Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi dan Kesiapan Siswa SMA di Labuan Bajo Terhadap Wirausaha Digital: Antara Akses, Kompetensi, dan Kreativitas Teddy Halim; Fitri Ciptosari; Luh Gede Elvina Adi Saputri; Adelaide .H. Savio; Reynaldo A. Siagian; Andy Iwan Iswanto; Yohanes Paul Hanny Wadhi
JURNAL AKADEMISI VOKASI Vol 4 No 2 (2025): JURNAL AKADEMISI VOKASI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/h8j1m789

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan telah memperluas peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam ekonomi digital, khususnya melalui kewirausahaan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kompetensi digital dan kesiapan kewirausahaan digital siswa sekolah menengah atas di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada akses teknologi, motivasi, dan keterampilan praktis. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan melalui survei berbasis Google Form yang diikuti oleh 438 responden, dengan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat kompetensi digital yang relatif tinggi, terutama dalam penggunaan teknologi (mean = 4,24) dan literasi informasi (mean = 4,17). Dalam hal kesiapan kewirausahaan digital, siswa menunjukkan motivasi yang kuat (mean = 3,86) dan ide kreatif (mean = 3,60). Namun, skor yang lebih rendah ditemukan pada keterampilan teknis, khususnya pembuatan konten (mean = 3,32) dan manajemen bisnis digital (mean = 3,38). Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan akses internet, kurangnya keterampilan teknis, dan minimnya dukungan lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pendidikan kewirausahaan digital yang tidak hanya mendorong motivasi dan kreativitas, tetapi juga berfokus pada pengembangan keterampilan digital yang praktis. Temuan ini memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, sekolah, dan pemangku kepentingan lokal dalam mengembangkan inisiatif kewirausahaan digital yang inklusif di wilayah seperti Labuan Bajo. 
Peran Online Travel Agent dalam Transformasi Digital Akomodasi Skala Kecil di Destinasi Wisata: Studi Kasus Labuan Bajo dalam Perspektif Smart Tourism Fitri Ciptosari; Teddy Halim
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memperlihatkan bahwa transformasi digital melalui pemanfaatan Online Travel Agent (OTA) telah membawa perubahan signifikan dalam tata kelola akomodasi lokal di Labuan Bajo. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha telah mengintegrasikan sistem OTA dengan channel manager, yang berdampak langsung pada efisiensi operasional, peningkatan tingkat okupansi kamar, serta perluasan akses pasar secara global. Fitur-fitur seperti ulasan pelanggan, promosi dinamis, dan data analitik turut memperkuat posisi OTA sebagai alat strategis dalam ekosistem smart tourism.
Inclusive Business Practices in Tourism: Evidence from Hotels and Restaurants in Labuan Bajo Inclusive Business Practices in Tourism: Evidence from Hotels and Restaurants in Labuan Bajo I Nengah dasi Astawa; Reynaldo Angga Siagian; Ni Wayan Noviana Safitri; Roseven Rudiyanto; Marius Yosef Seran Seran; Teddy Halim
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/ryz9jf85

Abstract

This study aims to analyze inclusive tourism practices in the hotel and restaurant/café sectors in Labuan Bajo using a multidimensional approach covering economic, socio-cultural, environmental, and infrastructure aspects. A mixed-method approach was employed, with data collected through observations, surveys, and interviews. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were examined using thematic analysis to strengthen the findings. The results indicate that the economic dimension is the most dominant, particularly in terms of local employment absorption, market access, and participation in local supply chains. However, the social, environmental, and infrastructure dimensions remain underdeveloped, as reflected in the limited inclusion of marginalized groups, insufficient integration of local culture, and suboptimal environmental management practices and accessibility. Overall, the implementation of inclusive tourism in Labuan Bajo is still partial and largely focused on economic aspects. Therefore, more comprehensive efforts are needed to strengthen social, environmental, and infrastructure dimensions to promote more inclusive and sustainable tourism development.