Mufthi, Dhini
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Model Inside Outside Circle Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa di Kelas V SD Negeri 12/II Empelu Ardila, Mutiara; Subhanadri, Subhanadri; Mufthi, Dhini
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.192

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi proses dan hasil belajar peserta didik di kelas V SDN 12/II Empelu masih rendah dalam pembelajaran. tujuan penelitian ini adalah meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS melalui model pembelajaran Inside Outside Circle. Penelitian tindakan kelas (CAR) adalah jenis penelitian yang dilakukan dalam studi ini. Sebanyak 25 siswa kelas lima dari SDN 12/II Empelu menjadi subjek penelitian; delapan di antaranya perempuan dan 17 di antaranya laki-laki. Peneliti melaksanakan dua siklus dalam implementasi penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di kelas lima SDN 12/II Empelu pada semester genap tahun ajaran 2024–2025. Hasil tes, dokumentasi, dan lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses dan hasil pembelajaran IPAS kelas lima di SDN 12/II Empelu dapat ditingkatkan dengan menerapkan paradigma pembelajaran Inside Outside Circle. Proses pembelajaran siswa pada siklus I memiliki kriteria baik dan sangat baik (72%) dan pada siklus II memiliki kriteria baik dan sangat baik (84%) dalam kategori baik, sementara kinerja pendidik pada siklus I memiliki kriteria baik dan sangat baik (70%) dalam kategori baik dan 90% dalam kategori sangat baik. Rata-rata skor pembelajaran siswa pada siklus I dan II, yang mencapai KKTP dengan persentase 52% dan 88% masing-masing, menunjukkan bahwa standar kriteria pencapaian target pembelajaran sebesar 72% telah terpenuhi. Untuk meningkatkan standar pendidikan ke depannya, perlu menerapkan dan memperluas penggunaan paradigma pembelajaran Inside Outside Circle dalam pengajaran IPAS.
Kolaborasi Numbered Head Together dan Ular Tangga: Strategi Inovatif Meningkatkan Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Aryana, Fino Risqi; Abdulah, Abdulah; Mufthi, Dhini
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.199

Abstract

Masalah hasil belajar dan proses belajar yang buruk hanya 10 siswa yang memperoleh skor 41,67% pada KKTP menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa “hasil belajar IPAS belum mencapai target 75 poin KKTP sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana pendekatan Numbered Heads Together, dikombinasikan dengan permainan ular tangga, meningkatkan proses dan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SDN 164/II Gapura Suci”. Dua puluh empat anak menjadi subjek penelitian dalam studi tindakan kelas ini. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dan peneliti mengadakan dua pertemuan dalam setiap siklus. Setiap siklus mencakup latihan perencanaan, implementasi tindakan, dan pada akhir siklus, observasi dan refleksi. Berdasarkan temuan, hasil dan proses pembelajaran IPAS kelas IV dapat ditingkatkan dengan menggunakan paradigma Numbered Heads Together bersama dengan permainan ular tangga. 1) Pada siklus II, pengamatan guru meningkat menjadi “76% pada pertemuan I dan 86% pada pertemuan II, dibandingkan dengan 62% dan 71% pada pertemuan I di siklus I. Pada siklus II, pengamatan siswa meningkat menjadi 75% pada pertemuan I dan 88% pada pertemuan II, dibandingkan dengan 63% dan 71% pada siklus I dan II, masing-masing. 2) Hasil belajar IPAS siswa meningkat dari 69,2% pada siklus I menjadi 80,8% pada siklus II”. Kesimpulannya, proses dan hasil belajar IPAS di kelas empat dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan paradigma Numbered Head Together bersama dengan papan ular tangga. 
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing Kelas V SDN 296/VI Rantau Panjang Kamila, Tasya Sapa; Megawati, Megawati; Mufthi, Dhini
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.203

Abstract

Penelitian tindakan kelas pada peserta didik kelas V SDN 296 /VI Rantau Panjang yang dilatar belakangi observasi awal yang menunjukkan rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik dapat dilihat berdasarkan rata-rata hasil tes uji kompetensi peserta didik pada pokok bahasan magnet, listrik, dan teknologi untuk kehidupan yaitu 64. Rata-rata nilai tersebut masih dibawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Hal ini menunjukkan masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Oleh karena itu model pelajaran yang dapat meningkat hasil belajar peserta didikadalah model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas V SDN 296/VI Rantau Panjang yang berjumlah 16 peserta didik. Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi keterlaksanaan model inkuiri terbimbing dan lembar tes belajar peserta didik Sedangkan data kuantitatif berupa data yang diperoleh dari jumlah persentase keterlaksanaan model inkuiri terbimbing pada skor penilaian indikator lembar observasi dan nilai maupun persentase hasil tes belajar peserta didik menggunakan model inkuiri terbimbing. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain, keterlaksanaan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPAS berkategori sangat baik dan hasil tes belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS mengalami peningkatan di atas KKTP yaitu 70, setelah diterapkan model inkuiri terbimbing. Hasil tes belajar rata-rata peserta didik pada siklus 1 adalah 66,9 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 9 peserta didik (56,25%) dan pada siklus 2 adalah 75 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 15 peserta didik (93,75%). Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari siklus 1 dan 2 hasil belajar peserta didik melalui penerapan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPAS. Penerapan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar dan dapat membantu peserta didik agar tetap fokus dalam berbagai situasi pembelajaran yang sedang terjadi sehingga terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar