Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Kecemasan Ibu Bersalin Primipara dalam Menghadapi Kala I Persalinan Berdasarkan Skor Hamilton Anxiety Rating Scale (Hars) Hardika, Mufida Dian; Arwiyantasari, Wida Rahma
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan Maret 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i1.1346

Abstract

Proses melahirkan merupakan wajar terjadi pada setiap wanita. Seringkali terjadi rasa takut saat persalinan. Dari 14 ibu hamil primipara di PMB Atika, Dolopo, Madiun, terdapat 42,8% ibu mengalami ketakutan dalam proses melahirkan. Rasa takut yang tidak dapat diatasi dapat mempengaruhi proses melahirkan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara rasa takut dengan lama kala I pada primipara di PMB Atika, Dolopo, Madiun. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan lama kala I pada ibu primipara. Populasi dalam penelitian adalah ibu primipara yang merasa cemas saat bersalin di 4 PMB di wilayah kerja Puskesmas Bangunsari. Jumlah sampel 32 wanita dengan teknik total sampling populasi. Variabel bebas rasa cemas, sedangkan variabel terikat adalah lama kala 1 persalinan pada wanita primipara. Pengumpulan data menggunakan kuisioner HARS dan partograf. Analisis penelitian menggunakan uji Rank Order of Spearman dengan taraf makna α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wanita primipara saat persalinan merasakan rasa takut sedang dan berat masing-masing sebesar 40,6% dan sebagian kecil lainnya mengalami rasa takut ringan sebesar 18,8%. Pada wanita primipara saat proses persalinan merasakan rasa takut ringan melalui proses persalinan dengan waktu lebih cepat (kurang 6 jam) dan normal (6-10 jam). Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan antara kecemasan dengan lamanya kala I persalinan pada primipara. Disarankan, rasa cemas pada ibu dalam menghadapi proses persalinan dapat dikurangi dengan persiapan pra persalinan yang matang, petugas berperan aktif dalam konseling, memberikan informasi yang jelas pada keluarga serta dukungan psikologis ibu dalam proses persalinan sehingga dapat mencegah terjadinya lama kala I memanjang . .
Perilaku Bidan Dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pada Kala II Persalinan Hardika, Mufida Dian; Arwiyantasari, Wida Rahma
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Edisi September 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i2.1401

