Melanoma merupakan kanker kulit yang sangat agresif, ditandai dengan proliferasi, invasi, dan metastasis tinggi serta resistensi terhadap terapi konvensional. Angka kejadian dan mortalitas melanoma terus meningkat, khususnya pada kasus metastasis. Ekstrak daun jambu mete menunjukkan aktivitas antioksidan dan sitotoksik terhadap sel kanker secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antikanker dari ekstrak metanol daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) terhadap sel melanoma A-375. Uji antioksidan dilakukan menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power), sedangkan aktivitas antikanker dianalisis melalui uji sitotoksik MTT, viabilitas sel HaCaT, serta uji migrasi sel dengan metode scratch. Hasil FRAP menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC?? sebesar 63.35±0.03 µg/mL. Uji sitotoksik menunjukkan bahwa ekstrak efektif menghambat proliferasi sel A-375 dengan nilai IC?? sebesar 64.55±3.11 µg/mL dan bersifat selektif terhadap sel normal HaCaT (IC???=?877.52±30.64 µg/mL), dengan indeks selektivitas sebesar 13.54±0.65. Selain itu, uji migrasi sel menunjukkan bahwa ekstrak menghambat migrasi sel kanker melanoma dalam 24 jam perlakuan, yang mengindikasikan potensi anti-metastasis. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun jambu mete memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan antikanker alami yang efektif dan selektif, serta dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat terapi tambahan untuk kanker kulit melanoma.