Tahir, Inna Mutmainna Cahyani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS PENGUSAHA PAPAN KARANGAN BUNGA DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG DALAM MENGHADAPI TANTANGAN EKONOMI DIGITAL MELALUI E-COMMERCE Tahir, Inna Mutmainna Cahyani; Haslindah, Haslindah; Herman, Bahtiar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30635

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha papan karangan bunga di Kabupaten Sidenreng Rappang dalam menghadapi tantangan ekonomi digital melalui pemanfaatan e-commerce. Dengan semakin berkembangnya teknologi digital, pelaku usaha di sektor ini perlu beradaptasi agar dapat bersaing dan memperluas jangkauan pasar mereka. Kegiatan ini melibatkan pelatihan strategi pemasaran digital, optimalisasi media sosial, serta penggunaan platform e-commerce untuk meningkatkan penjualan. Metode yang digunakan meliputi analisis permasalahn mitra, edukasi, pendampingan, dan simulasi praktik langsung bagi peserta pelatihan yang terdiri dari 5 mitra dengan jumlah peserta 14 orang. Adapun system evaluasi yang di gunakan me;iputi Evaluasi Pra dan Pasca Pelatihan, Observasi Langsung, Diskusi Kelompok, Monitoring Berkala, dan Analisis Data Penjualan. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan penjualan pengusaha papan karangan bunga sebesar 40.31%, serta peningkatan kemampuan dan keterampilan sebesar 86.36%. Selain itu, beberapa peserta mulai mengimplementasikan strategi pemasaran berbasis digital dan mencatat peningkatan interaksi pelanggan serta penjualan. Dengan adanya program ini, diharapkan pengusaha papan karangan bunga dapat lebih siap menghadapi era digital dan meningkatkan daya saing usaha mereka di pasar yang lebih luas.Abstract: This community service initiative aims to enhance the capacity of flower board entrepreneurs in Sidenreng Rappang Regency to face the challenges of the digital economy through the utilization of e-commerce. As digital technology continues to develop, business actors in this sector need to adapt in order to compete and expand their market reach. The activities include training on digital marketing strategies, optimization of social media, and the use of e-commerce platforms to increase sales. The methods used encompass problem analysis with partners, education, mentoring, and direct practice simulations for training participants, consisting of 5 partners with a total of 14 participants. The evaluation system employed includes pre- and post-training evaluations, direct observations, group discussions, periodic monitoring, and sales data analysis. The results of the activities indicate a sales increase of 40.31% for flower board entrepreneurs, as well as an improvement in skills and capabilities of 86.36%. Additionally, several participants have begun to implement digital marketing strategies and have noted an increase in customer interaction and sales. With this program, it is hoped that flower board entrepreneurs will be better prepared to face the digital era and enhance their competitiveness in a broader market.
PEMBERDAYAAN BUMDES BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL: STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK BEKATUL DAN MANAJEMEN USAHA DI DESA TIMORENG PANUA Tahir, Inna Mutmainna Cahyani; Herman, Bahtiar; Inayah, Astrina Nur; Ferdy, Ferdy; Rosnaidah, Rosnaidah; Fitria, Ika; AS, Erwin Irnandy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34638

Abstract

Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di BUMDes TP Mandiri yang menghadapi permasalahan dalam tata kelola kelembagaan, inovasi produk, dan strategi pemasaran. Potensi lokal berupa bekatul selama ini belum dimanfaatkan optimal, padahal memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas BUMDes melalui strategi pengembangan produk bekatul dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan manajemen, workshop inovasi produk berbasis bekatul, dan pendampingan digital marketing dengan e-catalog serta media sosial. Mitra kegiatan adalah pengelola BUMDes dan pelaku UMKM lokal berjumlah 20 orang. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test, observasi keterampilan, serta monitoring peningkatan penjualan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan manajemen sebesar 75%, keterampilan pengolahan bekatul menjadi produk pangan meningkat 68%, serta keterampilan pemasaran digital naik hingga 70%. Selain itu, omzet usaha BUMDes meningkat rata-rata 25% dalam tiga bulan pendampingan. Kegiatan ini terbukti efektif memperkuat daya saing UMKM desa melalui integrasi inovasi produk dan pemasaran digital.Abstract: This community service program was implemented at BUMDes TP Mandiri, which faces challenges in institutional governance, product innovation, and marketing strategies. The local potential in the form of rice bran has not been optimally utilized, despite its significant opportunities to be processed into value-added products. The aim of this program is to strengthen BUMDes capacity through strategies for developing rice bran–based products and utilizing digital technology for marketing. The methods included socialization, management training, workshops on rice bran product innovation, and digital marketing assistance using e-catalogs and social media. The program partners consisted of 20 participants, including BUMDes managers and local MSME actors. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests, observation of skills, and monitoring of sales growth. The results showed a 75% increase in management knowledge, a 68% improvement in rice bran processing skills into food products, and a 70% increase in digital marketing skills. In addition, BUMDes business turnover increased by an average of 25% within three months of mentoring. This program has proven effective in strengthening the competitiveness of village MSMEs through the integration of product innovation and digital marketing.