Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FAKTOR ANGIOGENIK SOLUBLE FMS-LIKE TYROSINE KINASE-1 DAN VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR PADA IBU HAMIL 8 – 20 MINGGU DENGAN RISIKO PREEKLAMPSIA Sulistyowati, Sri; Soetrisno, Soetrisno; Respati, Supriyadi Hari; Wiyono, Bambang Eko
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : IPAKESPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.407 KB)

Abstract

Sri Sulistyowati1, Soetrisno2, Supriyadi Hari Respati3, Bambang Eko Wiyono4 ABSTRACTBackground: Preeclampsia is still the main cause for maternal and neonatal mortality or morbidity. Anti-angiogenic Soluble FMS-Like Tyrosine Kinase-1 (sFlt-1) and proangiogenic Endhothelial Vascular Growth Factor (VEGF) factors can be used as an early detection of preeclampsia due to itsrole in the pathogenesis of preeclampsia, so it can be used as one effort to reduce maternal or perinatal morbidity and mortality.Objective: To analyze sFlt-1 and VEGF levels in the serum of normal pregnancy and pregnancy with preeclampsia risk in 8 – 20 weeks gestation.Method: Observational analytic with cross sectional method performed at the Obstetrics and Gynecology, Dr. Moewardi Hospital/ Medical Faculty Sebelas Maret University Surakarta and Prodia laboratory since November – December 2013. Number of samples studied was 30 samples, comprising 15 samples of normal pregnancy and pregnancy with preeclampsia risk with 8 – 20 weeks of gestational age. The sFlt-1 and VEGF serum levels was assessed using ELISA and analyzed using t-test.Result & Discussion: Serum level of sFlt-1 in normal pregnancy is (1252,17±564,65 ng/ml), and in pregnancy with preeclampsia risk is (1741,90±640,97 ng/ml) with p=0,023 serum level of VEGF in normal pregnancy was 96,88±144,29 ng/ml and in pregnancy with preeclampsia risk was 14,24±8,73 ng/ ml with p=0,044.Conclusion: sFlt-1 level is higher and VEGF level is lower in pregnant women with preeclampsia risk than normal pregnancy on 8 – 20 weeks gestational age.Keywords: Pregnancy, Preeclampsia Risk, sFlt-1, VEGF.ABSTRAKLatar belakang: Preeklampsia saat ini masih merupakan masalah pada ibu hamil yang berhubungan dengan mortalitas dan morbiditas maternal dan perinatal. Faktor anti-angiogenik Soluble FMS-Like Tyrosine Kinase-1 (sFLt-1) dan proangiogenik Vascular Endhothelial Growth Factor (VEGF) diduga dapat digunakan sebagai deteksi dini karena perannya dalam patogenesis preeklampsia, sehingga dapat digunakan sebagai upaya untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Tujuan: Untuk menganalisis kadar sFlt-1 dan VEGF pada serum ibu hamil normal dan ibu hamil dengan risiko preeklampsia pada usia kehamilan 8 – 20 minggu.Metode: Penelitian observasional analitik dengan metode Cross Sectional yang dilakukan di bagian Obstetri dan Ginekologi, RSUD Dr. Moewardi/ FK UNS, Surakarta dan Laboratorium Prodia mulai Nopember – Desember 2013. Jumlah sampel terdiri 30 yang terbagi menjadi 15 sampel ibu hamil normal dan dan 15 sampel ibu hamil dengan risiko preeklampsia usia gestasi 8 – 20 minggu. Masing-masing dianalisis kadar sFlt-1 dan VEGF pada serumnya dengan metode ELISA dan dianalisis menggunakan uji t.Hasil & Pembahaasan: Kadar serum sFlt-1 pada kehamilan normal (1252,17±564,65 ng/ml), kehamilan dengan risiko preeklampsia (1741,90±640,97 ng/ml) dengan nilai p=0,023 dan kadar VEGF pada kehamilan normal (96,88±144,29 ng/ml), kehamilan dengan risiko preeklampsia (14,24±8,73 ng/ ml) dengan nilai p=0,044.Kesimpulan: Kadar sFlt-1 lebih tinggi dan kadar VEGF lebih rendah pada kehamilan dengan risiko preeklampsia dibanding kehamilan normal pada usia hamil 8 – 20 minggu.Kata kunci: Kehamilan, Risiko Preeklampsia, sFlt-1, VEGF.1,2,3,4Sri Sulistyowati, Bagian Obgin FK UNS/ RSUD Dr. Moewardi, Jl. Kol. Sutarto 132 Surakarta. Telp. 08122968215, Email: elis_spog@yahoo.co.id
Recombinant vascular endothelial growth factor 121 decreases vascular cell adhesion molecule-1 in murine pre-eclampsia model placenta Sulistyowati, Sri; Sondakh, John Arianto; Yuliantara, Eric Edwin; Respati, Supriyadi Hari; Soetrisno, Soetrisno
Universa Medicina Vol 35, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2016.v35.192-198

