Claim Missing Document
Check
Articles

Found 54 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Penentuan Kebijakan Persediaan Darah Di Bank Darah Rumah Sakit Xyz Menggunakan Metode Joint Replenishment Untuk Meningkatkan Service Level Tony Iqbal Rahmadika; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit XYZ adalah rumah sakit negeri kelas B yang terletak di kabupaten Bandung. Rumah sakit XYZ memiliki salah satu bagian yang bertugas untuk mengelola persediaan darah yaitu BDRS XYZ. Pengelolaan persediaan darah yang dilakukan BDRS XYZ belum dilakukan dengan baik yang dibuktikan dengan terjadinya kekurangan darah sebesar 2% dari total permintaan selama tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pelayanan berdasarkan kondisi aktual yang terjadi di BDRS XYZ. Metode yang digunakan untuk melakukan kebijakan persediaan produk darah adalah metode joint replenishment. Pemilihan metode tersebut karena suplier BDRS XYZ hanya satu suplier yaitu PMI kota Bandung sehingga sesuai dengan metode joint replenishment. Perhitungan menggunakan metode joint replenishment akan dihasilkan waktu reorder point yang sama untuk semua produknya. Selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah pemesanan optimal, maximum inventory, dan safety stock. Hasil perhitungan yang didapat yaitu dapat meningatkan tingkat pelayanan dari 98% pada kondisi aktual ke nilai 99,05%. Selain peningkatan pada tingkat pelayanan yang terjadi, penelitian ini juga mengurangi total biaya persediaan yang dihasilkan sebesar Rp 8.023.534 dari total biaya persediaan aktual sebesar Rp 15.705.477. Total presentase pengurangan biaya persediaan adalah sebesar 48,51%. Kata kunci : Kebijakan Persediaan, Joint replenishment, Periodic Review, Stockout
Perancangan Kebijakan Persediaan Produk Bahan Baku Fried Chicken Menggunakan Material Requirement Planning Dan Teknik Lot Sizing Lfl, Luc, Ltc, Poq, Dan Wagner-whitin Di Pt Kashibu Jaya Delva Gestio; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Kashibu Jaya adalah perusahaan waralaba (franchise) dan juga sekaligus perusahaan manufaktur dibidang kuliner dengan memproduksi bahan baku fried chicken. Bahan baku yang diproduksi adalah ayam marinasi dan juga tepung bumbu yang nantinya akan di dijual ke mitra dagang. Perusahaan menggunakan sistem make-to-order untuk pemesanannya. Permasalahan yang terjadi pada PT Kashibu Jaya adalah terjadinya kehilangan penjualan (lost sales). Kehilangan penjualan sebesar Rp. 57,228,243.06 karena tingkat persediaan tidak dapat memenuhi permintaan (stockout) sehingga dapat mengurangi profit dari perusahaan. Penanganan masalah ini masih secara konvensional di dalam perusahaan sehingga pada penelitian ini akan dilakukan perancangan kebijakan persediaan menggunakan MRP dengan teknik lot sizing LFL, LUC, LTC, POQ, dan Wagner-Whitin. Dengan menghitung menggunakan MRP akan didapat biaya paling optimal yaitu menggunakan Teknik lot sizing Wagner-Whitin yaitu sebesar Rp. 2,256,966.34. Sehingga mengalami penurunan biaya sebesar 96.14% dari sebelumnya sejumlah Rp. 58,428,353. Kata kunci: franchise, kebijakan persediaan, stockout, safety stock, MRP, lot sizing Abstract PT Kashibu Jaya is a franchise company and also a manufacturing company which engages in the field of culinary by producing fried chicken raw material. The raw materials produced are marinated chicken and also flour spices which will be sold to trading partners. The company use the system of make-to-order. The problem that PT Kashibu Jaya consist is the lost sales. The amount of lost sales is about Rp. 57,228,243.06. It caused by inventory level does not met demand (stockout) so it could lower the profit from the company. The solution of this problem is still conventional inside of the company so in this research conducted the design of inventory policy using MRP with lot sizing technique such as LFL, LUC, LTC, POQ, and Wagner-Whitin. By calculating using MRP will get the most optimal cost that is using wagner-whitin lot sizing technique that is about Rp. 2,256,966.34. So that the cost decreased by 96.14% from the previous amount of Rp. 58,428,353. Keywords: franchise, inventory policy, stockout, safety stock, MRP, lot sizing
