Linka Latifany Falasifa Reidana
Universitas Negeri Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Laskar Anak Pekerja Migran melalui Program Nayanika sebagai Digitalisasi Wisata Alam Pantai Kondang Bandung Linka Latifany Falasifa Reidana; Dea Difana Agustin; Dinda Putri Abadi; Tri Mulyati Puspita Sari; Nur Mukhammad Khilmi; Muslihati Muslihati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jdimas.v3i1.10811

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan implementasi program Nayanika, pemberdayaan Laskar Anak Pekerja Migran (LAPM) melalui digitalisasi wisata alam Pantai Kondang Bandung Purwodadi, Donomulyo, Malang. Program ini bermitra dengan LAPM sebagai kelompok remaja berlatar belakang keluarga pekerja migran. Program Nayanika menyelesaikan permasalahan mitra yaitu minimnya aktivitas produktif LAPM. Program Nayanika bertujuan (1) menyusun program pemberdayaan LAPM; (2) menerapkan program Nayanika; dan (3) mengevaluasi dampak penerapan program terhadap perubahan mitra. Program dilaksanakan melalui tahapan 4P yaitu persiapan, pelaksanaan, penutupan, dan penyusunan laporan. Hasil kegiatan pengabdian terdiri dari (1) Program Nayanika meliputi Nayanika Edu, Nayanika Craft, Nayanika Tech dan Nayanika Fest; (2) terlaksananya program Nayanika berupa sosialisasi-edukasi dari Nayanika Edu, Craft, Tech, dan Fest.; (3) terciptanya kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan LAPM dalam mengelola wisata alam, penataan fasilitas wisata, pengelolaan media sosial @kondangbandung_beach dan aplikasi Nayanika untuk branding Pantai Kondang Bandung, terciptanya Nayanika agent dan buku pedoman guna keberlanjutan program Nayanika. Program ini berhasil mengatasi masalah utama mitra dengan menghadirkan serangkaian kegiatan produktif yang berdampak positif terhadap LAPM dan potensi wisata alam Pantai Kondang Bandung.
Social Application of Empathy in Serat Wedharaga to Strengthen the Character of Professional Counselor Candidates Based on Cased Method Learning Henny Indreswari; Khairul Bariyyah; Rizka Apriani; Linka Latifany Falasifa Reidana; Santi Widiasari; Augusto da Costa
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol. 14 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v14i1.16086

Abstract

Facts in the field show that the empathy skills that prospective counselors have in understanding their counseling, especially in the aspect of empathy have not been comprehensively internalized. This research has three specific objectives (1) to develop a case method learning model guide based on serat wedharaga  values to increase the empathy of prospective counselors; (2) the developed model is theoretically tested through the validation of material experts, media, and potential users; (3) The model is empirically tested that  the case method learning model  is based on the value of serat wedharagas to increase the empathy of prospective counselors. The implementation of this research uses the development method with ADDIE design. The results of the development are in the form of a learning guide that includes sixteen meetings, containing materials, media, and evaluation tools. The developed learning model proved to be theoretically feasible and practically effective, demonstrated through a paired t-test with a value of Sig. (2-tailed) = 0.000, indicating a significant improvement between pretest and posttest. Thus, serat wedharaga value-based learning  is effective in increasing the empathy of prospective counselors. Suggestions for the next researcher to conduct follow-up studies related to the development of other learning models to strengthen the professional character of prospective counselors.
Program Peningkatan Kompetensi Konselor Melalui Analisis dan Pengubahan Tingkah Laku pada Siswa SMP Kota Malang Henny Indreswari; Rizka Apriani; Riskiyana Prihatiningsih; Linka Latifany Falasifa Reidana; Alief Laili Budiyono
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v7i22024p137-146

Abstract

Abstract: This community service project applies research findings on developing a model program to enhance the competencies of counselors through behavior analysis and modification for junior high school students in Malang City. The model is designed to provide training and guidance in implementing behavior analysis and modification programs for problematic student behaviors, as well as to offer recommendations and improvement guidelines. The training employs the Problem-Based Learning (PBL) method, following these procedures: (1) preparation, (2) implementation, (3) evaluation and follow-up, and (4) reporting. The target of the counselor competency enhancement program consists of 20 junior high school counselors in Malang City. The outcome of this program is demonstrated by an increase in the partners' competencies in conducting behavior analysis and modification, as indicated by higher post-test scores. Abstrak: Pengabdian pada masyarakat ini merupakan penerapan hasil penelitian tentang pengembangan model program peningkatan kompetensi konselor melalui analisis dan pengubahan tingkah laku pada siswa SMP kota Malang. Model ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pelaksanaan program analisis dan pengubahan tingkah laku bermasalah siswa, serta memberikan panduan dan rekomendasi perbaikan. Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode Problem Based Learning (PBL), dengan prosedur : (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi dan follow-up, (4) pelaporan. Sasaran program peningkatan kompetensi konselor terdiri atas 20 konselor SMP di Kota Malang. Hasil dari pelaksanaan program ini berupa peningkatan kompetensi mitra dalam melaksanakan analisis dan pengubahan tingkah laku yang ditunjukkan dengan peningkatan skor posttest.
Pemberdayaan Laskar Anak Pekerja Migran melalui Program Nayanika sebagai Digitalisasi Wisata Alam Pantai Kondang Bandung Donomulyo, Malang Linka Latifany Falasifa Reidana; Dinda Putri Abadi; Dea Difana Agustin; Tri Mulyati Puspita Sari; Nur Mukhammad Khilmi; Muslihati Muslihati
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v7i22024p147-160

