Sudarman Dami
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA GURU DI SMP NEGERI 2 WAY SEPUTIH Endang Setiyawati; Sudarman Dami; M. Ihsan Dacholfany
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya disiplin kerja guru di SMP Negeri 2 Way Seputih menjadi latar belakang penelitian ini, ditunjukkan oleh data pra survei: 53% guru tidak taat jadwal mengajar, 72% terlambat menyelesaikan tugas administratif, dan 53% bermasalah dalam kehadiran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, hambatan, dan solusi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin kerja guru. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan informan kepala sekolah, tiga orang guru, dan satu wakil kepala sekolah yang dipilih secara purposif dengan teknik bola salju. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, kesimpulan) serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan partisipatif telah dilakukan melalui rapat kerja tahunan, namun kurang analisis kebutuhan sumber daya secara terperinci. Pelaksanaan kepemimpinan cukup baik dalam menciptakan iklim kerja kondusif, memberikan motivasi, membangun komitmen, keteladanan, komunikasi terbuka, dan pemberdayaan guru, namun kelemahan utama terletak pada inkonsistensi penegakan aturan yang berbeda antara guru senior dan junior. Disiplin kerja guru tergolong cukup baik dalam kehadiran fisik dan etika kerja, tetapi lemah dalam kepatuhan terhadap tugas administratif. Hambatan yang dihadapi meliputi inkonsistensi aturan, keterbatasan sumber daya pendukung, motivasi kerja yang fluktuatif terutama pada guru menjelang pensiun, serta umpan balik yang belum terdokumentasi secara optimal. Solusi yang diterapkan kepala sekolah adalah sosialisasi aturan berkala, prioritas anggaran untuk kebutuhan mendesak, pendekatan personal kepada guru kurang termotivasi, serta pertemuan rutin umpan balik. Solusi ini telah menunjukkan hasil positif meskipun belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja guru, namun membutuhkan konsistensi dan dukungan sumber daya yang memadai.
IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DITINJAU DARI KOMPETENSI PEDAGOGIK DI SMK NEGERI 2 TERBANGGI BESAR LAMPUNG Dewi Febriyanti Hasibuan; Sudarman Dami; Muhammad Ihsan Dacholfany
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 3 (2026): Volume 11 No. 3, September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.50875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru ditinjau dari kompetensi pedagogik di SMK Negeri 2 Terbanggi Besar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan tujuh guru dari berbagai program keahlian. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dilaksanakan melalui empat tahapan terintegrasi, yaitu perencanaan, observasi kelas, evaluasi, dan tindak lanjut. Pada tahap perencanaan, kepala sekolah menerapkan pendekatan diferensiatif yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan guru. Tahap observasi menggunakan pendekatan partisipatoris dan humanis dengan memposisikan kepala sekolah sebagai mitra pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui konferensi balikan reflektif, sedangkan tindak lanjut berupa program pengembangan profesional personal meliputi coaching, lesson study, dan microteaching. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa supervisi akademik meningkatkan kompetensi pedagogik guru secara signifikan pada tiga aspek utama: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Guru bertransformasi dari teacher-centered learning menuju student-centered learning, mengadopsi model inovatif seperti Project-Based Learning, dan menerapkan asesmen autentik. Namun demikian, hambatan berupa resistensi psikologis, keterbatasan waktu, dan beban administratif masih ditemukan, yang diatasi melalui pendekatan supervisi kolaboratif dan pendampingan berkelanjutan.
SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DITINJAU DARI KOMPETENSI PROFESIONAL DI UPTD SD NEGERI 3 NEGARA RATU Eni Mufida; Sudarman Dami; Sutrisni Andayani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.52882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru ditinjau dari kompetensi profesional di UPTD SD Negeri 3 Negara Ratu, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan sebelas guru di UPTD SD Negeri 3 Negara Ratu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, perencanaan supervisi akademik telah dilaksanakan dengan baik, kepala sekolah menyusun program supervisi secara sistematis, mempertimbangkan kebutuhan guru, dan mensosialisasikan jadwal supervisi; kedua, pelaksanaan supervisi akademik telah berjalan baik melalui teknik observasi kelas dan diskusi individual, dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan, serta pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran; ketiga, evaluasi supervisi akademik dilaksanakan secara sistematis melalui penilaian proses pembelajaran menggunakan instrumen yang jelas; keempat, tindak lanjut supervisi akademik dilaksanakan melalui pemberian umpan balik konstruktif, bimbingan kepada guru, serta pemanfaatan hasil supervisi sebagai dasar pelatihan dan pengembangan profesional. Kinerja guru ditinjau dari kompetensi profesional mencakup kemampuan yang baik dalam merencanakan pembelajaran, menguasai materi pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang efektif, serta melakukan evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOLABORATIF MELALUI KOMUNITAS BELAJAR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI UPTD SDN 3 GIRIMULYO MARGA SEKAMPUNG LAMPUNG TIMUR Nichen Syafitri; Sudarman Dami; Muhammad Ihsan Dacholfany
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran kolaboratif melalui komunitas belajar dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di UPTD SDN 3 Girimulyo, Marga Sekampung, Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di UPTD SDN 3 Girimulyo pada periode April hingga Juni 2026 dengan melibatkan tujuh orang guru dan kepala sekolah sebagai informan. Temuan penelitian menunjukkan tiga hasil utama. Pertama, perencanaan pembelajaran kolaboratif melalui komunitas belajar meliputi penyusunan tujuan, penjadwalan pertemuan, penentuan topik diskusi, dan penyiapan instrumen secara kolaboratif antara kepala sekolah dan guru. Kedua, pelaksanaan pembelajaran kolaboratif terdiri atas berbagi praktik baik, pengembangan perangkat ajar secara kolektif, identifikasi kebutuhan pengembangan profesional, dan pemecahan masalah pembelajaran melalui diskusi antar rekan sejawat. Ketiga, hambatan yang ditemui mencakup keterbatasan alokasi waktu, partisipasi guru yang tidak merata, dan minimnya dukungan teknologi, sedangkan solusinya meliputi penjadwalan yang terstruktur, penumbuhan budaya keterbukaan dan saling percaya, serta integrasi platform digital untuk memfasilitasi kolaborasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran kolaboratif melalui komunitas belajar mampu meningkatkan kompetensi profesional guru apabila didukung oleh perencanaan yang sistematis, komitmen yang berkelanjutan, dan budaya sekolah yang reflektif.