Abstract

BackgroundPreeclampsia is one of the major contributors to maternal and fetal morbidity and mortality. Imbalance of soluble Fms-like tyrosine kinase (sFlt-1) as anti-angiogenic factor and vascular endothelial growth factor (VEGF) as pro-angiogenic factor plays a role in the pathogenesis of preeclampsia. Endothelial dysfunction in preeclampsia causes vascular cell adhesion molecule-1 (VCAM-1) to be expressed on its surface. This study aims to evaluate the effect of recombinant VEGF-121 on VCAM-1 expression in the placenta of a murine preeclampsia model. Methods An experimental analytical study conducted from February until March 2016 in the Biomedical Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Airlangga University. The study sample consisted of 30 pregnant mice, divided into three groups, i.e. 10 normal pregnant mice, 10 mice with preeclampsia model and 10 mice with preeclampsia model and recombinant VEGF-121 therapy. All animals were subjected to immunohistochemical examination of VCAM-1 expression in their placentas. The results were assessed semiquantitatively according to a modified Remmele method. Data analysis was done using one-way ANOVA and Tukey’s multiple comparisons method. ResultsMean VCAM-1 expression in normal (0.97 ± 0.54%) murine placentas, compared with placentas (2.94 ± 0.96%) of murine preeclampsia models (p=0.000), while mean VCAM-1 expression in placentas of murine preeclampsia models with VEGF intervention was 2.14 ± 0.68% (p=0.030).Conclusion Recombinant VEGF-121 can reduce VCAM-1 expression in placentas of murine preeclampsia models. The present study has shown the potential benefits of VEGF therapy, justifying serious consideration of this therapeutic approach for use in women with preeclampsia.
KADAR HUMAN LEUKOCYTE ANTIGEN-G (HLAG) DAN TUMOR NERCROSIS FAKTOR ALPHA (TNF-a) PADA ABORTUS DAN KEHAMILAN NORMAL Adhi, Kresno Condro; Sulistywati, Sri; Respati, Supriyadi Hari
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.609 KB) | DOI: 10.22146/jkr.12638