Abstract

Abstract: Purwodadi Village, Donomulyo Subdistrict, Malang Regency, is one of the largest contributors of migrant workers in East Java. This phenomenon has caused children left behind to exhibit deviant behaviors, drop out of school, and face challenges in finding employment. Laskar Anak Pekerja Migran (LAPM) is a group of children from migrant worker families focused on recording data on migrant workers’ children every three months and gathering to play with gadgets. The LAPM area also has untapped natural tourism potential, particularly Kondang Bandung Beach, which remains underdeveloped with limited facilities and low public recognition. To address these issues, the Nayanika Program was proposed to empower LAPM and digitize tourism at Kondang Bandung Beach. The program aims to: (1) design an empowerment program for LAPM, (2) implement the Nayanika Program, and (3) evaluate its impact on LAPM’s transformation. It follows four stages: preparation, implementation, closure, and reporting. The outcomes of the community service activities include (1) the Nayanika Program includes Nayanika Craft, Nayanika Edu, Nayanika Tech, and Nayanika Fest; (2) the implementation of the Nayanika program in the form of socialization-education from Nayanika Craft, Edu, Tech, and Fest. (3) the creation of awareness, knowledge and skills of LAPM in managing natural tourism, structuring tourist facilities, managing social media @kondangbandung_beach and the Nayanika application for branding Kondang Bandung Beach, creating Nayanika agents and guidebooks to ensure sustainability. This program successfully overcomes the main problems of partners by presenting a series of productive activities that have a positive impact on LAPM and the natural tourism potential of Kondang Bandung Beach. Abstrak: Desa Purwodadi, Donomulyo, Kabupaten Malang merupakan salah satu penyumbang pekerja migran terbanyak di Jawa Timur. Fenomena ini menyebabkan anak yang ditinggalkan mengalami perilaku menyimpang dan berdampak hingga putus sekolah serta tidak mendapat Pekerjaan. Laskar Anak Pekerja Migran (LAPM) merupakan kelompok anak keluarga pekerja migran dengan fokus kegiatan pencatatan anak pekerja migran setiap tiga bulan sekali dan berkumpul untuk bermain gadget. Di samping itu tempat tinggal LAPM memiliki potensi wisata alam yang bisa dikembangkan yaitu Pantai Kondang Bandung. Namun Pantai ini belum terkelola dengan baik, fasilitas terbatas, dan belum dikenal masyarakat luas. Berdasarkan masalah dan potensi wisata alam tersebut menghadirkan solusi berupa Pemberdayaan LAPM melalui Program Nayanika sebagai Digitalisasi Wisata Alam Pantai Kondang Bandung. Program Nayanika menyelesaikan permasalahan mitra yaitu minimnya aktivitas produktif LAPM. Program Nayanika bertujuan (1) menyusun program pemberdayaan LAPM; (2) menerapkan program Nayanika; dan (3) mengevaluasi dampak penerapan program terhadap perubahan mitra. Program dilaksanakan melalui tahapan 4P yaitu persiapan, pelaksanaan, penutupan, dan penyusunan laporan. Hasil kegiatan pengabdian terdiri dari (1) Program Nayanika meliputi Nayanika Craft, Nayanika Edu, Nayanika Tech, dan Nayanika Fest; (2) terlaksananya program Nayanika berupa sosialisasi-Edukasi dari Nayanika Craft, Edu, Tech, dan Fest.; (3) terciptanya kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan LAPM dalam mengelola wisata alam, penataan fasilitas wisata, pengelolaan media sosial @kondangbandung_beach dan aplikasi Nayanika untuk branding Pantai Kondang Bandung, terbentuk Nayanika agent dan buku pedoman guna keberlanjutan program Nayanika. Program ini berhasil mengatasi masalah utama mitra dengan menghadirkan serangkaian kegiatan produktif yang berdampak positif terhadap LAPM dan potensi wisata alam Pantai Kondang Bandung.