Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep, Batas-Batas, dan Jalur Pendidikan Islam Ansori; Fariz Ramadan; Arawan; Kasful Anwar
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Mei)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i5.307

Abstract

This article discusses the concept, boundaries, and paths of Islamic education as a fundamental framework in efforts to develop a complete Muslim individual. Islamic education is not only interpreted as a process of transferring knowledge, but also as character formation based on religious values. The concept of Islamic education includes efforts to foster faith, increase knowledge, and form noble morals. The boundaries of Islamic education include dimensions of space and time, starting from family, school, to society, and last a lifetime. Meanwhile, the path of Islamic education includes formal, non-formal, and informal paths that complement each other in achieving holistic educational goals. By understanding these three aspects, it is hoped that Islamic education will be able to answer the challenges of the times without losing its essence as a shaper of perfect human beings.
Pentingnya Korelasi Motivasi dan Kinerja Fariz Ramadan; Arawan; Sukatin; Zulqarnain
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Mei)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i5.368

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji hubungan motivasi terhadap kinerja karyawan dalam suatu organisasi, dengan mengkaji teori motivasi dan kinerja. Motivasi merupakan faktor internal yang mendorong individu untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan kinerja mencerminkan hasil kerja yang dicapai berdasarkan standar atau target yang telah ditetapkan. Bertujuan mengetahui sejauh mana motivasi berkontribusi terhadap peningkatan kinerja. Tulisan ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat motivasi kerja dengan pencapaian kinerja. Oleh karena itu, organisasi perlu menerapkan strategi yang mampu mendorong semangat kerja karyawan agar hasil kerja optimal dapat tercapai secara berkelanjutan.
Strategi Manajemen Hubungan Masyarakat dalam Penguatan Kemitraan Stakeholder pada Lembaga Pendidikan Ayu Gita Lestari; Arawan; Iwan Aprianto; Mahdayeni
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen hubungan masyarakat (humas) dalam penguatan kemitraan stakeholder pada lembaga pendidikan dari perspektif teoretis dan konseptual. Lembaga pendidikan membutuhkan strategi komunikasi yang efektif untuk membangun dan memelihara hubungan dengan berbagai stakeholder, termasuk siswa, orang tua, tenaga pendidik, pemerintah, dan masyarakat luas. Manajemen humas berperan strategis dalam memastikan komunikasi yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan, sehingga mendukung pencapaian tujuan pendidikan dan memperkuat citra lembaga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library research, melalui kajian literatur mendalam terhadap buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen relevan mengenai manajemen humas dan kemitraan stakeholder di lembaga pendidikan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis untuk mengidentifikasi konsep, prinsip, dan strategi humas yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen humas yang efektif meliputi perencanaan komunikasi yang terstruktur, pelaksanaan program humas partisipatif, pemeliharaan hubungan berkelanjutan, dan evaluasi rutin terhadap interaksi dengan stakeholder. Implementasi strategi ini meningkatkan dukungan masyarakat, memperkuat legitimasi lembaga, dan memfasilitasi kolaborasi yang produktif. Kesimpulannya, manajemen humas yang berbasis komunikasi dua arah, transparansi, partisipasi, dan kolaborasi strategis menjadi kunci dalam membangun kemitraan stakeholder yang produktif dan berkelanjutan pada lembaga pendidikan.