Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Konsep Pentahelix dan Pengoptimalan Sistem Drainase sebagai Upaya Penanganan Banjir di Situs Keraton Kaibon Surya, Pratama Dharma; Nabila, Kharisma; Nisa, Resty Khairul; Zein, Yasmin Shafitri
JANUS Vol 1 No 2 (2023): Edition 2
Publisher : Department of Archaeology, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/janus.10128

Abstract

The Kaibon Palace Cultural Heritage Site is one of the palaces built during the Kesultanan Banten era. It was constructed in 1815 AD. In 1832 AD, the palacewas destroyed by the Dutch East Indies government However, the remains of the palace buildings still exist. These relics have significant value as witnesses of cultural development and the history of Islam in Banten. The purpose of this study is to identify the causes of flooding at the Kaibon Palace and find solutions to these problems. The research method is conducted online through literature study, virtual observation, and qualitative data analysis. The results show that the flooding problem is caused by the process of shallowing of canals and rivers. This occurs, among other things, a lack of concern for the situation of the various stakeholders. this study recommends that the flood problems in the Kaibon Palace can be overcome by utilizing the pentahelix concept and optimizing the drainage system. Utilization of the pentahelix concept is carried out through an active role of the government, academics, business people, community, and media. Optimization of the drainage system is carried out by revitalising the old drainage system and building a new proper drainage system. These recommendations have the potential to be implemented as a consideration in maintaining and preserving the Kaibon Palace in order to create a site area and surrounding environment that is free from the threat of flood disasters and is beneficial for the community. === Situs Cagar Budaya Keraton Kaibon merupakan salah satu keraton peninggalan masa Kesultanan Banten yang dibangun pada tahun 1815 M. Kompleks bangunan ini dihancurkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1832 M. Meskipun demikian, masih ditemukan sisa-sisa bangunan keraton yang memiliki nilai penting sebagai bukti perkembangan kebudayaan dan pengaruh Islam di Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab banjir pada Keraton Kaibon dan mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pengeumpulan data dilakukan secara daring melalui studi literatur dan observasi virtual, selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan masalah banjir lebih disebabkan oleh proses pendangkalan kanal dan sungai. Keadaan ini diakibatkan antara lain sikap kurang peduli dari berbagai pihak pengampu kepentingan. Hasil analisis data merekomendasikan penanganan permasalahan banjir di Keraton Kaibon dapat diatasi dengan pemanfaatan konsep pentahelix dalam pengoptimalan sistem drainase. Pemanfaatan konsep pentahelix dilakukan melalui peran aktif antara pihak pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media. Pengoptimalan sistem drainase dilakukan dengan memperbarui dan membangun sistem drainase yang layak guna. Rekomendasi tersebut berpotensi diterapkan sebagai pertimbangan dalam menjaga dan melestarikan Keraton Kaibon guna menciptakan kawasan situs dan lingkungan sekitarnya yang bebas dari ancaman bencana banjir dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penggunaan Wahana Digital dalam Promosi dan Pemasaran Batik sebagai Kontekstualisasi Pelestarian Cagar Budaya Putranto, Andi; Revianur, Aditya; Oktavia, Syifa; Wijaya, Candrika Ilham; Zein, Yasmin Shafitri; Puspitasari, Intan; Adilia, Fatin; Sulistyo, Mohammad Yudi; Falah, Jalu Naufal
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 1 (2022): 2022: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.4074

Abstract

The development of marketing has increasingly taken advantage of digital platforms. The use of digital marketing through social media can effectively and efficiently promote Candi Banyunibo and batik Banyunibo. Batik Banyunibo is a handicraft which is made by the local community. The digital promotion has many advantages because it can attract more tourists to visit Candi Banyunibo to know Batik Banyunibo. This program contributes to producing and promoting Batik Banyunibo using a digital platform based on the preservation of cultural heritage. Promotional activities using Instagram by creating promotional content in the form of videos on the reels feature. The content contains many information, i.e. natural, cultural, and economic products based on cultural heritage. This article discusses promotion and marketing using digital platforms integrated with aspects of cultural heritage preservation. The benefits of using digital platforms can attract tourist interest in Candi Banyunibo, a community of cultural heritage observers, and increase knowledge and understanding of cultural heritage and Batik Banyunibo. ==== Perkembangan pemasaran produk dalam masyarakat pada masa kini semakin banyak memanfaatkan wahana digital. Penggunaan digital marketing melalui media sosial dapat secara efektif dan efisien mempromosikan dan memasarkan Candi Banyunibo serta hasil kerajinan batik yang dibuat oleh masyarakat sekitar. Promosi dan pemasaran digital memiliki banyak keunggulan karena dapat menjaring lebih banyak wisatawan domestik ataupun mancanegara untuk mengunjungi candi serta mengenal Batik Banyunibo. Program pengabdian masyarakat ini berkontribusi dalam usaha produksi dan promosi Batik Banyunibo menggunakan wahana digital berbasis pelestarian cagar budaya. Kegiatan promosi candi dan batik Banyunibo menggunakan media sosial Instagram dengan cara membuat konten promosi. Konten di sini berupa video pada fitur reels yang berisi informasi potensi alam, budaya, hingga potensi ekonomi yang menghasilkan produk berupa Batik Banyunibo. Artikel ini membahas promosi dan pemasaran menggunakan wahana digital diintegrasikan dengan aspek pelestarian cagar budaya. Manfaat dari penggunaan wahana digital adalah membangun minat wisatawan terhadap Candi Banyunibo, membantu menemukan komunitas pemerhati cagar budaya, dan menambah pengetahuan serta pemahaman tentang Candi Banyunibo.