Abstract

KADAR HUMAN LEUKOCYTE ANTIGEN-G (HLAG) DAN TUMOR NERCROSIS FAKTOR ALPHA (TNF-a) PADA ABORTUS DAN KEHAMILAN NORMALKresno Condro Adhi1, Sri Sulistyowati2, Supriyadi Hari Respati3ABSTRACTBackground: Abortion is one of the causes of maternal morbidity and mortality. Rejection of the fetusdue to recognition of paternal antigens by the maternal immune system, is suspected to be a cause ofunexplained pregnancy loss. Human Leukocyte Antigen G (HLA-G) expressed by thropoblast and TumorNecrosis Factor α (TNF-α) suspected as one of important inflammatory mediators associated with abortion.Objective : To analyze levels of the HLA-G and TNF-α in the serum of abortion and normal pregnancy.Method: Observational analytic with Cross sectional approach at the Obstetric and Gynecology DepartmentDr. Moewardi hospital Surakarta and Prodia laboratory since August - November 2014. Number of samplestudied was 40 sample divided into 2 groups, 20 sample abortion and 20 sample normal pregnancy. Allthe sample were examined the HLA-G and TNF-α serum level by ELISA method and analyze by t test withCI 95%.Result and Discussion: Average value of HLA-G in abortion group was 55,0246±26,01 ng/ml and normalpregnancy group with an average 76,7200±32,18 ng/ml with p=0,024 (p≤0,05). Average value of TNF-α inabortion group was 3,83±1,52 ng/ml and normal pregnancy group with an average 2,76±1,49 ng/ml withp=0,032 (p≤0,05).Conclusion: In the abortion serum level of HLA-G is lower and TNF-α is higher than normal pregnancy.Keywords: Abortion, HLA-G, TNF-α.ABSTRAKLatar Belakang : Abortus merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas maternal. Adanyapenolakan janin karena adanya antigen paternal oleh sistim imun ibu, diduga menjadi salah satu penyebabterjadinya abortus. Human Leukocyte Antigen G (HLA-G) yang dihasilkan oleh trofoblas dan Tumor NecrosisFactor Alpha (TNF-α) diduga sebagai salah satu mediator yang berhubungan dengan terjadinya abortus.Tujuan : Mengetahui kadar HLA-G dan TNF-α serum pada abortus dan kehamilan normalMetode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan CrossSectional yang dilakukan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada bulan Agustus - November 2014. Totalsampel 40 dibagi menjadi 2 kelompok, 20 sampel kelompok abortus dan 20 sampel kelompok kehamilannormal. Semua sampel dilakukan pemeriksaan serum kadar HLA-G dan TNF-α dengan menggunakanmetode ELISA. Analisis menggunakan uji t dengan nilai kepercayaan 95%.Hasil dan Pembahasan: Rerata kadar serum HLA-G pada kelompok abortus adalah 55,0246±26,01 ng/ml dan kelompok kehamilan normal 76,7200±32,18 ng/ml, dengan nilai p=0,024 (p≤0,05). Rerata kadarserum TNF-α pada kelompok abortus 3,83±1,52 ng/ml dan kelompok kehamilan normal 2,76±1,49 ng/mldengan nilai p=0,032 (p≤0,05).Kesimpulan: Pada abortus kadar serum HLA-G lebih rendah dan TNF-α lebih tinggi bila dibandingkandengan kehamilan normal.Kata kunci : Abortus, HLA-G, TNF-α.1,2,3 Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNS/RSUD Dr. Moewardi Surakarta
FAKTOR ANGIOGENIK SOLUBLE FMS-LIKE TYROSINE KINASE-1 DAN VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR PADA IBU HAMIL 8 – 20 MINGGU DENGAN RISIKO PREEKLAMPSIA Sulistyowati, Sri; Soetrisno, Soetrisno; Respati, Supriyadi Hari; Wiyono, Bambang Eko
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.407 KB) | DOI: 10.22146/jkr.7129

