Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyatuan Diri dengan Tuhan dalam Karya Sastra: Menggali Pengaruh Karya Sastra Diwan Al Hajjaj dan Qashidah-Qashifah, Al-Hallaj dan Rudaki dalam Budaya Islam Alya Hasna Firdaus; Nurholis; Alya Rahmawati; Nisa Nuraeni
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/gdyb8k40

Abstract

Artikel ini membahas pengaruh dua tokoh penting dalam budaya Islam, yaitu Al-Hallaj dan Rudaki, serta hubungan antara penyatuan rohani dengan Tuhan dan karya sastra. Melalui kajian terhadap gagasan-gagasan keduanya, artikel ini menunjukkan bagaimana konsep penyatuan dengan Tuhan tercermin dalam karya-karya mereka dan berdampak pada perkembangan budaya Islam, khususnya dalam tradisi sastra Arab dan Persia. Kajian ini juga menyoroti peran sastra sebagai sarana intelektual dan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
Gerakan Bela Palestina Sebagai Bentuk Kesadaran Global terhadap Penindasan dan Ketidakadilan Muhammad Ihwan Safrudin; Hannifa Rojwa Thalib; Nisa Nuraeni; Kartika Tri Puspita Sari; Sri Nita; Dadan Firdaus
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2bxme580

Abstract

Gerakan bela Palestina telah berkembang menjadi fenomena lintas negara yang merefleksikan meningkatnya kesadaran global terhadap isu penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia. Studi ini bertujuan untuk mengkaji dinamika sosial, politik, dan peran media dalam membentuk solidaritas internasional terhadap Palestina. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, khususnya media sosial, berperan penting dalam menyebarkan informasi, membingkai narasi, dan menghubungkan individu serta komunitas dari berbagai wilayah dunia. Isu Palestina tidak lagi dipandang sebatas konflik regional, tetapi telah berubah menjadi simbol perjuangan melawan ketidakadilan global. Kendati demikian, gerakan ini menghadapi tantangan seperti distorsi informasi, tuduhan politisasi, dan fragmentasi wacana yang dapat menghambat efektivitas solidaritas yang dibangun.