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah suatu proses pengenalan pertama bayi baru lahir dengan proses menyusui langsung kepada ibu dimana bayi diletakkan di dada ibu dalam waktu 1 jam paska bayi dilahirkan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku bidan dalam pelaksanaan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) di Wilayah Kerja Puskesmas Bangunsari Kabupaten Madiun tahun 2024. Jenis penelitian deskriptif eksploratif. Populasi seluruh bidan yang sudah dilatih IMD sebanyak 25 bidan. Pengambilan sampel dengan total populasi. Variabel penelitian perilaku bidan dalam pelaksanaan IMD meliputi pengetahuan, sikap dan praktek. Untuk mengukur pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner tertutup dan terstruktur, sedang untuk mengukur praktek IMD dengan melakukan observasi saat responden menolong persalinan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian tingkat pengetahuan IMD didapatkan sebagian besar sangat baik sebanyak 17 orang (68%), baik sebanyak 5 orang (20%) dan cukup sebanyak 3 orang (12%). Tingkat sikap terhadap IMD menunjukkan bahwa sebagian besar bersikap positif sebanyak 19 orang (76%) dan bersikap netral sebanyak 6 orang (24%). Tingkat praktek IMD menunjukkan bahwa sebagian besar baik sebanyak 11 orang (44%), sangat baik 5 orang (20%), cukup 6 orang (24%, kurang sebanyak 3 orang (12%). Bidan yang prakteknya baik sebagian besar berusia dewasa dini, berpendidikan DIII Kebidanan, berpengetahuan sangat baik dan bersikap positif. Kesimpulan bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Bangunsari sebagian besar berpengetahuan sangat baik, bersikap positif dan prakteknya IMD baik. Bagi bidan sangat dianjurkan segera mempraktekkan IMD. Bagi peneliti lain dimohon meneliti faktor lain yang belum diteliti.
Edukasi Dan Praktik Baby Spa And Massage Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Bayi Wida Rahma Arwiyantasari; Nisa Ardhianingtyas; Kiky Anggun Sanjaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mewujudkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2030, pemerintak Indonesia mempunyai komitmen besar untuk tataran global dan nasional dalam bidang kesejahteraan anak. Baby Spa dan Massage telah menjadi populer di kalangan orang tua, karena dianggap memiliki banyak manfaat bagi perkembangan bayi. Berdasarkan penelitian, balita di Indonesia mengalami gangguan perkembangan motorik kasar maupun halus sebanyak 16% diikuti gangguan bahasa dan motorik halus (12,2%). Ibu pasca bersalin atau ibu nifas banyak yang tidak mengetahui cara untuk melakukan pijat bayi. Metode pelaksanaan dilakukan di outlet Griya Sehat Bunda Madiun dengan 10 peserta diberikan edukasi dan pendampingan tentang baby spa. Setelah dilakukan edukasi dan pendampingan diharapkan para ibu dapat melaksanakan dirumah secara rutin karena sangat bermanfaat terutama untuk perkembangan motorik bayi.
Pemberdayaan Remaja Dalam Upaya Promotif dan Preventif Tentang Kesehatan Reproduksi Ardhianingtyas, Nisa; Wida Rahma Arwiyantasari; Elita Chobi Batul Uma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah perkembangan manusia yang ditandai dengan adanya ciri-ciri seksual sekunder sampai pada kematangan kapasitas seksual dan reproduksi, pencapaian mental dan identitas kedewasaan, serta transisi dari ketergantungan sosio-ekonomi menuju kemandirian. Perubahan fisik, psikis dan emosi seseorang pada masa pubertas, bisa menjadikan remaja mempunyai keingintahuan yang tinggi dalam mempelajari bentuk dan fungsi alat kelamin serta perubahan perilaku seksual. Namun jika remaja tersebut mendapatkan informasi yang salah ataupun persepsi yang salah dalam memahami sesksualitas dan kesehatan reproduksi, maka bisa menyebabkan remaja berperilaku menyimpang yang bisa membahayakan kesehatan reproduksinya. Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi di setiap perkembangan anaknya, sehingga orang tua harus lebih aktif terlibat dalam mengajarkan nilai-nilai moral yang positif pada remaja terutama tentang kesehatan reproduksi, misalnya menjelaskan kerugian yang terkait dengan hubungan seksual pranikah dari semua sisi dan penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkannya. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2023 di SMAN 2 mejayan kabupaten Madiun. Sasarannya adalah siswa-siswa kelas XII sejumlah 58 siswa. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan tentangkesehatan reprodukasi, pre test dan post test digunakan untuk mengukur pengetahuan siswa tentnag kesehatan reproduksi. Setelah dilakukan penyuluhan, pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi meningkat.
Penyuluhan Pada Ibu Tentang Cara Mencegah Terjadinya Stunting Pada Balita Sundari; Wida Rahma Arwiyantasari; Fara Frameswari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah gizi utama di Indonesia adalah stunting. Stunting dapat menyebabkan efek tidak baik untuk jangka pendek, seperti terjadinya gangguan perkembangan otak, gangguan intelegensi, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme di dalam tubuh. Stunting juga dapat menyebabkan penurunan kemampuan untuk berfikir dan hasil belajar, penurunan imunitas, peningkatan risiko terjadinya penyakit diabetes melitus, jantung, sistem peredaran darah, obesitas dan kanker dalam jangka panjang. Pengabdian ini dilaksanakan di PMB Atika, dengan memberikan penyuluhan kepada ibu tentang pencegahan stunting, pengetahuan ibu hamil meningkat. Diharapkan adanya peningkatan kapasitas posyandu dalam memberikan edukasi terkait MPASI sebagai upaya mencegah terjadinya stunting pada Balita.
Model Peningkatan Kepatuhan Pemeriksaan Laboratorium untuk Ibu Hamil di TPMB Atika Sundari; Arwiyantasari, Wida Rahma; Frameswari, Fara
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i1.27320

Abstract

Pemeriksaan laboratorium merupakan bagian penting dari pelayanan antenatal care (ANC) untuk mendeteksi dini risiko kehamilan. Namun, tingkat kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan laboratorium masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani pemeriksaan laboratorium dengan model penyuluhan, diskusi interaktif dan reminder digital (grup WhatsApp). Metode yang digunakan dengan memberikan pre-test dan post-test yang melibatkan 15 ibu hamil di TPMB Atika. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil sebesar 55% menjadi 88%. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan, diskusi interaktif dan reminder digital (grup WhatsApp) dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan Laboratorium. Diperlukan dukungan lebih lanjut dari berbagai pihak yang terkait untuk memperkuat akses layanan laboratorium yang terjangkau dan berkesinambungan.
KELAS KOMUNITAS IBU HAMIL : PENDEKATAN HOLISTIK PRENATAL DAN NEONATAL Wida Rahma Arwiyantasari; Mufida Dian Hardika; Fitra Riski Ayu Duana Putri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 1 (2026): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Kesehatan ibu dan bayi sejak masa prenatal hingga neonatal menjadi fondasi penting untuk mencapai hasil kesehatan yang optimal. Kelas komunitas bagi ibu hamil merupakan salah satu metode intervensi yang menjembatani gap dalam pelayanan konvensional. Dengan model ini, ibu hamil tidak hanya menerima informasi medis saja, tetapi juga memperoleh dukungan emosional, praktik - praktik seperti prenatal gentle yoga, hypnobirthing, dan pembelajaran menyusui (ASI), serta pengasuhan neonatal secara langsung dalam lingkungan kelompok. Tujuan : Mengeksplorasi bagaimana kelas komunitas ibu hamil, dengan pendekatan holistik prenatal dan neonatal, dapat memperkuat pemahaman, kesiapan, dan hasil kesehatan ibu serta bayi. Metode : Pelaksanaan kegiatan melibatkan ibu hamil dan pasangannya sebagai peserta aktif. Metode yang digunakan berupa edukasi, demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 dengan kolaborasi oleh Griya Sehat Bunda Madiun. Kesimpulan : Kelas Komunitas Ibu Hamil berbasis pendekatan holistik dapat direkomendasikan sebagai strategi promotif dan preventif dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Kata Kunci : Kelas Ibu Hamil, Pendekatan Holistik ABSTRACT Background : Maternal and infant health from the prenatal to the neonatal period constitutes a fundamental cornerstone for achieving optimal health outcomes. The Community Class for Pregnant Women serves as an evidence-based intervention designed to bridge existing gaps in conventional maternal healthcare services. Through this holistic model, expectant mothers not only receive comprehensive medical information but also benefit from emotional support and experiential learning. The program incorporates practices such as prenatal gentle yoga, hypnobirthing, breastfeeding education, and hands-on neonatal care within a supportive group setting. This integrative approach promotes maternal well-being, enhances self-efficacy, and fosters a continuum of care from pregnancy through the early stages of motherhood. Objective : This study aims to explore how community-based classes for pregnant women, employing a holistic prenatal and neonatal approach, can enhance maternal understanding, readiness, and health outcomes for both mothers and their newborns. Method : The program was implemented with the active participation of pregnant women and their partners. The activities utilized educational sessions, demonstrations, simulations, and direct practice. The intervention was carried out in August 2025 in collaboration with Griya Sehat Bunda Madiun. Conclusion : The Holistic Based Community Class for Pregnant Women can be recommended as an effective promotive and preventive strategy in enhancing maternal and neonatal health outcomes. Keyword : Pregnant Women’s Class, Holistic Approach
Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keberhasilan ASI Eksklusif Nisa Ardhianingtyas; Wida Rahma Arwiyantasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2046