Abstract

Sri Sulistyowati1, Soetrisno2, Supriyadi Hari Respati3, Bambang Eko Wiyono4 ABSTRACTBackground: Preeclampsia is still the main cause for maternal and neonatal mortality or morbidity. Anti-angiogenic Soluble FMS-Like Tyrosine Kinase-1 (sFlt-1) and proangiogenic Endhothelial Vascular Growth Factor (VEGF) factors can be used as an early detection of preeclampsia due to itsrole in the pathogenesis of preeclampsia, so it can be used as one effort to reduce maternal or perinatal morbidity and mortality.Objective: To analyze sFlt-1 and VEGF levels in the serum of normal pregnancy and pregnancy with preeclampsia risk in 8 – 20 weeks gestation.Method: Observational analytic with cross sectional method performed at the Obstetrics and Gynecology, Dr. Moewardi Hospital/ Medical Faculty Sebelas Maret University Surakarta and Prodia laboratory since November – December 2013. Number of samples studied was 30 samples, comprising 15 samples of normal pregnancy and pregnancy with preeclampsia risk with 8 – 20 weeks of gestational age. The sFlt-1 and VEGF serum levels was assessed using ELISA and analyzed using t-test.Result & Discussion: Serum level of sFlt-1 in normal pregnancy is (1252,17±564,65 ng/ml), and in pregnancy with preeclampsia risk is (1741,90±640,97 ng/ml) with p=0,023 serum level of VEGF in normal pregnancy was 96,88±144,29 ng/ml and in pregnancy with preeclampsia risk was 14,24±8,73 ng/ ml with p=0,044.Conclusion: sFlt-1 level is higher and VEGF level is lower in pregnant women with preeclampsia risk than normal pregnancy on 8 – 20 weeks gestational age.Keywords: Pregnancy, Preeclampsia Risk, sFlt-1, VEGF.ABSTRAKLatar belakang: Preeklampsia saat ini masih merupakan masalah pada ibu hamil yang berhubungan dengan mortalitas dan morbiditas maternal dan perinatal. Faktor anti-angiogenik Soluble FMS-Like Tyrosine Kinase-1 (sFLt-1) dan proangiogenik Vascular Endhothelial Growth Factor (VEGF) diduga dapat digunakan sebagai deteksi dini karena perannya dalam patogenesis preeklampsia, sehingga dapat digunakan sebagai upaya untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Tujuan: Untuk menganalisis kadar sFlt-1 dan VEGF pada serum ibu hamil normal dan ibu hamil dengan risiko preeklampsia pada usia kehamilan 8 – 20 minggu.Metode: Penelitian observasional analitik dengan metode Cross Sectional yang dilakukan di bagian Obstetri dan Ginekologi, RSUD Dr. Moewardi/ FK UNS, Surakarta dan Laboratorium Prodia mulai Nopember – Desember 2013. Jumlah sampel terdiri 30 yang terbagi menjadi 15 sampel ibu hamil normal dan dan 15 sampel ibu hamil dengan risiko preeklampsia usia gestasi 8 – 20 minggu. Masing-masing dianalisis kadar sFlt-1 dan VEGF pada serumnya dengan metode ELISA dan dianalisis menggunakan uji t.Hasil & Pembahaasan: Kadar serum sFlt-1 pada kehamilan normal (1252,17±564,65 ng/ml), kehamilan dengan risiko preeklampsia (1741,90±640,97 ng/ml) dengan nilai p=0,023 dan kadar VEGF pada kehamilan normal (96,88±144,29 ng/ml), kehamilan dengan risiko preeklampsia (14,24±8,73 ng/ ml) dengan nilai p=0,044.Kesimpulan: Kadar sFlt-1 lebih tinggi dan kadar VEGF lebih rendah pada kehamilan dengan risiko preeklampsia dibanding kehamilan normal pada usia hamil 8 – 20 minggu.Kata kunci: Kehamilan, Risiko Preeklampsia, sFlt-1, VEGF.1,2,3,4Sri Sulistyowati, Bagian Obgin FK UNS/ RSUD Dr. Moewardi, Jl. Kol. Sutarto 132 Surakarta. Telp. 08122968215, Email: elis_spog@yahoo.co.id
Analisis Faktor Determinan Kematian Ibu di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Indonesia Respati, Supriyadi Hari; Sulistyowati, Sri; Nababan, Ronald
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.084 KB) | DOI: 10.22146/jkr.43463

Abstract

LatarBelakang: Kematian ibu di kabupaten Sukoharjo masih cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti 4 “terlalu” ,komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas,terlambat mengambil keputusan, merujuk dan mendapat pelayanan kesehatanserta sosioal ekonomi yang rendah.Metode: Observasional analitik dengan case control study. Jumlah sampel 16 kasus dan 32 kontrol dengan teknik simple random sampling. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test, multivariat dengan metode regresi logistik.Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara komplikasi kehamilan (p<0.034) (OR=4,200; 95% CI : 1,064 – 16,584), komplikasi persalinan (p<0.001) (OR=9,533; 95% CI : 2,397 – 37,909), komplikasi nifas (p<0.000), keterlambatan penanganan petugas (p=0,011),paritas (OR=0,035; 95% CI : 0,004 – 0,300; p=0,000) dan ibu bekerja (p=0,017)(OR=4.592; 95% CI : 1.257 – 16.771) terhadap kematian maternal. Dengan faktor  risiko di atas kemungkinan kematian maternal meningkat sebanayak 88,9 %.Kesimpulan: Komplikasi kehamilan, persalinan, nifas ,keterlambatan penanganan petugas, paritas dan ibu bekerja meningkatkan risiko kematian maternal
Peran Magnesium Sulfat dalam Menurunkan Kadar TNF-α dan IL-1β pada Bayi Prematur Sulistyowati, Sri; Pujojati, Ferri Waluyo Wiwoho; Respati, Supriyadi Hari; -, Soetrisno -
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.893 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.04.7