Perancangan Alokasi Penyimpanan Menggunakan Metode Class Based Storage Untuk Mengurangi Delay Dan Meningkatkan Pemenuhan Permintaan Di Gudang Service Part Pt.xyz Vito Pradana Pujadenta; Luciana Andrawina; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bstrak – PT.XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang berlokasi di Cikarang Bekasi. PT.XYZ memiliki gudang penyimpanan finish good, yaitu gudang penyimpanan produk finish good serivec part. Aktivitas gudang service part memiliki waktu proses dibawah waktu standar pada aktivitas order picking, yaitu 21%. Hal tersebut disebabkan karena tidak terpenuhinya permintaan customer serta penempatan produk yang tidak sesuai sehingga terdapat aktivitas delay yang menyebabkan waktu pencarian yang lama. Langkah awal yang dilakukan adalah menghtiung waktu baku setiap aktivitas yang ada di gudang, lalu dilakukan pemetaan aliran produk dan informasi yang ada di gudang dengan current state design. Sehingga didapatkan waktu proses masing-masing aktivitas. Berdasarkan current state design didapatkan aktivitas order picking memiliki waktu non value added paling besar yaitu 22%. Untuk itu dilakukan alokasi penyimpanan produk untuk mengurangi waktu non value added terutama pada proses order picking dengan melakukan pengklasifikasian menggunakan FSN analysis, kemudian melakukan slotting, rectilinear distance dan zonafikasi untuk menentukan area penempatan produk untuk masing-masing SKU berdasarkan klasifikasinya. Seteleah dilakukannya proses klasifikasi, slotting, rectilinear distance, dan zonafikasi, maka dilakukan perancangan future state design. Sehingga persentase value added mengalami peningkatan sebesar 9%. Kata Kunci : warehouse, FSN Analysis, slotting, rectilinear distance, zonafikasi
Usulan Alokasi Penyimpanan Menggunakan Metode Class Based Storage Untuk Mengurangi Waktu Pencarian Pada Aktivitas Order Picking Gudang Farmasi Pt Xyz Muhammad Wibisono; Dida Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan industri farmasi yang memiliki gudang pusat di daerah Kota Bandung, Jawa Barat. Kondisi pada gudang farmasi PT XYZ saat ini diketahui memiliki kekurangan dalam melakukan pemenuhan permintaan dengan rata – rata sebesar 212.218 unit produk. Hal ini diakibatkan karena gudang farmasi PT XYZ mengalami keterlambatan dalam kegiatan pemenuhan permintaan yaitu pada aktivitas order picking selama 10 menit. Keterlambatan tersebut terjadi dikarenakan kegiatan pencarian produk yang memiliki penyerapan waktu terbesar pada aktivitas order picking. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, maka gudang farmasi PT XYZ dapat melakukan perbaikan alokasi penyimpanan menggunakan metode class based storage untuk mengurangi waktu pencarian pada aktivitas order picking. Kebijakan class based storage ini mengelompokan produk ke dalam suatu kelas yang berdasarkan klasifikasi dari FSN Analysis. Klasifikasi FSN Analysis dapat membagi kelas produk yang cepat, lambat dan tidak bergerak berdasarkan nilai average stay dan consumption rate dalam persediaan, sehingga SKU dengan kelas yang cepat dapat ditempatkan ke lokasi penyimpanan yang paling dekat dengan titik input-output dari pergerakan gudang dengan tujuan memperkecil jarak perjalanan operator dalam melakukan pencarian produk dan menghasilkan waktu pencarian produk yang lebih cepat. Hasil dari penelitian ini, didapatkan waktu siklus dari kegiatan pencarian produk berkurang menjadi 143 detik pada kondisi usulan alokasi penyimpanan pada gudang farmasi PT XYZ. Kondisi ini menghasilkan penurunan waktu pada aktivitas order picking sebesar 12.10 menit sehingga waktu pemenuhan permintaan pada gudang farmasi PT XYZ berada dibawah waktu standar saat ini dengan hasil 132.50 menit. Kata Kunci : gudang, farmasi, keterlambatan, order picking, class based storage.