Abstract

Berbagai faktor yang saling berkaitan, baik dari sudut pandang individu ibu maupun lingkungan sosialnya, memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tingkat pendidikan ibu sangat penting dalam mengubah cara mereka berpikir dan memahami informasi kesehatan, termasuk manfaat dan prosedur pemberian ASI eksklusif. Pengalaman menyusui, bersama dengan dukungan emosional dan praktis, mampu meningkatkan kepercayaan diri dalam memberikan ASI. Oleh karena itu, keberhasilan ASI eksklusif dipengaruhi oleh sistem yang terdiri dari tingkat pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan paritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pendidikan, paritas, serta dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI Eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan jumlah sampel 19 responden. Penelitian ini dilaksanakn pada bulan Agustus-September 2025 di Puskesmas Sumberagung, Kabupaten Magetan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Analisis data menggunakan SPSS. Dari hasil analisis di dapatkan hasil p value lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan yang berarti antara umur, pendidikan, paritas, dukungan keluarga dengan keberhasilan ASI Eksklusif
Edukasi Kesehatan Tentang Posyandu Remaja Dalam Upaya Pencegahan Stunting Nisa Ardhianingtyas; Wida Rahma Arwiyantasari; Kusnul Lailatul Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i6.2228

Abstract

Posyandu Remaja menawarkan remaja akses ke layanan kesehatan dasar, pendidikan, konseling, dan pelatihan keterampilan hidup sehat. Mereka juga melibatkan remaja dalam peran kader dan peserta aktif. Meskipun program Posyandu Remaja telah didirikan di berbagai daerah, banyak remaja yang belum memahami tujuan, manfaat, dan kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu, edukasi Posyandu Remaja sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi remaja dalam menjaga kesehatan diri. Metode : kegiatan ini melibatkan 23 orang remaja di Desa Sumberagung RT 04 Rw 01, Plaosan, Magetan. Dalam pelaksanaannya dimulai dengan pre-test, sosialisasi, diskusi dan tanya jawab, di akhiri dengan post-test. Hasil : dari hasil tes didapatkan adanya peningkatan nilai setelah diberikan edukasi tentang posyandu remaja. edukasi tentang Posyandu Remaja telah terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai pengertian, tujuan, manfaat, dan kegiatan Posyandu Remaja setelah diberikan edukasi. Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja serta mendorong partisipasi mereka dalam kegiatan Posyandu Remaja.
DETERMINANTS OF HEALTH PROMOTION FACTORS AMONG ADOLESCENT MOTHERS REGARDING THE RISK OF SOCIO-EMOTIONAL DISORDERS IN TODDLERS Wida Rahma Arwiyantasari; Mufida Dian Hardika; Nayka Nurrohmah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 15, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v15i2.10306

Abstract

Teenage pregnancy is a public health issue that can influence a child's socio-emotional development through biological, psychological, and environmental factors. Health promotion factors during pregnancy are believed to play a role in reducing the risk of socio-emotional disorders; however, evidence regarding mothers with a history of teenage pregnancy remains limited. This study aimed to analyze the determinants of health promotion factors regarding the risk of socio-emotional disorders in children aged 12–59 months. A quantitative approach with a cross-sectional analytic observational design was employed. The sample consisted of 35 mothers who had been pregnant at age ≤19 and currently had children aged 12–59 months, selected using total sampling. Data were collected via questionnaire-based interviews and analyzed using the Chi-square test and multiple logistic regression with IBM SPSS Statistics. Bivariate analysis results indicated that attitude (p=0.048), access to information (p=0.036), and social support (p=0.028) were significantly associated with the risk of socio-emotional disorders in children. Multivariate analysis revealed that social support was the most dominant factor (OR=5.652; 95% CI=1.429–22.354; p=0.014), followed by access to information (OR=4.289; 95% CI=1.158–15.887; p=0.029) and attitude (OR=3.611; 95% CI=1.069–12.195; p=0.039). Knowledge and health promotion activities did not show a significant effect. Social support, access to information, and maternal attitude are key determinants of the risk of socio-emotional disorders in children aged 12–59 months and should therefore be the focus of health promotion efforts.