Abstract

Prematuritas menyebabkan mortalitas dan morbiditas neonatus yaitu cerebral palsy (CP), gangguan kognitif dan gangguan tingkah laku. Sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-1β diduga secara signifikan meningkat pada bayi prematur. Magnesium sulfat (MgSO4) diduga dapat sebagai neuroprotektor terhadap otak janin, melindungi jaringan terhadap aktivitas radikal bebas, sebagai vasodilator dari vasculature otak dan menurunkan sitokin proinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran MgSO4 terhadap kadar TNF-α dan IL-1β pada bayi prematur, menggunakan metode observasional analitik, cross sectional yang dilakukan pada bulan Januari-Desember 2015 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan laboratorium Prodia Jakarta. Subjek penelitian berjumlah 40 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 20 subjek kelompok persalinan prematur yang mendapat MgSO4 dan 20 subjek kelompok persalinan prematur tidak mendapat MgSO4. Semua subjek dilakukan pemeriksaan kadar TNF-α dan IL-1β pada serum dari darah tali pusat bayi pada saat lahir dengan menggunakan metode ELISA. Data dianalisis menggunakan uji t. Rerata kadar serum TNF-α pada kelompok persalinan prematur yang diberikan MgSO4 (2,24±0,56ng/mL) dan rerata kadar serum TNF-α pada persalinan prematur yang tidak diberikan MgSO4 (2,80±0,85ng/mL) dengan p=0,01 (p&lt;0,05). Rerata kadar serum IL-1β pada kelompok persalinan prematur yang diberikan MgSO4 (0,49±0,22ng/mL) dan rerata kadar serum IL-1β pada persalinan prematur yang tidak diberikan MgSO4 (0,71±0,28ng/mL) dengan p=0,01 (p&lt;0,05). Magnesium Sulfat berperan menurunkan kadar serum TNF-α dan IL-1β pada bayi prematur.
Kadar Heat Shock Protein 70 pada Persalinan Prematur Wiharjo, Soetrisno Kasan; Respati, Supriyadi Hari; Bawono, Antonius Budi Giri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.067 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.9

Abstract

Persalinan preterm merupakan masalah kesehatan bagi negara maju maupun berkembang, berperan besar peningkatan morbiditas dan mortalitas neonatus, serta sering berdampak kesehatan jangka panjang seperti celebral palsy, kebutaan, dan perkembangan psikomotorik. Menganalisis apakah terdapat perbedaan serta hubungan antara kadar HSP70 persalinan preterm dibandingkan kehamilan normal. Observasional analitik dengan rancangan potong lintang. Jumlah subyek penelitian 60 ibu hamil dibagi dua kelompok, persalinan preterm 30 ibu hamil dan kelompok kehamilan normal 30 ibu hamil. Pemeriksaan HSP70 dilakukan di laboratorium klinik Prodia. Analisa statistik dengan uji Chi-kuadrat. Berdasarkan karakteristik ibu pada kedua kelompok penelitian, pendidikan dan LILA (Lingkar Lengan Atas) berpengaruh terhadap kejadian persalinan preterm (Probability (p)=0,008 dan p=0,002). Ibu berpendidikan SD mengalami persalinan preterm sebanyak 6,6 kali lebih besar (Prevalence Ratio (PR)=6,682 dan p=0,029), sedangkan berpendidikan SMP berisiko mengalami persalinan preterm sebanyak 3 kali lebih besar (PR=3,27 dan p=0,054) dibanding SMA. Ibu berLILA kurang memiliki risiko persalinan preterm sebanyak 5,5 kali lebih besar dibanding ibu berLILA normal (PR=5,5). Ibu berkadar HSP70 yang tinggi berisiko mengalami persalinan preterm sebanyak 5,2 kali lebih besar dibanding kehamilan normal (PR=5,26 dan p=0,122). Ada perbedaan dan hubungan  antara kadar Heat Shock Protein 70 persalinan preterm dibandingkan kehamilan normal, namun didapatkan kesimpulan statistik yang tidak bermakna. LILA dan pendidikan berpengaruh bermakna terhadap kejadian persalinan preterm.Kata Kunci: Distres maternal, heat shock protein 70, persalinan preterm, lingkar lengan atas, pendidikanABSTRACT
The Effect of Mesenchymal Secretome Stem Cell Therapy toward Caspase-3 Expression in Pregnant Mice with Pristan-Induced Lupus Model Adiyana, Febrian Andhika; Bachnas, M Adrianes; Sulistyowati, Sri; Anggraini, Nutria Widya Purna; Respati, Supriyadi Hari
Indonesian Journal of Medicine Vol. 5 No. 3 (2020)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.121 KB) | DOI: 10.26911/theijmed.2020.5.3.298