Usulan Perancangan Alokasi Penyimpanan Komponen Instalasi Listrik Menggunakan Kebijakan Class Based Storage Untuk Mengurangi Waktu Delay Pada Aktivitas Gudang Pt Xyz Febianto Saputro; Luciana Andrawina; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan dibawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada bidang penyedia tenaga listrik. Untuk dapat melakukan pemasangan tenaga listrik, perusahaan ini membutuhkan komponen-komponen yang dikirim dari vendor lalu di simpan di gudang. Terjadinya delay pada aktivitas gudang PT XYZ terjadi karena adanya proses non value added mencari lokasi komponen pada rak. Selain itu, penempatan komponen secara random membuat operator susah untuk mencari komponen dan penyimpanan menjadi tidak teratur. Langkah pertama yang dilakukan untuk mengurangi delay adalah memetakan aliran proses dan informasi dengan Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM). Setelah dilakukan pemetaan maka akan didapatkan waktu baku dan aliran proses yang terjadi pada gudang PT XYZ. Berdasarkan hasil PAM, didapatkan waktu non value added yang terjadi pada aktivitas mencari lokasi komponen yang cukup besar. Untuk itu akan dilakukan perancangan usulan perbaikan agar waktu delay pada aktivitas gudang XYZ dapat berkurang. Perbaikan yang dilakukan dengan melakukan klasifikasi berdasarkan FSN Analisis, Slotting, dan zonafikasi produk pada setiap komponen. Usulan perbaikan rancangan alokasi penyimpanan yang dipetakan menggunakan Value Stream Mapping (future state) menghasilkan pengurangan pada waktu delay sebesar 19% dan peningkatan pada aktivitas value added sebessar 18% dari total waktu aktivitas gudang yaitu 1241.52 detik. Kata kunci : Warehouse, Slotting, FSN Analysis, Zonafikasi, Class Based Storage
Usulan Kebijakan Persediaan Spare Part Menggunakan Metode Continuous Review (s,q) Dengan Mempertimbangkan Ketidakpastian Leadtime Untuk Meningkatkan Fill Rate Dan Meminimasi Biaya Persediaan Pada Pt.xyz Farih Jamil Rajabi; Luciana Andrawina; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang perawatan (maintenance), perbaikan (repair) dan pembongkaran secara keseluruhan (overhaul) engine pesawat dan mesin-mesin industri di Indonesia yang berlokasi di kota Bandung. Dalam melakukan proses perbaikan engine TPE selama tahun 2017, PT.XYZ selalu mengalami keterlambatan proses penyelesaian perbaikan engine dikarena ketidaktersediaan spare part pada stockroom. Salah satu penyebabnya akibat ketidakpastian lead time pemesanan spare part dari vendor. Diperlukan usulan kebijakan persediaan spare part engine TPE bagian turbine dalam menentukan jumlah pemesanan optimum sehingga permasalahan stockout akibat ketidakpastian lead time bisa diminimalisir, sehingga dapat meningkatkan fill rate dan meminimasi total biaya persediaan. Pada penelitian ini usulan kebijakan persediaan spare part engine TPE bagian turbine menggunakan menggunakan metode continuous review (s,Q) dengan distribusi poisson dan laplace dalam memodelkan lead time demand untuk menentukan nilai reorder point dan ukuran lot pemesanan optimum. Hasil perhitungan kebijakan persediaan usulan dengan metode continuous review (s,Q) dengan distribusi poisson dan laplace dalam memodelkan lead time demand mampu meminimasi biaya persediaan sebesar 60% dan meningkatkan fill rate sebesar 30%. Kata Kunci : Kebijakan Persediaan; spare parts; MRO – maintenance, repair and overhaul; Continuous review (s,Q), fill rate. Abstrack- PT. XYZ is one of the companies engaged in maintenance, repair and overall overhaul of aircraft engines and industrial machinery in Indonesia located in the city of Bandung. During 2017, PT. XYZ always experienced delays in the completion of the TPE engine repair due to unavailability of spare parts in the stockroom. One of the causes is the uncertainty of lead time for ordering spare parts from vendors. Therefore, it is necessary to propose a policy to supply TPE engine spare parts, especially the turbine to determine the optimum order quantity. Thus the stockout problem due to uncertainty in lead times can be minimized so that it can increase the fill rate and minimize total inventory costs. This study proposed a turbine part, part of TPE engine spare part, inventory policy using the continuous review (s, Q) method with poisson and laplace distribution in modeling demand lead time to determine the reorder point value and optimum size lot ordering. The calculation results of the proposed inventory policy with the continuous review (s, Q) method with poisson and laplace distribution in modeling demand lead time can minimize inventory costs by 60% and increase the fill rate by 30%. Keywords : Inventory policy; spare parts; MRO – maintenance, repair and overhaul; Continuous review (s,Q), fill rate.
