Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI REFORMASI HUKUM KESEHATAN DI ERA DIGITAL: ANTARA ETIKA, PRIVASI DATA, DAN PERLINDUNGAN HAK PASIEN Sintyasari, Desi; Risdawati , Irsyam
Indonesia of Journal Business Law Vol. 4 No. 2 (2025): IJBL - Artikel Riset Juli 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijbl.v4i2.5878

Abstract

Latar belakang: Di tengah transformasi digital ini, hukum memiliki peran sentral sebagai instrumen untuk menjamin perlindungan terhadap pasien, menjaga etika profesi medis, dan mengatur penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Namun, hingga kini belum terdapat sistem regulasi yang secara terstruktur dan terpadu mengatur semua aspek hukum kesehatan digital, baik dalam hal perlindungan data, tata kelola sistem digital medis, maupun akuntabilitas hukum. Situasi ini mencerminkan urgensi untuk membangun dan memperkuat landasan hukum yang dapat merespons dinamika dan tantangan di era digital Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu pendekatan yang berfokus pada pengkajian terhadap norma-norma hukum positif yang berlaku, baik yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan maupun yang terkandung dalam prinsip-prinsip hukum umum. Pendekatan ini digunakan untuk menganalisis ketentuan hukum yang berkaitan dengan perlindungan privasi, etika medis, serta hak-hak pasien dalam konteks penggunaan teknologi di bidang kesehatan Hasil penelitian: hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa meskipun norma hukum telah tersedia, masih terdapat kekosongan dalam aspek pengawasan, penegakan hukum, dan pemahaman di tingkat penyelenggara layanan kesehatan, khususnya di daerah-daerah terpencil. Selain itu, koordinasi antara instansi seperti Kementerian Kesehatan, Komisi Informasi, dan otoritas perlindungan data pribadi masih perlu ditingkatkan untuk mewujudkan perlindungan yang lebih maksimal terhadap hak pasien atas privasi dan datanya Kesimpulan: Penguatan sistem perlindungan hukum terhadap privasi dan data pasien memerlukan pendekatan yang komprehensif. Pemerintah perlu segera menetapkan peraturan pelaksana dari UU PDP yang secara khusus menyasar sektor kesehatan, serta mendorong rumah sakit dan institusi layanan medis untuk menerapkan standar keamanan informasi yang sesuai. Di samping itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan etika digital dan pemahaman hukum perlindungan data juga menjadi langkah krusial dalam menjamin terpenuhinya hak pasien di era digital.
EXPLORING THE PERCEPTION OF ONLINE GAME ADDICTION IN ADOLESCENTS: IDENTITY, MOTIVATION, AND SOCIAL INTERACTION PATTERNS: Eksplorasi Persepsi Kecanduan Game Online Remaja: Identitas, Motivasi Dan Pola Interaksi Sosial Fadilah, Risydah; Lubis, Suaidah; Harianty, Widya; Sintyasari, Desi; Yanuar, Hendra; Taremica, Graris; Hermina, Mutia; Suri, Atikah; Khaliza, Dina; Maulana, Iqbal
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 1 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i1.7378

Abstract

Technological developments have made online gaming a part of teenagers' lifestyles, but excessive use can trigger addiction (gaming addiction). This phenomenological qualitative study aims to explore the meaning of online gaming addiction among teenagers, its relationship with self-identity, motivation to play, and social interaction patterns. The research subjects were three individuals (aged 13 – 16 years) who played online games for more than three hours per day and were active at least four to five times a week, using purposive sampling techniques. Data were collected through observation and interviews with research respondents. The results showed that online games are perceived as a space for virtual identity construction, emotional regulation, and alternative social interaction. Adolescents with online gaming addiction experience shifts in self-identity, gaming motivations driven by challenge, stress avoidance, and the need for recognition, as well as significant changes in social interaction patterns, particularly reduced quality of family relationships. This study highlights that online gaming addiction affects not only individual behavior but also adolescents’ real-life social dynamics.