Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Prenatal Yoga Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Ibu Hamil Sari, Rury Narulita; Nisa Ardhianingtyas; Wida Rahma Arwiyantasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i7.1783

Abstract

Pada kehamilan trimester III mulai timbul ketidaknyamanan akibat perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan fisik tersebut diantaranya nyeri pinggang dan nyeri punggung. Perubahan psikologis diantaranya kecemasan menghadapi persalinan. Kecemasan yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan mental yang bisa memicu depresi pada kehamilan. Ketidaknyaman yang dirasakan ibu dapat dikurangi dengan melakukan prenatal yoga. Secara psikologis yoga dapat membantu ibu relaksasi sehingga dapat mengurangi kecemasan dan siap menghadapi persalinan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang pentingnya melakukan prenatal yoga guna mengurangi ketidaknyamanan pada trimester III. Setelah melakukan prenatal yoga secara rutin diharapkan masalah ketidaknyamanan yang dirasakan ibu dapat berkurang dan lebih tenang menghadapi persalinan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan kepada ibu hamil trimester III di PMB Bidan Endah Wiendarti, SST. Waktu pelaksanaan pada bulan Januari 2025. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan survey memberikan edukasi, diskusi, dan simulasi prenatal yoga kepada ibu hamil trimester III. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar, dapat diketahui dari motivasi ibu hamil dalam mengikuti penyuluhan dan simulasi prenatal yoga serta ditunjang dengan antusiasme untuk bertanya. Kesimpulan yang diperoleh adalah prenatal yoga dapat menjaga kesehatan mental ibu hamil, terlihat dari berkurangnya ketidaknyamanan, ibu merasa lebih tenang, dan kualitas tidur menjadi lebih baik.
Prenatal Gentle Yoga Sebagai Strategi Nonfarmakologis untuk Mempercepat Kala I Fase Aktif Persalinan Primigravida Hardika, Mufida Dian; Sari, Wida Rahma Arwiyanta; Sari, Rury Narulita; Ardhianingtyas, Nisa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16303

Abstract

 The active phase of the first stage of labor is a critical stage of labor, characterized by cervical dilation from 4 cm to 10 cm. This phase generally lasts for 6 to 8 hours. A long duration of this phase increases the risk of medical intervention and maternal and neonatal complications, especially in primigravidas. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of prenatal gentle yoga in accelerating the active phase of labor in primigravidas. This study used a post-test only design with a control group. A total of 20 pregnant women underwent prenatal gentle yoga for at least 4 weeks, and 20 pregnant women served as the control group. The intervention was carried out twice a week, consisting of breathing exercises, pelvic muscle stretching, and relaxation techniques. The duration of the active phase was measured using a partograph. Data analysis was performed using the Chi-square test. The results showed that 80% of women in the yoga group experienced an active phase of ≤5 hours, while only 35% of the control group experienced an active phase. The p-value of the Chi-square test was 0.014, indicating that the yoga group had a shorter duration of the active phase of labor. The odds ratio was 4.98, indicating that yoga participation nearly fivefold increased the likelihood of premature labor. Furthermore, it was concluded that prenatal gentle yoga is an effective non-pharmacological intervention for accelerating the active phase of labor in primigravida mothers.Keywords: prenatal gentle yoga; labor; active phase of labor; primigravida ABSTRAK Kala I fase aktif merupakan tahap persalinan yang kritis, ditandai dengan pembukaan serviks dari 4 cm menuju 10 cm. Kala ini umumnya berlangsung selama 6 hingga 8 jam. Durasi yang lama pada fase ini meningkatkan risiko intervensi medis serta komplikasi maternal dan neonatal, terutama pada primigravida. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas prenatal gentle yoga dalam mempercepat kala I fase aktif persalinan pada primigravida. Penelitian ini menggunakan desain post-test only with control group. Sejumlah 20 ibu hamil menjalani prenatal gentle yoga selama minimal 4 minggu, dan 20 ibu hamil sebagai kelompok kontrol. Intervensi dilakukan dua kali seminggu, terdiri dari latihan pernapasan, peregangan otot panggul, dan teknik relaksasi. Durasi fase aktif diukur menggunakan partograf. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa 80% ibu dalam kelompok yoga mengalami fase aktif ≤5 jam, sedangkan kelompok kontrol hanya 35%. Nilai p dari uji Chi-square adalah 0,014 yang berarti bahwa kelompok yoga memiliki durasi kala I fase aktif yang lebih cepat. Odds ratio adalah 4,98 yang menunjukkan bahwa partisipasi dalam yoga meningkatkan kemungkinan persalinan lebih cepat hampir lima kali lipat. Selanjutnya disimpulkan bahwa prenatal gentle yoga merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk mempercepat kala I fase aktif persalinan pada ibu primigravida.Kata kunci: prenatal gentle yoga; persalinan; kala 1 fase aktif; primigravida
Kecemasan Ibu Bersalin Primipara dalam Menghadapi Kala I Persalinan Berdasarkan Skor Hamilton Anxiety Rating Scale (Hars) Hardika, Mufida Dian; Arwiyantasari, Wida Rahma
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan Maret 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i1.1346