Usulan Kebijakan Pengendalian Persediaan Bahan Kimia Menggunakan Distribution Free Continous Review (q,r) Untuk Meminimasi Biaya Persediaan Pada Unit Pengolahan Air Pendingin Agung Wicaksono; Luciana Andrawina; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Unit Pengolahan Air Pendingin di PT. Pupuk Kujang Cikampek (selanjutnya disebut PKC) berfungsi menjaga kualitas airnya dengan menggunakan bahan kimia. Unit Pengolahan Air Pendingin belum menggunakan perhitungan baku. Kebijakan persediaan diambil dengan cara perkiraan semata. Keadaan ini mengakibatkan terhadinya overstock yang menyebabkan permasalahan bengkaknya total biaya persediaan. Peneliti diharapkan dapat memberikan usulan metoda kebijakan pengendalian persediaan yang tepat untuk meminimasi total biaya persediaan. Berdasarkan perhitungan menggunakan metoda Distribution Free Continuous Review (Q,r) With Service Level Constraint didapatkan total biaya persediaan sebesar Rp 207.944.636, sedangkan nilai aktual sebesar Rp 413.437.333. Berdasarkan analisis sensitivitas diketahui bahwa perubahan parameter pada biaya simpan memberi pengaruh lebih signifikan pada total biaya persediaan dibandingkan perubahan parameter biaya pesan. Berdasarkan pengolahan dan analisis data dapat disimpulkan; bahwa model Distribution Free Continuous Review (Q,r) With Service Level Constraint dapat digunakan sebagai usulan kebijakan pengendalian persediaan karena dapat menurunkan total biaya persediaan sebesar Rp205.992.697 (49,82%). Peneliti menyarakankan agar secara kontinyu dilakukan pemeriksaan tingkat persediaan pada saat adanya pemakaian bahan kimia, dan apabila tingkat persediaan telah menyentuh reorder point (r) kebijakan usulan, maka perlu dilakukan replenishment dengan quantity (q) yang sesuai dengan kebijakan usulan menggunakan Distribution Free Continuous Review (Q,r) With Service Level Constraint. Kata kunci: continuous review, overstock, kebijakan persediaan, service level, analisis sensitivitas Abstract Cooling Water Treatment Unit at PT. Pupuk Kujang Cikampek (called as PKC) functions to maintain the quality of its water by using chemicals. The Cooling Water Treatment Unit has not used standard calculations. Inventory policy is taken only by estimation. This situation resulted in overstocks which caused problems with the swelling of the total cost of inventory. The researcher is expected to be able to propose the right method of inventory control policy to minimize the total inventory cost. Based on calculations using the Distribution Free Continuous Review (Q, r) method with Service Level Constraints, obtained total inventorty costs of Rp 207,944,636, while the actual value is Rp 413,437,333. Based on the sensitivity analysis, known that the changes in holding cost parameter is more significant than changes in the ordering cost parameter. Based on data processing and analysis it can be concluded; that the Distribution Free Continuous Review (Q, r) with Constraint Service Levels can be used as proposal policy due to its saving of total inventory costs as much as Rp205,992,697 (49.82%). The researcher suggests that to monitoring continuously the inventory level of chemicals when using chemical, and everytime the inventory level is touching the reorder point (r) of proposal policy, it is necessary to replenish as much as quantity order (q) according to the proposal policy using Distribution Free Continuous Review (Q, r) method with Service Level Constraints. Keywords: continuous review, overstock, inventory policy, service level, sensitivity analysis
Penentuan Kebijakan Persediaan Menggunakan Metode Inventori Tak Tentu Berisiko Terkendali Dan Estimasi Kebutuhan Suku Cadang Menggunakan Rantai Markov Untuk Mengurangi Total Biaya Persediaan Hasna Nurhasanah; Ari Yanuar Ridwan; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Trisula Textile Industries TBK merupakan sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri tekstil khususnya untuk seragam dan fashion. Produk utama dari Trisula adalah kain atau fabric yang terbuat dari 100% polyester serta kombinasinya dengan rayon dan katun, yang telah dikenal di dalam dan luar negeri dengan merek Bellini dan Caterina. Melalui salah satu anak perusahaan dari Trisula yaitu PT MIDO Indonesia, kain-kain tersebut dirancang dan diproduksi menjadi seragam dan dikirimkan kepada pelanggan. Kegiatan produksi yang diterapkan