Ardila, Mutiara
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MAKNA KONOTATIF TRADISI BERBALAS PANTUN DALAM PERNIKAHAN ADAT MAINANGAN DI DESA PASAR LAMA KECAMATAN KAUR SELATAN KABUPATEN KAUR Ardila, Mutiara; Yumarni, Asmara; Astuti, Dina Putri Juni
Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/progresif.v4i2.72786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis pantun serta makna konotatif yang terkandung dalam tradisi berbalas pantun pada pernikahan adat Mainangan di Desa Pasar Lama, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur. Tradisi ini merupakan warisan budaya masyarakat Melayu yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dilestarikan dalam prosesi pernikahan hingga kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pantun dalam tradisi berbalas pantun terdiri dari lima jenis utama, yaitu pantun nasihat, pantun agama, pantun adat, pantun percintaan, dan pantun jenaka. Setiap jenis pantun memiliki struktur dan pesan tersendiri yang disampaikan melalui bahasa kiasan dan simbolik. Analisis makna konotatif mengungkapkan adanya dua kategori nilai rasa, yaitu nilai rasa positif (menyenangkan) dan nilai rasa negatif (tidak menyenangkan). Nilai rasa positif ditemukan dalam pantun-pantun yang menggambarkan harapan, penghormatan, dan kebahagiaan. Sedangkan nilai rasa negatif muncul dalam bentuk sindiran halus atau penolakan secara sopan. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi berbalas pantun tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik yang mencerminkan nilai-nilai budaya, etika, dan kearifan lokal masyarakat Kaur. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini menjadi penting sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya daerah.
Penerapan Model Inside Outside Circle Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa di Kelas V SD Negeri 12/II Empelu Ardila, Mutiara; Subhanadri, Subhanadri; Mufthi, Dhini
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.192

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi proses dan hasil belajar peserta didik di kelas V SDN 12/II Empelu masih rendah dalam pembelajaran. tujuan penelitian ini adalah meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS melalui model pembelajaran Inside Outside Circle. Penelitian tindakan kelas (CAR) adalah jenis penelitian yang dilakukan dalam studi ini. Sebanyak 25 siswa kelas lima dari SDN 12/II Empelu menjadi subjek penelitian; delapan di antaranya perempuan dan 17 di antaranya laki-laki. Peneliti melaksanakan dua siklus dalam implementasi penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di kelas lima SDN 12/II Empelu pada semester genap tahun ajaran 2024–2025. Hasil tes, dokumentasi, dan lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses dan hasil pembelajaran IPAS kelas lima di SDN 12/II Empelu dapat ditingkatkan dengan menerapkan paradigma pembelajaran Inside Outside Circle. Proses pembelajaran siswa pada siklus I memiliki kriteria baik dan sangat baik (72%) dan pada siklus II memiliki kriteria baik dan sangat baik (84%) dalam kategori baik, sementara kinerja pendidik pada siklus I memiliki kriteria baik dan sangat baik (70%) dalam kategori baik dan 90% dalam kategori sangat baik. Rata-rata skor pembelajaran siswa pada siklus I dan II, yang mencapai KKTP dengan persentase 52% dan 88% masing-masing, menunjukkan bahwa standar kriteria pencapaian target pembelajaran sebesar 72% telah terpenuhi. Untuk meningkatkan standar pendidikan ke depannya, perlu menerapkan dan memperluas penggunaan paradigma pembelajaran Inside Outside Circle dalam pengajaran IPAS.