Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

METODE PEMBELAJARAN SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD LABORATORIUM MODEL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK Wahyuda Dwi Handoko; Marmawi Marmawi; Fadillah Fadillah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 8, No 3 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.537 KB) | DOI: 10.26418/jppk.v8i3.32256

Abstract

Abstract Science learning in early childhood has a very important role in helping lay the foundation of the ability and formation of the expected human resources. Awareness of the importance of learning science in children will be even higher when realizing that we live in a dynamic, evolving and changing world that is even more and more toward the future, increasingly requires science. Science development in Kindergarten will be carried out well when using the right method. The general objective in this study was to determine the Application of Science Learning Methods in Children Aged 5-6 years in PAUD Laboratory Model Muhammadiyah University of Pontianak. The conclusion of this study is that the teacher does not apply only one method of learning when conducting activities but the teacher combines several learning methods that are in accordance with the material to be delivered. Teachers are expected to pay attention to the method used and the steps in using the learning method so that the learning objectives are well implemented. Keywords: Early Childhood, Learning Methods, Science
Gaya Pengasuhan Anak Usia Dini pada Suku Dayak Dusun Laek Desa Bengkilu Handoko, Wahyuda Dwi; Fauziah, Pujiyanti; Dimyati, Dimyati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1021

Abstract

Terbatasnya penelitian tentang pengasuhan anak usia dini pada berbagai macam suku yang ada di Indonesia membuat peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan tentang bagaimana pengasuhan anak usia dini  pada suku Dayak yang ada di Dusun Laek Desa Bengkilu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bagaimana Gaya Pengasuhan Anak Usia Dini Pada Suku Dayak Bakati Desa Bengkilu Yang Tinggal di Dusun Laek. Dalam  penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari ketua adat, purun (orang yang membantu dalam persalinan suku dayak) dan orang tua. Teknik pengumpulan data yang digunakan seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang  digunakan adalah model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menggabungkan antara gaya pengasuhan  authoritative (otoritatif) dan authoritarian yang diterapkan oleh para orang tua dalam mengasuh anak-anak mereka, sedangkan dalam sikap pengasuhan yang dilakukan orang tua dengan cara menanamkan nilai-nilai kesabaran, kejujuran, patuh, tegas, dan bebas serta menjunjung tinggi hukum adat dalam berperilaku
Analisis hubungan intensitas penggunaan gawai (screen time) dengan perkembangan sosial-emosional anak usia dini pada era digital Martin Martin; Wahyuda Dwi Handoko; Riki Maulana
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i2.11124

Abstract

Era digital meningkatkan intensitas penggunaan gawai (screen time) pada anak usia dini, memunculkan kekhawatiran terhadap perkembangan sosial-emosional mereka mengingat usia dini adalah periode emas yang menentukan kualitas interaksi sosial dan regulasi emosi di masa depan. Penelitian ini menganalisis hubungan intensitas penggunaan gawai dengan perkembangan sosial-emosional anak usia dini melalui studi literatur, menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan penelusuran, seleksi, dan analisis artikel jurnal nasional dan internasional relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan gawai yang tinggi dan tidak terarah berhubungan dengan rendahnya kemampuan interaksi sosial, keterlambatan berbahasa, meningkatnya perilaku tantrum, kesulitan regulasi emosi, dan berkurangnya empati anak. Sebaliknya, penggunaan gawai dalam intensitas terbatas, terarah, dan didampingi orang tua (co-viewing) dapat memberikan manfaat edukatif tanpa mengganggu perkembangan sosial-emosional secara signifikan. Pola asuh, keterlibatan orang tua, jenis konten, dan durasi paparan turut menentukan arah hubungan tersebut. Penelitian ini merekomendasikan pedoman durasi screen time sesuai usia, pendampingan aktif orang tua, serta penguatan literasi digital bagi keluarga dan pendidik PAUD.
Implementation of Early Childhood Multicultural Education in Increasing Tolerance Agustina Tania; Wahyuda Dwi Handoko; Chlaudya Wihellmia; Maria Sisilia
Global Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.783

Abstract

Multicultural education is an important approach in building tolerance from an early age, especially amidst the socio-cultural diversity of Indonesian society. Early childhood is in a period of rapid development in the social-emotional aspect, so it is necessary to provide stimulation through learning activities that respect differences, foster empathy, and encourage positive interactions between children with diverse religions and backgrounds. This study aims to analyze the implementation of multicultural education in increasing tolerance in early childhood at Santa Bernadeth Kindergarten. The study used a descriptive qualitative method with observation, interview, and documentation techniques. The results showed that multicultural education was implemented through contextual learning activities, the use of media based on religious and cultural diversity, inclusive habits, and social interaction practices that emphasize the value of mutual respect. Teachers have a central role as facilitators and role models in building tolerant behavior, while the school environment creates a culture that supports diversity. This study concludes that the consistent and planned implementation of multicultural education can increase empathy, cooperative skills, and acceptance of children's differences. These findings provide an important contribution to the development of tolerance learning models in schools.
The Effectiveness of Interactive PowerPoint Media in Civics Education for Grade XI Students of SMAN 3 Sungai Kakap Hemafitria Hemafitria; Syarif Firmansyah; Suci Maelliya Angraini; Wahyuda Dwi Handoko
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 1 Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9018

Abstract

This research focuses on evaluating the impact of interactive PowerPoint media on the learning outcomes of Grade XI A students. Utilizing the Classroom Action Research (CAR) method, the study was carried out in two cycles, each involving planning, execution, observation, and reflection. In the first cycle, PowerPoint was used in a conventional manner, which led to minimal student involvement—only 5 out of 26 students (19.23%) met the learning criteria. After evaluating the results, the second cycle introduced more interactive features, such as animations, contextual visuals, hyperlinks, and guiding questions, alongside more participatory teaching methods. This approach significantly increased engagement, with 76.92% (20 out of 26) of students achieving the Minimum Mastery Criteria (KKM). The study concludes that interactive PowerPoint enhances student-centered learning and aligns with 21st-century educational goals. Its innovation lies in applying interactive media specifically to civic education (PPKn), traditionally taught through lectures, thus fostering greater student interaction and improved academic performance.
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI: KAJIAN STUDI LITERATUR STRATEGI KETELADANAN, PEMBIASAAN, DAN KOLABORASI KELUARGA-SEKOLAH Wahyuda Dwi Handoko; Martin; Ema Sukmawati; Selomita Laura
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.11083

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini merupakan upaya sadar dan terencana untuk menanamkan nilai-nilai kebajikan sejak periode keemasan pertumbuhan anak, mengingat karakter yang terbentuk pada masa ini akan menjadi fondasi kepribadian sepanjang hayat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi keteladanan, pembiasaan, dan kolaborasi keluarga-sekolah dalam pembentukan karakter anak usia dini melalui metode studi literatur (literature review). Sumber data diperoleh dari 28 artikel jurnal ilmiah nasional yang terbit dalam kurun 2020-2024, ditelusuri melalui basis data Google Scholar, Garuda, dan portal jurnal PAUD nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa keteladanan guru dan orang tua merupakan strategi paling efektif karena anak usia dini belajar melalui observasi dan imitasi, sementara pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten memperkuat internalisasi nilai jujur, disiplin, tanggung jawab, dan peduli. Kolaborasi keluarga dan sekolah, serta pengintegrasian nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka melalui Profil Pelajar Pancasila, terbukti memperkuat efektivitas pendidikan karakter. Artikel ini merekomendasikan penguatan kompetensi guru dalam merancang pembiasaan bermakna serta edukasi berkelanjutan bagi orang tua sebagai teladan utama anak di rumah.