Abstract

Proses melahirkan merupakan wajar terjadi pada setiap wanita. Seringkali terjadi rasa takut saat persalinan. Dari 14 ibu hamil primipara di PMB Atika, Dolopo, Madiun, terdapat 42,8% ibu mengalami ketakutan dalam proses melahirkan. Rasa takut yang tidak dapat diatasi dapat mempengaruhi proses melahirkan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara rasa takut dengan lama kala I pada primipara di PMB Atika, Dolopo, Madiun. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan lama kala I pada ibu primipara. Populasi dalam penelitian adalah ibu primipara yang merasa cemas saat bersalin di 4 PMB di wilayah kerja Puskesmas Bangunsari. Jumlah sampel 32 wanita dengan teknik total sampling populasi. Variabel bebas rasa cemas, sedangkan variabel terikat adalah lama kala 1 persalinan pada wanita primipara. Pengumpulan data menggunakan kuisioner HARS dan partograf. Analisis penelitian menggunakan uji Rank Order of Spearman dengan taraf makna α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wanita primipara saat persalinan merasakan rasa takut sedang dan berat masing-masing sebesar 40,6% dan sebagian kecil lainnya mengalami rasa takut ringan sebesar 18,8%. Pada wanita primipara saat proses persalinan merasakan rasa takut ringan melalui proses persalinan dengan waktu lebih cepat (kurang 6 jam) dan normal (6-10 jam). Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan antara kecemasan dengan lamanya kala I persalinan pada primipara. Disarankan, rasa cemas pada ibu dalam menghadapi proses persalinan dapat dikurangi dengan persiapan pra persalinan yang matang, petugas berperan aktif dalam konseling, memberikan informasi yang jelas pada keluarga serta dukungan psikologis ibu dalam proses persalinan sehingga dapat mencegah terjadinya lama kala I memanjang . .
Perilaku Bidan Dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pada Kala II Persalinan Hardika, Mufida Dian; Arwiyantasari, Wida Rahma
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Edisi September 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i2.1401

