Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komunikasi Digital Untuk Karang Taruna Kelurahan Taman Sari Bandung Astuti, Sri Wahyuning; Anggraini, Choiria; Putra, Dedi Kurnia Syah; Warasenda, Sang Ayu Putu Vajravany Yudyaputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2599

Abstract

Media sosial dan komunikasi digital memungkinkan organisasi untuk menjangkau audiens yang lebih luas secara efisien. Pemanfaatan teknologi digital bagi karang taruna dapat meningkatkan efektivitas program sosial dan kewirausahaan yang mereka jalankan. Dengan komunikasi digital, Karang Taruna dapat menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan mereka dengan lebih cepat dan efektif, khususnya bagi karang taruna kelurahan taman sari yang wilayah geografisnya berada di pusat kota bandung. Karena itu, Pelatihan dan Peningkatan Komunikasi digital harus diberikan secara komprehensif mulai dari pemilihan, pembuatan content, hingga evaluasi penggunaan dan content yang dihasilkan. Etika dan Privasi dalam Komunikasi Digital juga harus dapat diterapkan sebagai bentuk pemberian informasi yang jelas dan dapat dipercaya. Anggota karang taruna juga harus diberikan pemahaman terkait pemanfaatan social media kedepannya sebagai bagian dari komersialisasi untuk meningkatkan kemandirian organisasi dan mendukung program program kerja
Pelatihan Memahami Jejak Digital dan Doxing: Kesadaran dan Strategi Literasi Putra, Dedi Kurnia Syah; Purnama, Hadi; Astuti, Sri Wahyuning; Warasenda, Sang Ayu Putu Vajravany Yudyaputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2601

Abstract

Siswa SMA merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai ancaman digital, termasuk doxing. Remaja cenderung kurang memahami batasan privasi dalam dunia digital, sehingga sering kali membagikan informasi pribadi tanpa menyadari potensi risikonya. Ketidaktahuan ini membuat mereka lebih mudah menjadi target eksploitasi data pribadi. Fenomena doxing menyebabkan efek psikologis yang mendalam, seperti kecemasan, stres, dan gangguan mental lainnya. Siswa yang mengalami doxing dapat mengalami ketakutan dalam berinteraksi secara online, yang berdampak pada kehidupan sosial dan akademik mereka. Dalam beberapa kasus, doxing bahkan dapat menyebabkan cyberbullying yang lebih luas dan berujung pada depresi atau tindakan yang lebih ekstrem. Edukasi tentang bahaya doxing dan cara melindungi informasi pribadi harus menjadi bagian dari kurikulum literasi digital di sekolah. Pelatihan terkait Jejak Digital dan Doxing: Risiko dan Pencegahannya dilakukan kepada siswa siswi MAN 1 Pangandaran, dengan memberikan pemahaman terkait penggunaan media sosial, mengelola penggunaan dan jejak digital yang kemungkinan muncul dari penggunaan media sosial. Siswa Juga perlu diberikan pemahaman antisipasi doxing dan Langkah yang perlu dilakukan jika mengalami doxing di media sosial. Hasil Kegiatan berupa peningkatan pengetahuan terkait jejak digital dan doxing, serta kemampuan untuk mencegah dan mengatasi dampak doxing.
Pelatihan Literasi Media Sosial dan Komunikasi Harmoni Keluarga di Kelurahan Manggahang Putra, Dedi Kurnia Syah; Astuti, Sri Wahyuning; Mupiza, Bintar; Warasenda, Sang Ayu Putu Vajravany Yudyaputri; Akbar, Muhammad Alif
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3798

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi, khususnya media sosial, membawa dampak signifikan terhadap dinamika kehidupan keluarga dan masyarakat. Literasi media sosial menjadi keterampilan penting agar warga mampu menggunakan media digital secara bijak, kritis, dan produktif, sekaligus meminimalkan konflik yang dipicu arus informasi tidak terfilter. Berangkat dari fenomena tersebut, pelatihan literasi media sosial dan komunikasi harmoni keluarga dilaksanakan bagi masyarakat Kelurahan Manggahang sebagai intervensi edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga dalam mengelola interaksi digital dan komunikasi interpersonal. Metode pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi praktis/role-play. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya literasi media sosial, etika komunikasi digital, serta penguatan komunikasi empatik dalam keluarga untuk meminimalkan konflik akibat hoaks, kecanduan gawai, dan ketidakseimbangan penggunaan media sosial. Program juga mendorong keberlanjutan melalui pendampingan dan penguatan peran komunitas lokal.