oleh Trisula adalah berdasarkan pesanan atau make-to-order. Secara singkat proses produksi kain ini terbagi menjadi enam tahapan, yaitu texture, twisting, sizing, weaving, dyeing finishing, dan final inspection. Dari ke enam tahapan tersebut diketahui bahwa bagian produksi weaving memiliki waktu breakdown terlama. Setelah ditelusuri ternyata penyebabnya adalah suku cadang mesin Ishikawa 2001 yang seringkali tidak tersedia ketika sedang dibutuhkan. Untuk memfokuskan penelitian maka dilakukan critically analysis system agar peneliti dapat mengetahui subsistem kritis yang nantinya akan dilakukan perhitungan untuk kebijakan persediaan. Penelitian ini pun memperhitungkan perkiraan kemungkinan kebutuhan suku cadang kritis untuk satu tahun ke depan menggunakan rantai markov. Kebijakan persediaan akan dilakukan menggunakan metode inventori tak tentu berisiko terkendali. Pemilihan metode inventori tak tentu berisiko terkendali ini memberikan penghematan pada total biaya persediaan sebesar 64% jika dibandingkan dengan kondisi aktual. Kata Kunci: Persediaan, Critically Analysis System, Rantai Markov, Metode Inventori Tak Tentu Berisiko Terkendali Abstrack PT Trisula Textile Industries TBK is a private company engaged in the textile industry especially for uniforms and fashion. The main products of Trisula are fabrics made of 100% polyester and their combinations with rayon and cotton, which have been known at local and abroad with the brand Bellini and Caterina. Through one of the subsidiaries of Trisula, PT MIDO Indonesia, the facrics are designed and produced to be uniform to be sent to customers. The production activities applied by Trisula are order-based or make-to-order. Briefly the fabric production process is divided into six stages, namely texture, twisting, sizing, weaving, dyeing finishing, and final inspection. From the six stages, it is known that the weaving production section has the longest breakdown time. After being traced it turned out that the cause was Ishikawa 2001 spare parts which were often not available when needed. To focus the research, critically analysis system is carried out so that researcher can find out the critical subsystems which will later be calculated for inventory policy. This research also takes into estimating the possibility of critical spare parts needs for the next one year using the Markov chain. Inventory policy will be carried out using random inventory policy method. The selection of this method provides savings at total inventory costs for 64% when compared to actual conditions. Keywords: Inventory, Critically Analysis System, Markov Chain, Random Inventory Policy
Penentuan Kebijakan Persediaan Continuous Review (Q,S) Pada Sistem Distribusi Two-Echelon Untuk Minimasi Total Biaya Inventory Pada Pt. XYZ Nancy Putri Ramadhani; Ari Yanuar Ridwan; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur yang terletak di Kota Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini memproduksi bahan bangunan seperti coil sheet, atap spandek dan baja ringan untuk pembangunan suatu proyek. PT. XYZ berdiri pada tahun 2008, hingga saat ini telah memiliki 3 retailer yang terletak di Kota Bogor, Jawa Barat. Seiring bertambahnya konsumen PT. XYZ maka semakin besar pula permintaan yang harus dipenuhi oleh PT. XYZ. Akibat permintaan yang semakin besar maka bahan baku material mengalami stockout yang mengakibatkan service level perusahaan berada di bawah standar service level yang ada. Penelitian ini melibatkan 3 sku yang memiliki permintaan berdistribusi normal. Kebijakan persediaan yang diterapkan pada penelitian ini adalah continuous review (r,Q) dengan tujuan meminimalisir total biaya persediaan dan meningkatkan service level perusahaan. Hasil dari penilitian ini didapatkan terjadi penurunan total biaya persediaan sebesar 27,1% dengan nilai biaya persediaan existing rata-rata sebesar Rp38.968.278,- menjadi Rp28.400.720,-. Selain itu, service level pada PT. XYZ mengalami kenaikan dengan nilai pada kondisi existing rata-rata sebesar 82,14% menjadi 95,42%. Kata Kunci: Finished Goods, Continuous Review, Probabilistik, Service Level, Stockout Abstract PT. XYZ is a company engaged in the manufacturing industry located in the city of Surabaya, East Java. The company produces building materials such as coil sheet, spandek roof and mild steel for the construction of a project. PT. XYZ was founded