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah suatu proses pengenalan pertama bayi baru lahir dengan proses menyusui langsung kepada ibu dimana bayi diletakkan di dada ibu dalam waktu 1 jam paska bayi dilahirkan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku bidan dalam pelaksanaan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) di Wilayah Kerja Puskesmas Bangunsari Kabupaten Madiun tahun 2024. Jenis penelitian deskriptif eksploratif. Populasi seluruh bidan yang sudah dilatih IMD sebanyak 25 bidan. Pengambilan sampel dengan total populasi. Variabel penelitian perilaku bidan dalam pelaksanaan IMD meliputi pengetahuan, sikap dan praktek. Untuk mengukur pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner tertutup dan terstruktur, sedang untuk mengukur praktek IMD dengan melakukan observasi saat responden menolong persalinan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian tingkat pengetahuan IMD didapatkan sebagian besar sangat baik sebanyak 17 orang (68%), baik sebanyak 5 orang (20%) dan cukup sebanyak 3 orang (12%). Tingkat sikap terhadap IMD menunjukkan bahwa sebagian besar bersikap positif sebanyak 19 orang (76%) dan bersikap netral sebanyak 6 orang (24%). Tingkat praktek IMD menunjukkan bahwa sebagian besar baik sebanyak 11 orang (44%), sangat baik 5 orang (20%), cukup 6 orang (24%, kurang sebanyak 3 orang (12%). Bidan yang prakteknya baik sebagian besar berusia dewasa dini, berpendidikan DIII Kebidanan, berpengetahuan sangat baik dan bersikap positif. Kesimpulan bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Bangunsari sebagian besar berpengetahuan sangat baik, bersikap positif dan prakteknya IMD baik. Bagi bidan sangat dianjurkan segera mempraktekkan IMD. Bagi peneliti lain dimohon meneliti faktor lain yang belum diteliti.
Edukasi Dan Praktik Baby Spa And Massage Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Bayi Wida Rahma Arwiyantasari; Nisa Ardhianingtyas; Kiky Anggun Sanjaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mewujudkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2030, pemerintak Indonesia mempunyai komitmen besar untuk tataran global dan nasional dalam bidang kesejahteraan anak. Baby Spa dan Massage telah menjadi populer di kalangan orang tua, karena dianggap memiliki banyak manfaat bagi perkembangan bayi. Berdasarkan penelitian, balita di Indonesia mengalami gangguan perkembangan motorik kasar maupun halus sebanyak 16% diikuti gangguan bahasa dan motorik halus (12,2%). Ibu pasca bersalin atau ibu nifas banyak yang tidak mengetahui cara untuk melakukan pijat bayi. Metode pelaksanaan dilakukan di outlet Griya Sehat Bunda Madiun dengan 10 peserta diberikan edukasi dan pendampingan tentang baby spa. Setelah dilakukan edukasi dan pendampingan diharapkan para ibu dapat melaksanakan dirumah secara rutin karena sangat bermanfaat terutama untuk perkembangan motorik bayi.
Pemberdayaan Remaja Dalam Upaya Promotif dan Preventif Tentang Kesehatan Reproduksi Ardhianingtyas, Nisa; Wida Rahma Arwiyantasari; Elita Chobi Batul Uma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah perkembangan manusia yang ditandai dengan adanya ciri-ciri seksual sekunder sampai pada kematangan kapasitas seksual dan reproduksi, pencapaian mental dan identitas kedewasaan, serta transisi dari ketergantungan sosio-ekonomi menuju kemandirian. Perubahan fisik, psikis dan emosi seseorang pada masa pubertas, bisa menjadikan remaja mempunyai keingintahuan yang tinggi dalam mempelajari bentuk dan fungsi alat kelamin serta perubahan perilaku seksual. Namun jika remaja tersebut mendapatkan informasi yang salah ataupun persepsi yang salah dalam memahami sesksualitas dan kesehatan reproduksi, maka bisa menyebabkan remaja berperilaku menyimpang yang bisa membahayakan kesehatan reproduksinya. Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi di setiap perkembangan anaknya, sehingga orang tua harus lebih aktif terlibat dalam mengajarkan nilai-nilai moral yang positif pada remaja terutama tentang kesehatan reproduksi, misalnya menjelaskan kerugian yang terkait dengan hubungan seksual pranikah dari semua sisi dan penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkannya. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2023 di SMAN 2 mejayan kabupaten Madiun. Sasarannya adalah siswa-siswa kelas XII sejumlah 58 siswa. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan tentangkesehatan reprodukasi, pre test dan post test digunakan untuk mengukur pengetahuan siswa tentnag kesehatan reproduksi. Setelah dilakukan penyuluhan, pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi meningkat.
Penyuluhan Pada Ibu Tentang Cara Mencegah Terjadinya Stunting Pada Balita Sundari; Wida Rahma Arwiyantasari; Fara Frameswari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah gizi utama di Indonesia adalah stunting. Stunting dapat menyebabkan efek tidak baik untuk jangka pendek, seperti terjadinya gangguan perkembangan otak, gangguan intelegensi, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme di dalam tubuh. Stunting juga dapat menyebabkan penurunan kemampuan untuk berfikir dan hasil belajar, penurunan imunitas, peningkatan risiko terjadinya penyakit diabetes melitus, jantung, sistem peredaran darah, obesitas dan kanker dalam jangka panjang. Pengabdian ini dilaksanakan di PMB Atika, dengan memberikan penyuluhan kepada ibu tentang pencegahan stunting, pengetahuan ibu hamil meningkat. Diharapkan adanya peningkatan kapasitas posyandu dalam memberikan edukasi terkait MPASI sebagai upaya mencegah terjadinya stunting pada Balita.
Model Peningkatan Kepatuhan Pemeriksaan Laboratorium untuk Ibu Hamil di TPMB Atika Sundari; Arwiyantasari, Wida Rahma; Frameswari, Fara
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i1.27320