Abstract

Background: Systemic lupus erythematosus (SLE) is one of the pregnancy complications which cause an increase in fetal and maternal com­p­lications which are mainly caused by pla­cen­tal damage due to chronic inflammation and apoptosis. The rate of apoptosis can be assessed by the high expression of caspase-3 which is the ma­jo­rexecutioner caspases of apoptosis. The use of Mesenchymal Secretome Stem Cell for SLE the­rapy has an anti-inflammatory and anti-apo­p­to­tic role. This study aimed to examine the effect of mesenchymal secretome stem cell therapy to­ward caspase-3 expression in pregnant mice with pris­tan-induced lupus model.Subjects and Method: This study was a ran­do­mized controlled trial. This study was con­ducted at the Prodia ProStem Laboratory, La­bo­ra­tory of the Faculty of Veterinary Medicine of Airlangga University, and Anatomical Pathology Laboratory, Faculty of Medicine, Airlangga Uni­ver­sity. A total of 14 healthy BALB/C female mice strain aged 6-8 weeks, with a bodyweight of 20-30 grams, were divided into two groups, (1) 7 preg­nant mice who received pristan therapy only, and (2) 7 pregnant mice who received pristan the­rapy and mesenchymal secretome stem cell.The dependent variable was the caspase-3 exp­res­sion. The independent variable was the ad­mi­ni­s­tration of mesenchymal secretome stem cell the­rapy. The caspase-3 expression was measured by an immunoreactive score. The data were ana­ly­zed using independent t-test.Results: After giving mesenchymal secretome stem cell therapy, the mean of the caspase-3 exp­res­sion in the treatment group (Mean=1.86; SD­=­0.66) was lower than the control group (Me­an­=­3.­30; SD = 1.42), with p=0.031.Conclusion: Mesenchymal secretome stem cell the­rapy is effective for reducing caspase-3 exp­res­sion in the placenta of pregnant mice with pris­tan-induced lupus model.Keywords: Caspase-3 expression, lupus, placen­taCorrespondence: Febrian Andhika Adiyana. Department of Obs­tet­rics and Gynecology, Faculty of Medicine, Uni­vesitas Sebelas Maret/Moewardi Surakarta, Indo­nesia. Email: FebrianAndhika@gmail.com. Mobile: 081215897960.Indonesian Journal of Medicine (2020), 05(03): 224-229https://doi.org/10.26911/theijmed.2020.05.03.07
The Difference of Endometrial Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) Expression between Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) and Normal Women Saputra, Ricky Bernadi; Budihastuti, Uki Retno; Sulistyowati, Sri; Melinawati, Eriana; Respati, Supriyadi Hari
Indonesian Journal of Medicine Vol. 5 No. 3 (2020)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.015 KB) | DOI: 10.26911/theijmed.2020.5.3.296

