Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga sebagai Antioksidan dalam Pembuatan Lip balm di Kabupaten Majalengka Hati, Futi Kusuma; Kartika, Irma Ratna; Saputra, Irwan; Listiara, Aulia; Aurellia, Dema Griseldis; Aisyafitri, Afifah; Azahra, Nur Fadillah Adelia; Albana, Fadhila Shofi
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20994

Abstract

Background: Kulit buah naga merupakan limbah organik yang kaya akan antosianin dan berpotensi sebagai antioksidan alami untuk perawatan kulit, namun pemanfaatannya dalam produk perawatan kulit, seperti lip balm masih terbatas. Studi ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada siswa SMP di Kabupaten Majalengka mengenai inovasi pemanfaatan limbah kulit buah naga dalam pembuatan lip balm. Metode: Kegiatan mencakup sosialisasi manfaat buah naga dan lipbalm, demonstrasi, praktik, diskusi tanya jawab dan evaluasi. Sebanyak 43 siswa SMPIT Tazkia Insani Majalengka mengikuti kegiatan ini. Para peserta dilatih mengelola limbah kulit buah naga menjadi lip balm dan mempraktikannya langsung sehingga turut mengurangi sampah di lingkungan sekitar dan menumbuhkan kreativitas serta keterampilan dalam menciptakan produk ramah lingkungan. Hasil: Peserta berhasil membuat lipbalm dari limbah kulit buah naga serta memahami proses dan bahan yang digunakan. Kesimpulan: Program penguatan sistem informasi website mampu meningkatkan aksesibilitas informasi dan partisipasi warga RT 39. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pengurus RT dan kelompok ibu rumah tangga dalam mewujudkan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi.
Penguatan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah Wilayah MGMP Kimia Jakarta melalui Implementasi E-Modul Kimia Berbasis STEM dan Etnosains Nurjayadi, Muktiningsih; Wulandari, Meyliana; Hati, Futi Kusuma; Fitri, Ika Keumala; Fatimah, Siti; Nur’aini, Ruhul Aflah; Purnama, Yaktiva Dwi; Erliasna, Emia
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22706

Abstract

Background: Madrasah Aliyah (MA) menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu pembelajaran dan sarana praktikum yang berdampak pada optimalisasi pembelajaran kimia. Pemanfaatan e-modul berbasis STEM dan etnosains menjadi alternatif inovatif, namun implementasinya masih memerlukan penguatan kompetensi guru. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru kimia MA yang tergabung dalam MGMP Kimia Jakarta melalui pelatihan dan pendampingan implementasi e-modul generasi keempat berbasis STEM-POGIL, STEM–Case Based Learning, dan etnosains pada materi laju reaksi, koloid, dan larutan penyangga. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pendekatan blended learning berupa pelatihan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pendampingan kepada guru kimia Madrasah Aliyah yang tergabung dalam MGMP Kementerian Agama DKI Jakarta. Materi meliputi penggunaan e-modul kimia generasi keempat berbasis STEM-POGIL pada materi laju reaksi, STEM–Case Based Learning pada koloid, serta pendekatan etnosains pada larutan penyangga. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, serta kuesioner tertutup dan terbuka. Hasil:  Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, ditandai dengan dominasi skor post-test sebesar 100% pada sebagian besar indikator dibandingkan pre-test yang masih berada pada rentang 60–70% pada beberapa butir, serta tidak adanya peserta dengan skor di bawah 60 pada akhir kegiatan. Tingkat kepuasan peserta juga berada pada kategori sangat baik (88,3–98,3%), terutama pada aspek penguasaan materi narasumber (98,3%) dan pemahaman materi (97,2%). Kesimpulan: Meskipun demikian, implementasi di sekolah masih menghadapi kendala infrastruktur dan kebijakan internal, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan penerapan e-modul berbasis STEM dan etnosains secara lebih merata dan berkelanjutan.