Abstract

Pemeriksaan laboratorium merupakan bagian penting dari pelayanan antenatal care (ANC) untuk mendeteksi dini risiko kehamilan. Namun, tingkat kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan laboratorium masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani pemeriksaan laboratorium dengan model penyuluhan, diskusi interaktif dan reminder digital (grup WhatsApp). Metode yang digunakan dengan memberikan pre-test dan post-test yang melibatkan 15 ibu hamil di TPMB Atika. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil sebesar 55% menjadi 88%. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan, diskusi interaktif dan reminder digital (grup WhatsApp) dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan Laboratorium. Diperlukan dukungan lebih lanjut dari berbagai pihak yang terkait untuk memperkuat akses layanan laboratorium yang terjangkau dan berkesinambungan.
KELAS KOMUNITAS IBU HAMIL : PENDEKATAN HOLISTIK PRENATAL DAN NEONATAL Wida Rahma Arwiyantasari; Mufida Dian Hardika; Fitra Riski Ayu Duana Putri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 1 (2026): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Kesehatan ibu dan bayi sejak masa prenatal hingga neonatal menjadi fondasi penting untuk mencapai hasil kesehatan yang optimal. Kelas komunitas bagi ibu hamil merupakan salah satu metode intervensi yang menjembatani gap dalam pelayanan konvensional. Dengan model ini, ibu hamil tidak hanya menerima informasi medis saja, tetapi juga memperoleh dukungan emosional, praktik - praktik seperti prenatal gentle yoga, hypnobirthing, dan pembelajaran menyusui (ASI), serta pengasuhan neonatal secara langsung dalam lingkungan kelompok. Tujuan : Mengeksplorasi bagaimana kelas komunitas ibu hamil, dengan pendekatan holistik prenatal dan neonatal, dapat memperkuat pemahaman, kesiapan, dan hasil kesehatan ibu serta bayi. Metode : Pelaksanaan kegiatan melibatkan ibu hamil dan pasangannya sebagai peserta aktif. Metode yang digunakan berupa edukasi, demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 dengan kolaborasi oleh Griya Sehat Bunda Madiun. Kesimpulan : Kelas Komunitas Ibu Hamil berbasis pendekatan holistik dapat direkomendasikan sebagai strategi promotif dan preventif dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Kata Kunci : Kelas Ibu Hamil, Pendekatan Holistik ABSTRACT Background : Maternal and infant health from the prenatal to the neonatal period constitutes a fundamental cornerstone for achieving optimal health outcomes. The Community Class for Pregnant Women serves as an evidence-based intervention designed to bridge existing gaps in conventional maternal healthcare services. Through this holistic model, expectant mothers not only receive comprehensive medical information but also benefit from emotional support and experiential learning. The program incorporates practices such as prenatal gentle yoga, hypnobirthing, breastfeeding education, and hands-on neonatal care within a supportive group setting. This integrative approach promotes maternal well-being, enhances self-efficacy, and fosters a continuum of care from pregnancy through the early stages of motherhood. Objective : This study aims to explore how community-based classes for pregnant women, employing a holistic prenatal and neonatal approach, can enhance maternal understanding, readiness, and health outcomes for both mothers and their newborns. Method : The program was implemented with the active participation of pregnant women and their partners. The activities utilized educational sessions, demonstrations, simulations, and direct practice. The intervention was carried out in August 2025 in collaboration with Griya Sehat Bunda Madiun. Conclusion : The Holistic Based Community Class for Pregnant Women can be recommended as an effective promotive and preventive strategy in enhancing maternal and neonatal health outcomes. Keyword : Pregnant Women’s Class, Holistic Approach
Pemanfaatan Media Digital Sebagai Sarana Wirausaha Bidan Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Wida Rahma Arwiyantasari; Nisa Ardhianingtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2020

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah membuka peluang baru bagi tenaga kesehatan termasuk bidan untuk mengembangkan praktik kewirausahaan yang terintegrasi dengan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Artikel ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk pemanfaatan media digital oleh bidan sebagai aktivitas kewirausahaan dalam pelayanan KIA, (2) mengevaluasi manfaat dan risiko yang dilaporkan, serta (3) merumuskan rekomendasi kebijakan dan praktik untuk memperkuat kapabilitas digital bidan. Peneliti menggunakan metode LR yaitu mengkaji literature dari berbagai sumber jurnal penelitian yang berfokus pada topik pemanfaatan media digital, wirausaha bidan dalam pelayanan KIA. Hasil penelitian terdapat 5 penelitian yang bersumbe dari Google Scholar yang bersumber dari jurnal nasional maupun internasional yang telah dianalisis dan ditelaah. Kesimpulan literatur menunjukkan bahwa integrasi strategi komunikasi digital dan inovasi teknologi merupakan pendekatan yang relevan dan efektif dalam memperkuat pelayanan kebidanan di era modern.