Abstract

Background: Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) is an endocrine disorder in women cha­rac­terized by increased levels of androgens, ovu­la­tory dysfunction, and Polycystic Ovarian Mor­p­ho­logy (PCOM), as well as a combination of clas­sic clinical features. Women with PCOS expe­ri­ence changes in the endometrium and endo­met­rial receptivity markers such as VEGF (Vascular En­dothelial Growth Factor). VEGF increases the per­meability and dilation of endometrial blood vessels which play an important role in imp­lan­ta­tion. This study aimed to analyze the difference of VEGF expression between women with PCOS and nor­mal women.Subjects and Method: This study was a case-con­trol study design conducted at the polyclinic of the Department of Obstetrics and Gynecology, Dr. Moewardi Hospital, Surakarta, Central Java, in July 2020. There were 30 infertile women with PCOS (diagnosis based on Rotterdam criteria, con­sensus 2003) and 30 women without PCOS as the sample of this study. The dependent variable was VEGF expression. The independent variables were age, BMI, family history with PCOS, menar­che, occu­pa­tion, and education. VEGF expression was ob­tained from an endometrial biopsy on days 19-24 of periods. The differences in VEGF exp­res­sion (in %) were analyzed by the Mann-Whitney test. VEGF determinants were analyzed by a mul­ti­ple linear regression.Results: The mean of VEGF expression in wo­men with PCOS (Mean=64.33; SD=44.43) was high­er than in women without PCOS (Mean­= 7.90; SD=8.73) and the result was statistically sig­ni­ficant (p<0.001). PCOS (b=42.09; 95%­CI­=­64.­2­6 to -19.93; p<0.001) and obese (b=38.63; 95%­CI=-63.44 to -13.82; p=0.003) increased VEGF expression.Conclusion: VEGF expression in the endo­met­rium of women with PCOS is higher than normal wo­men.Keywords: VEGF, endometrium, Polycystic Ova­rian SyndromeCorrespondence: Ricky Bernadi Saputra. Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Universitas Sebe­las Maret/ Dr. Moewardi Hospital, Sura­karta, Indo­nesia. Telp: 081221161933 Email: ricky­sa­put­radr@gmail.comIndonesian Journal of Medicine (2020), 05(03): 230-239https://doi.org/10.26911/theijmed.2020.05.03.08
Maternal Mortality in Klaten Regency (Determinant Factors Analysis) Sesunan, Arfan Syahfani; Respati, Supriyadi Hari; Sulistyowati, Sri
Journal of Maternal and Child Health Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.916 KB)

Abstract

Background: Failure in reducing maternal mor
Co-Authors -, Soetrisno - Adhi, Kresno Condro Adiyana, Febrian Andhika Alamsyah, Meuthia Ambar Mudigdo Antonius Budi Giri Bawono, Antonius Budi Giri Argyo Demartoto, Argyo Aris Sudiyanto Aristin, Okid Parama Astetri, Lini Bachnas, Muhammad Adrianes Bambang Eko Wiyono, Bambang Eko Bhisma Murti Carissa, Dinda Diffah Hanim Ediningtyas, Atifa Nadira Elita Rahmi Eriana Melinawati Eric Edwin Yuliantara Eti Poncorini Pamungkasari Fajriah, Asruria Sani Fitriawan, Ahmad Hermawan Udiyanto Heru Priyanto John Arianto Sondakh, John Arianto Kartikasari, Uswatun Khasanah Karuniawati, Benny Khoeronisa, Siti Kurniawan, Hendro Kusnadi, Noferi Laqif, Abdurahman Mahandaru, Araafi Hariza Manuel, Christian Todo Miftahus Saadah, Miftahus Mubarokah, Rizka Innayatun Muhammad Adrianes Bachnas MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Nababan, Ronald Nasrudin, Muhamad Nugroho, Muhammad Anggit Nurinasari, Hafi Nurul Husna Nutria Widya Purna Anggraini Nuur, Aliffudin Okid Parama Astirin Pella Todungbua', Prima Derry Pradana, Muhammad Denny Gagah Prasetya, Hanung Pujojati, Ferri Waluyo Wiwoho Rahmawati, Deni Nur Fauzia Rahmawati, Oktantia Dyah Rasyiid, Astika Ratna Diana Fransiska Ratnasari Dwi Cahyanti, Ratnasari Dwi Ratnasari, Affi Angelia Ridwan, Robert Rizkiani, Inne RUBEN DHARMAWAN Saputra, Ricky Bernadi Sesunan, Arfan Syahfani SITI MARYANI Soetrisno Kasan Wiharjo, Soetrisno Kasan Soetrisno Soetrisno Sri Mulyani Sri Sulistyowati Sulistywati, Sri Tejowati, Ardika Desi Regita Uki Retno Budihastuti Ulfah, Maharani Wida Rahma Arwiyantasari Wiraswesty, Ika WISNU PRABOWO Yeni Andriani, Yeni Yuliani, Saffana Oka