam penggunaan LEBAD sebagai media edukasi kespro yang interaktif, kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan kolaboratif antara Tim Pengbadi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, peserta merupakan guru-guru dari 20 SLB Sekabupaten Bantul. Hasil Pengabdian Menunjukkan peningkatan dalam pemahaman peserta mengenai materi kesehatan reproduksi untuuk remaja disabilitas dengan rerata nilai post-tes 88.5 jauh lebih tinggi dibandingkan nilai pre-test dengan nilai 65.2. Kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah memastikan keberlanjutan untuk program ini. Kesimpulan pengabdian ini melalui pelatihan LEBAD yang dikombinasikan dengan pelatihan langsung terbukti efektif meningkatkan pengetahuan guru SLB tentang kesehatan reproduksi.