Nurcahyani, Fitria
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Metanol Batang Etlingera alba (Blume) A. D. Poulsen Terhadap Penekanan Genicaspase-3 sebagai Penanda Apoptosis pada Lini Sel Kanker Payudara T47D Secara In Vitro Nurcahyani, Fitria; Fristiohady, Adryan; Sahidin, Sahidin; Wahyuni, Wahyuni; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Solo, Dian Munasari; Arba, Muhammad; Irnawati, Irnawati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.705

Abstract

Kanker merupakan suatu penyakit yang bersifat ganas dan ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal secara cepat dan terus-menerus yang dapat merusak jaringan dan organ di sekitarnya. Ciri khas dari kanker yaitu mampu menghindari mekanisme apoptosis. Salah satu gen penanda apoptosis yaitu Caspase-3. Penggunaan kemoterapi untuk mengobati kanker masih memiliki banyak efek samping yang merugikan. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif pengobatan yang lebih efektif dan efek samping yang lebih kecil seperti terapi target. Tumbuhan E. alba diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang memiliki potensi sebagai antikanker. Tujuan penelitian ini untuk melihat potensi penekanan ekspresi gen dari E. alba tehadap penanda gen apoptosis Caspase-3 pada lini sel kanker T47D. Pengujian ini dilakukan menggunakan sampel batang E. alba yang dimaserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol batang E. alba dibuat dalam tiga konsentrasi yaitu 50 ppm; 100 ppm; dan 200 ppm. Selanjutnya dilakukan pengujian ekspresi gen secara in vitro dengan menggunakan metode RT-PCR, lalu diukur nilai CT. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu pada konsentrasi ekstrak 50 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,677 kali, ekstrak 100 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,859 kali, sedangkan ekstrak 200 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,601 kali. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol batang E. alba mampu menekan ekspresi gen Caspase-3 pada lini sel kanker payudara T47D, dengan konsentrasi ekstrak yang paling baik yaitu 100 ppm dengan hasil pengujian ekspresi gen 1,859 kali dari DMSO 2%.
Aktivitas Anti Melanoma Ekstrak Metanol Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale L.); Kajian Antiproliferasi dan Antimetastasis Pada Sel A-375 Nurcahyani, Fitria; Fristiohady, Adryan; Wahyuni, Wahyuni; Sahidin, I; Suryani, Suryani; Irnawati, Irnawati; Purnama, La Ode Muhammad Julian
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.878

Abstract

Melanoma merupakan kanker kulit yang sangat agresif, ditandai dengan proliferasi, invasi, dan metastasis tinggi serta resistensi terhadap terapi konvensional. Angka kejadian dan mortalitas melanoma terus meningkat, khususnya pada kasus metastasis. Ekstrak daun jambu mete menunjukkan aktivitas antioksidan dan sitotoksik terhadap sel kanker secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antikanker dari ekstrak metanol daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) terhadap sel melanoma A-375. Uji antioksidan dilakukan menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power), sedangkan aktivitas antikanker dianalisis melalui uji sitotoksik MTT, viabilitas sel HaCaT, serta uji migrasi sel dengan metode scratch. Hasil FRAP menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC?? sebesar 63.35±0.03 µg/mL. Uji sitotoksik menunjukkan bahwa ekstrak efektif menghambat proliferasi sel A-375 dengan nilai IC?? sebesar 64.55±3.11 µg/mL dan bersifat selektif terhadap sel normal HaCaT (IC???=?877.52±30.64 µg/mL), dengan indeks selektivitas sebesar 13.54±0.65. Selain itu, uji migrasi sel menunjukkan bahwa ekstrak menghambat migrasi sel kanker melanoma dalam 24 jam perlakuan, yang mengindikasikan potensi anti-metastasis. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun jambu mete memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan antikanker alami yang efektif dan selektif, serta dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat terapi tambahan untuk kanker kulit melanoma.