in 2008, until now it has 3 retailers located in the city of Bogor, West Java. The demand of PT XYZ that must be fulfilled is increasing as the amount of consumer is increasing too. Due to the high demand, so the finished goods stockout occurs. This make the company's service level is below the standard. This study involved 3 sku of finished goods that have normal distributed demand. Inventory policy applied in this research is continuous review (r,Q) with the aim to minimize total cost of inventory and improve service level of company. The result of thisresearch wasfound to decrease total inventory cost by 27,1% with the average value of existing inventory cost Rp38.968.278,- to Rp28.400.720,-. In addition, service level at PT. XYZ has increased with the average value of existing conditions 82,14% to 95,42%. Keywords: Finished Goods, Continuous Review, Probabilistic, Service Level, Stockout
Container Loading Allocation To Improve Space And Loading Utilization Of Fleet Compartment Capacity By Using Genetic Algorithm Wirandy Fajar Saputra; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract PT. XYZ is the current leading automotive company, the supplier that is part of its subsidiary company provides services in form of supply and distribution of raw material. Based on data collected from January till March, the problem appears is the compartment fleet utilization that is far from the maximum capacity. According to the plan production control department, the desired average loading utilization is 16 ton per delivery, while the average loading utilization is 42% or 6,8 ton per delivery. In addition, there are also some deliveries exceeding maximum capacity allowed. Therefore in this research, the most suitable loading pattern is needed to improve utilization of fleet compartment with heterogeneous fleet and heterogeneous material dimension. Loading pattern is also needed as supporting tools for the department by considering weight limit, physical dimension of material and compartment fleet dimension, so that overloaded and unburdened deliveries can be avoided. The research is conducted in plan production control department to gain more information about the fleet, production demand, and raw material properties. Genetic algorithm is used as method for solving the problem and visualize the loading pattern by using Matlab. The calculation is conducted toward loading and space utilization of compartment fleet. From the research, the utilization of space can be optimized to 6% and loading utilization can be optimized up to 50%. Keywords – Container Loading Problem (CLP), Genetic Algorithm, Matlab
Co-Authors Anggun Kharisma Putri Anissa Wulandari Annisa Salma Hanifah Ari Ridwan Ari Yanuar Ari Yanuar Ridwa Ari Yanuar Ridwan Astari Fitria Puspita Dewi Azylia Putri Denia Bagja Satiaraharja Bartolomeus Laudy Galih Arto Budiarto, Sulistyo Decky Ridho Sahertian Delva Gestio Destaria Madya Verawaty Destaria Madya Verawaty Dhiya Afwan Taufiq Dian Audina Jaufanti Dian Ayu Detasari Dida Damayanti Dida Diah Damayanti Dinda Sekar Putri Dinnurillah Febryanti Djoko Wahjuadi Dwiska Aini Nurrahma Elfrida Ratnawati Eriko Mahtamtama Fadiah Shabrina Winarno Farhan Ilhamul Latief Farih Jamil Rajabi Fatia Mulyahati Yunus Febianto Saputro Fitra Hananto Ghiyats Nur Syafiq Abdul Qadir Gita Purnama Sari Gita Purnama Sari Hafizh Rochmana Putra Hardian Kokoh Pambudi Harly Mifta Nurfala Hasna Nurhasanah Ifrah Fuady Iphov Kumala Sriwana Irfandi Juliansyah Jerrystama Abipradja Judi Alhilman Kadek Bella Rusiana Dewi Lia Avita Sari Luciana Andrawina M Rifky Vidiarta M. Taufiq Herdikatama Maya Putri Arumsari Maya Putri Arumsari Michael Panjaitan Mira Rahayu Muhammad Hilman Kusnawan Muhammad Riski Muhammad Wibisono Mutia Permatasari Nadya Nadya Nancy Putri Ramadhani Ni Kadek Cahya Wahyuni Nida F Maulanisa Nuansa Shella Tadestarika Nur Aini Ajeng Juliawati Nurul Hidayati Ony Azwida Sari Ovita Gustiana Paramaditya Arismawati Prafajar Suksessanno Muttaqin Priska Hesmono Punto Aji Wardhana Rachmadita Andreswari Raen Oktaviani Br.sembiring Rahmatya Dwi Arini Rahadina Ratna Wulan Sari Rifa Rizka Anisah Rio Aurachman Rudi Theo Satrio Shylvia Deviani Sofi Fauziah Tony Iqbal Rahmadika Ulfa Eka Khapso Valdy Septyano Vania Utami Variesta Putra Wibisana Vinia Delia Vito Pradana Pujadenta Wawan Tripiawan Wirandy Fajar Saputra Yuli Adam Prasetyo Yurinda Amalia